Puisi Pemilu
Saat aku nge-net, tak sengaja menemukan puisi lamaku di sarikata.com. Puisi adalah salah satu dari kumpulan puisi tentang PEMILU. Aku C/P kembali di Blog ini. Terima kasih buat mas Yudhi yang masih menyelamatkan tulisan lamaku di website Cerita Indonesia itu. Kupikir, kenapa puisi ini masih relevan ya? Apakah benar kata Bang Namun, “ENDONESYA BELUM BERUBAH!”
MUSIM HUJAN LIMATAHUNAN
Jlegerr
Pohon keramat itu tumbang disambar petir
Hangus, sangat hangus
Ingat Itu pohon keramat
Walau hangus, tetap belum mati
Bahkan kini mampu bermetamorfosis
Menjadi pohon baru
Walau tidak sekeramat dulu
Sebab beberapa penunggu pohon itu
Sudah punya hunian baru
Bahkan langsung punya banyak pemuja
Karena masih banyak rakyat yang merindukan
Kekeramatan antek antek mantan penguasa jagad negeri
Lantaran mereka tak percaya lagi
Pada kekuatan kebo ireng congor belang
Yang pernah menjadi jawara zaman reformasi
Karena kebo ireng makin tambun
Berdiri saja tak mampu, apalagi berlariJlegerrr
Petir menggelegar mencekam malam
Musim hujan lima tahunan belum reda
Payung payung lain bermunculan
Rakyat bingung memilih teduhan
Yang satu menawarkan semangat kebangsaan
Walau rakyat tak pernah memahami apa maksudnya
Yang lain melambungkan mimpi indah kesejahteraan
Walau rakyat sudah sering mimpi buruk tentang kehidupan
Ada juga yang menjual ayat ayat tuhan
Walau rakyat tak pernah tahu tentang aturanMusim hujan lima tahunan
Rakyat selalu jadi rebutan
Demi mencapai kekuasaan
Jika harapan sudah di tangan
Nasib rakyat, peduli setanElok
Mataharitimoer, 20 maret 2004























pertama… hore.. hore..hore…
Puisinya benar benar penuh makna dan sgt inspiratif,terlebih lg gambar headernya.salut aku.
Salam kenal mas
[Reply]
ini puisi politik y…
[Reply]
Bang Namun salah, Endonesya dah berubah sangat. Sangat nggak jelas.
[Reply]
puisi gak masuk akal
[Reply]
puisina kren bgte!!!!
[Reply]