Tim Sukses yang Mengganggu Tidurku

Setelah Dzuhuran, aku membaringkan badan. Sejak semalam, belum tidur karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan sesuai jadwal. Hape aku matikan, agar tak mengganggu hutang tidurku. Aku butuh tidur maksimal 2 jam saja, agar kembali fresh.

Saat baru mau pulas, terdengar salam di depan pintu. Anakku yang sebelumnya sudah kupesan, sudah bilang kepada tamu itu kalau “Ayah baru tidur. Tak mau diganggu.” Tapi anakku gagal menjalankan tugasnya. Ia diminta membangunkan ayahnya karena ada tamu penting. Sayup-sayup kudengar permintaannya itu.

Karena tak mau menumbuhkan rasa bersalah pada anakku, akupun terpaksa bangun dan menyuruhnya main game saja di dalam. Kutemui “tamu penting” itu.

Ia menjabat tanganku, tersenyum. Aku menerima jabat tangannya sambil mengucek-ucek mata dengan lengan kiriku. Belum juga kutanya, ia sudah meracau…

“Ini, pak. Kami dari pesantren al-z@#!@##!!! [sensor] mohon doa dan dukungan bapak. Kami telah menitipkan kader terbaik kami untuk turut membangun negeri kita ini dengan menjadi caleg dari partai yang sejalan dengan kami. Ini pak, mohon diterima, brosur pesantren dan kartu nama caleg kami dari partai #$(@#!!!:P:(((( [sensor lagi].”

Belum lagi aku bicara, dia nyerocos lagi…

“Insya Allah, pak. Partai kami akan memperhatikan aspirasi bapak dan aspirasi seluruh rakyat kita pak! Oia nama bapak siapa?”

Karena kesal, aku menyebut nama “Bang Namun!”. Ia lantas mencari nama itu dari daftar nama warga yang mungkin ia copy dari RT atau RW ku. Atau entah dari mana. Tak kupikirkan.

“Wah, namanya tidak ada, pak! Apa nama panjangnya, pak?”

Tadinya aku mau bilang nama panjangnya Bang Namun : Namun Begitulah Kira-Kira Kenyataannya…. Tapi aku bilang “Saya baru pindah, mas! Baru sebulan tinggal di sini!”

“Oh begitu, jadi belum ada daftarnya ya. Sudah daftar ke RT belum, pak?”

“Sudah, mana mungkin sebulan belum daftar!”

“Maksud saya, sudah daftar jadi pemilih pada pemilu tahun ini, pak?”

“Wah nggak tuh. Saya nggak ikutan pemilu di sini.”

“Wah sayang sekali, kenapa tidak ikut, pak. Penting loh, untuk ikut partisipasi membangun negara kita, pak!”

“Hm… ” aku mulai tak kuat melihatnya…. nguantuuuuk… “Mas. Maaf ya mas. saya nggak ikut pemilu karena nggak doyan! saya doyannya kredok sama gado-gado! Jadi, tolong mas ke rumah yang lain saja. Saya baru mau tidur, terganggu nih mas!” jawabku apa adanya.

“Oke deh mas. Saya titip ini saja ya, pak. semoga bisa didukung. terima kasih, pak. Mohon doa dan dukungannya, ya!” iapun ngacir…

Tanpa kulihat untuk kedua kalinya, dua lembar brosur dan dua lembar kartu nama caleg itu langsung kuremas dan kulemparkan ke tong sampah non-organik di depan rumahku… Bobo lagi aja deh…


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

25 Responses to “Tim Sukses yang Mengganggu Tidurku”

  • yangputri

    wah wah kalo ngantuk lg mendera
    galak juga bapak ya :D
    sampe dirobek gitu brosur ma kartu nama calegnya

    peace aja aacch :D

    nggak dirobek sih, cuma diremas saja, biar bisa masuk tempat sampah, hehehe… Piss juga dong ah

    [Reply]

  • Setuju. Itu langkah terbaik.Bahkan bagi saya, tim sukses bukan lagi mengganggu tidur, tapi sudah mengganggu hidup. Entah sakit apa saya, setiap melihat mereka mual perut ini !!!Makasih, salam kenal !!!

    yang sakit mungkin hati nuraninya… hingga hanya memikirkan urusannya sendiri :) terima kasih, sudah mampir. nanti aku mampir juga…

    [Reply]

  • melly

    wah..sadis jg yah..hehehe

    yg sadis siapa? :) pasti bukan aku kan?? :))

    [Reply]

  • depz

    hmmm

    [Reply]

  • Hidup bang! Setuju. Memang orang-orang seperti itu sering mengganggu stabilitas kehidupan, apalagi membawa-bawa agama dalam partai.

    itulah yg aku nggak suka, merasa hanya dia saja kali yang berjuang untuk rakyat berdasarkan agama…

    [Reply]

  • Hahaha…. sadis…

    [Reply]

  • wha ha.ha.ha……
    itu namanya udah ditakdirkan sang tim sukses datang pada saat yang tepat dan pada orang yang tepat….

    jadinya malah nambah ruwet….
    ngomong-ngomong Bang Namun .. milihnya dimana…

    nanti saya tawarin lagi neh.. caleg dan capres… :)

    Jangan nawarin jadi capres/caleg… mending nawarin beras aja… hahaha..

    [Reply]

  • hahaha… stlh itu pasti tdr nya tambah nyenyak…hihihi..

    halah… justru setelah itu gak jadi tidur.. karena anakku ngajak main game bareng… ya sudah, untuk satu hal ini, aku ikhlas batal tidur, daripada dia nge-game tanpa kontrol…

    [Reply]

  • wakakaka.. aku baru tau kalo nama bang MT ini sebenernya Bang Namun :D

    *digetok*

    salam dari bang namun… di fesbuk dia belum add kamu ya?

    [Reply]

  • dodo

    Wakakak….taqdir buruk memang gak salah sasaran….wakakak golput jadi pilihan…tapi pengen hidup nyaman…damai…aya-aya wae…dodo

    hehehe… kalo nggak ikut pemilu emang namanya golput ya? kalo saya sih, nggak ikut karena nggak ada yang mendaftarkan… karena hidup di jalanan melulu sih… hihihi thanks udah mampir

    [Reply]

  • getok

    Lain kali ketika abang ada di posisi seperti itu (marketer), abang akan merasakan hal yang sama :D

    hehe… bener juga… tapi aku berdoa, semoga tidak menjadi marketer politik ah… mending nawarin chlorophyll aja hehehe… tengkyu ya!

    [Reply]

  • Azra

    Emang begitu mas salesman bekerja. Mas tidak perlu gondok karena udah kewajiban kita menghormati tamu.

    iya, sekarang sih sadar. tapi saat itu benar2 lagi nguantukkk. makasih ya

    [Reply]

  • karedokboy

    pasti itu program nyang sejuta rumah ya….
    harusnya langsung disikat habis aja….dilarang bertamu setelah subuh (pagi2 hari) dan setelah dhuhur (krn istirahat)…katanya partai yg bernapas agama, tapi koq tidak tahu adab bertamu ya… :-)

    gitu deh… semoga Tuhan memaafkan kekhilafannya….

    [Reply]

  • walah..

    pe ka es nih..?? :lol:

    hehe… kebetulan bukan pe ka es… tapi yg lainnya… :p

    [Reply]

  • rice2gold

    orang akan berbondong-bondong terhadap kebaikan jika kebaikan tersebut dirasa menguntungkan dan akan meninggalkan jika dirasa tidak menguntungkan baginya, dan orang-orang seperti ini biasanya malas dan bahkan tidak mau untuk berjuang. seperti yang disitir dalam Al-Qur’an.

    apakah berjuang hanya melalui partai? bagaimana dengan mereka yang setiap harinya mengurusi anak yatim, pesantren, dll, yang nyata terasa di masyarakat, tanpa bawa-bawa bendera partai?

    Menghormati tamu adalah perilaku yang merupakan suri tauladn dari rasulullah.

    eh iya… benar. Rasulullah memang suri tauladan dalam menghormati tamu, dan sangat tahu diri kapan saatnya bertamu, apalagi beliau SAW, selalu memberikan kesempatan bicara kepada para sahabatnya…. anda benar.

    Tentunya mas akan dengan mudah pula untuk merobek dan membuang seluruh legalitas yang mas miliki yang diterbitkan oleh negara ini. ha…ha….ha…tapi saya yakin mas tidak punya nyali untuk melakukan itu.

    anda menyitir agama dan meminta orang lain tak syak wasangka, tapi ternyata berprasangka buruk juga terhadap saya…. ngaca tuan! Bahkan anda yakin terhadap prasangka anda. wah, dahsyat ternyata anda tak sanggup menyarankan diri anda sendiri hahaha….

    Tapi tenang saja mas, mau memilih ataupun tidak memilih anda termasuk orang yang diperjuangkan oleh orang2 yang yang memang dengan tulus memperjuangkannya………

    amiin… semoga Allah menerima ketulusannya

    untuk para komentator hilangkan syak wasangka, iri dan dendam, mari kita introspeksi apa yang telah kita perbuat untuk diri kita sendiri dan bangsa ini.

    hehehe, kaburo maktan….. anda lebih hafal deh…

    ” berusah untuk selalu tersenyum”

    Jabat erat! smile for you… :)

    [Reply]

  • langkah yang tepat om

    [Reply]

  • hihi.. ayak ayak wae.. ^o^
    visit: passer-kumpulan artikel menarik

    [Reply]

  • hallo bang namun
    SMART asyik juga nih :)

    [Reply]

  • hehehe… menurut loe, gagaimana dengan tamu yang sekarang ini nyaris setiap hari memperlihatkan wajah putus asanya di hadapan saya?

    oh… yang sudah 2 minggu itu?? itu tamu tokh…. kirain pajangan oleh-oleh dari padang. :)
    gimana juga ya… kemarin itu orang juga bikin eneg bini gw. padahal sehari sebelumnya kan kita bertiga bicarakan soal bagaimana cara ortu dalam menyikapi laporan anak yang berat sebelah…. eh sikapnya ternyata tak sesuai dengan omongannya ketika berhadapan dg bini gw tuh…. :p
    jatah bertamu, kalo nggak salah cuma 3 hari doang kan ya? itu kalo orang paham etika bertamu lho…

    [Reply]

  • CR

    hari sabtu kemaren gw juga didatengin tim sukses dari partai komunis sejahtera wakto lagi kongkow2 di pos keamanan. kasian juga dia ngomong ngalor, ditanggapinnya ngidul sama orang-orang di pos. tapi lucu juga ngeliat kesoktahuan dia ketika menjelaskan makna pemilu… :D

    [Reply]

  • rice2gold

    u/1. maaf mas dalam komen saya gak ada satupun kalimat partai…..coba deh cek lagi.
    u/3. terimakasih atas nasihatnya, karena sesungguhnya satu jari menunjuk keorang lain 3 jari menunjuk pada diri saya sendiri. tapi ternyata andapun tidak menjawab secara tegas?????
    u/4. siip dah, saya juga mengharapkan seperti itu juga, karena saya seperti anda

    Dibalik itu semua mudah2an tak ada niat yang tak baik dari diri saya terhadap anda, terimakasih atas kunjungan baliknya……..be smlie !!!

    [Reply]

  • Wakakakakakka!!
    Saya juga nggak doyan kartu nama dan brosur :D Duh saya malah berharap punya kesempatan ngobrol langsung dengan caleg, … Pingin tau juga apakah aslinya sekeren tampilan reklamenya :D

    [Reply]

  • Top dah MT. Trus jabat erat ya.
    Eh, nitip, dua komen yang ada di buku gratisanmu itu, delete salah satunya ya, sori.

    [Reply]

  • aduh ingin tidur 2 jm saja tanpa ada gangguan malah datang yg tidak harapkan he he he,aku suka jawaban yg terakhir jujur apa adanya,tetapi mf ku jg sempat membaca perbincangan ms dg rice2gold dan komen yg ke2nya.tp jujur malah g ngerti aku ha ha ha maklum.

    [Reply]

  • adhieputra

    bang, namun….

    [Reply]

Trackbacks

  •