TV Paska Nyontreng
Aku duduk menonton berita-berita di TV. Menyimak kabar endonesya setelah Hari Nyontreng Nasional 9 April 2009. Masih saja dugaanku tentang fenomena pasca pesta demokrasi menjadi berita buruk, yang mencoreng muka bangsa.
- Partai yang tidak mendapatkan suara sebanyak yang diharapkan, masih saja protes dan menggalang massa. Sikap infantil seperti ini malah menambah repot banyak orang, terutama KPU.
- Serangan Fajar masih saja terjadi, walau ada juga rakyat yang cerdas (menerima uang tapi tak menyontreng si pemberi uang). Ini masih membuktikan, betapa caleg/partai di endonesya masih bodoh dan membodohkan.
- Sekelompok tukang ojeg membakar kotak televisi karena TV yang diberikan oleh seorang caleg, diambil kembali karena hanya dapat 3 suara. Inilah kualitas moral salah satu caleg kita, yang memberi untuk mendapatkan lebih dari yang diberikan.
- Seorang (dan beberapa) caleg mulai mendatangi “orang2 pintar” karena stress akibat tak mendapatkan suara yang bisa membuat mereka hidup dari fasilitas sebagai anggota legislatif. Ini realitas, betapa kekuatan harapan tak sebanding dengan kekuatan mental spiritual.
- Masih banyak warga yang tidak mendapatkan surat undangan untuk menyontreng. Padahal Pemilu 5 tahun yang lalu mereka ikutan. Ini bukti, masih adanya manipulasi dalam sejarah Pemilu negeri ini.
- Para petinggi partai makin menjajaki koalisi agar bisa mendapatkan kursi. Argumentasi “demi pemerintahan yang baik” mereka kemukakan. Sampai kapan negeri ini dibagi-bagi oleh kepentingan politisi.
- Protes, curang, tipu-tipu, stress, gila, dukun, uang, adalah potret demokrasi bangsa yang tak pernah benar-benar belajar untuk menjadi lebih dewasa.
Kuganti saluran TV, menikmati highlight Liga Champion. Diulas pertandingan antara Liverpool vs Chelsea. Liverpool kalah telak. Tapi para pemainnya tetap memeluk dan berjabat erat dengan rivalnya, mengucapkan selamat atas kemenangan yang diraihnya. Sang manajer yang mendapatkan kemenangan, tak tinggi hati, ia tetap memuji kualitas permainan lawan yang cukup merepotkan skuadnya. Kalah dan menang, adalah resiko dari usaha. Hati mereka lebih luas dari lapangan tempat mereka berjibaku mencari kemenangan.
Para caleg dan orang-orang partai di negeri yang luas ini, ternyata hati dan otaknya sangat sempit. Bahkan lebih sempit dari lipatan dompet kulit bulukan!























Hmm.. Itulah salah satu fenomena sosial di negeri ini. Dan.. Chelsea.. Melajulah..
[Reply]
hidup chelsea lah…..
gak usah mikirin contreng …
[Reply]
yang salah siapa…
untuk champion MU juaranya…amin..
untuk indonesia rakyat jelatalah juaranya…
[Reply]
klo salak yang disangka jeruk itu termasuk caleg yang stress bukan?
[Reply]
mengapa para politisi itu tidak belajar dari pemain liverpool ya
[Reply]
mendingan ngopi2 bro
daripada nonton mereka
[Reply]
Lapang dada aja,
[Reply]
menerima ap adanya
[Reply]
katanya golput???….gatel yah??? he…he…he…peace!!!!
[Reply]
hehehe… soal liga champion, smg gus dink berhasil memimpin chelsea menuju puncak, walau ada kekhawatiran dg statusnya sbg spesialis semi final…
buat rice3gold, saya belum pernah menyatakan diri sebagai Golput. coba deh dicek ditulisan2 saya, paling hanya mengulas golput, atau pernyataan “nggak milih di sini”… karena sudah terdaftar di kota lain, hehehe….
tapi memang nasib, ternyata, walau sudah terdaftar sbg DPT, aku nggak dapat surat undangan untuk memilih waktu tgl 9 kemarin. jadi… ya terpaksa nggak nyontreng, walau tetap nongkrong di TPS sebagai pemantau.
ternyata, yg sudah terdaftarpun tak memungkinkan untuk tak punya hak suara, apakah ini yg namanya digolputkan oleh sistem?
[Reply]
tetep kan kang?? kekekekke
[Reply]
Awas, Bang. Jangan ikutan stes. Semewah apa pun RSJ, jangan mau nginep di situ biarpun cuma sehari. Biarin aja mereka…kita mending ngopi!
[Reply]
Pemilu tlah lewat tapi buntutnya masih terasa hingga kini
[Reply]
klo saia mah capek liat saluran TV bntr2 masalah pemilu
duuhh
[Reply]
bola lebih menarik memang.
setuju sekali
[Reply]
Lagi ngomongin bola?
[Reply]
betul mas menyedihkan kalau melihat berita sepanjang waktu tentang indonesia.
apa lg melihat kelakuan caleg, yg smakin ga karuan. mending melihat aksi para pemain LA Liga, yang menghasilkan uang (hehe.. canda)
salam kenal
[Reply]
gpp mas..hiburan TV makin menarik dan lucu,…geli lihatnya…
yans
http://yans.blogdetik.com
[Reply]
Ya, masih ada untungnyalah. Bisa dibayangin kalo para caleg yang model begitu sampe kepilih jadi anggota legislatif. Bisa-bisa gunung Merapi meletus. Paling nggak bencana yang “mengintai” besok bisa dikurangi. He..he jadi ikutan ngoceh seperti mama Loren nih.
[Reply]
Lho, MT, bukannya klo dah ada di DPT tetep berhak milih meski gak dapat undangan? Ngapain susah2 nyusun DPT klo akhirnya gak kepake?
Eh, emang ngecek DPT-nya di mana sih? Di RT/RW setempat bisa gak? Soalnya, aku yang dah biasa gak “dihitung” di RT untuk urusan2 beginian, kemaren ternyata dapat undangan milih.
[Reply]
Very nice site! cheap viagra
[Reply]
An added important part is that if you are a senior citizen, travel insurance regarding pensioners is something you need to really look at. The older you are, the harder at risk you might be for making something terrible happen to you while in another country. If you are not necessarily covered by a few comprehensive insurance plan, you could have quite a few serious challenges. Thanks for expressing your suggestions on this web site.
Drivers for notebooks toshiba
[Reply]