Aku Ingin Tidur Nyenyak, Semalam Saja
Tanahku Aceh tanah bencana
Sedari dulu hingga kini
Tiada henti bencana menerpa
Aku ingin bisa tidur nyenyak semalam saja
Sebelum puluhan ribu saudaraku mati bersama
Ratusan ribu sudah lebih dulu berkalang tanah
Karena badai politik antara tentara
Separatis GAM versus Pemerintah
Aku ingin bisa tidur nyenyak semalam saja
Malam hari tidurku terganggu letusan senjata
Pagi hari kantukku dikejutkan mayat bersimbah darah
Mau ke hutan, aku takut tentara
Mau ke kota, aku takut tentara
Tak bisakah aku tidur nyenyak semalam saja
Saat harapan sudah di depan mata
Badai lain mendadak menerpa
Bagai tangan-tangan maut
Menarik nyawa menuju samudera
Lidah ombak melahap jiwa
Tak bisakah aku tidur nyenyak semalam saja
Tanahku Aceh, tanah bencana
Tak dapatkah hati kita menyatu
Membangun negeri dari bencana
Menjaga tanah ini dari nestapa
Menjaga anak-anak dari duka
Menjaga wanita dari siksa
Tanahku Aceh, tanah nestapa
Kapankah aku bisa tidur nyenyak semalam saja
Cihideung Forest, Februari 2005






















