Ibu
Malam sabtu yang lalu, kebetulan ngumpul dengan Alux dan CR. Jadilah kami bernostalgia menyanyikan lagu-lagu yang pernah kami kulik bareng ketika masih muda. Beberapa lagu yang kembali dinyanyikan adalah, Senja di Kota Hujan, Terbang, Lagi Marah, Ibu, dan lainnya yang sempat direkam sbg album demo Fabian Folklore, di studio 9 bantar kemang, tahun 1998 dulu.
Ini lirik lagu IBU yang dibuat Alux el Fabi. Lagu ini sengaja kuposting karena kami adalah orang-orang yang mencintai ibu kami. Ibu bagaikan matahari kala gelap. bagaikan bulan kala malam tanpa cahaya. bagaikan gerimis kala panas menerpa. ibu, adalah makhluk Tuhan yang paling dihormati…
di atas derik lapuknya dipan papan
di antara bising kereta lewat
di antara redup tarian pelita dinding
di antara sayup erang menyayat
aku kan temui alam baru
asingnya samudra hidupSaat sebuah tangan halus menarikku
saat rasa sakit, kau kepalkan tanganmu
saat kau menjerit untuk sebuah harapan
dapat memberikan dunia senyuman
saat itu satu jiwa telah rela, tuk pergi
oh ibu kau wanitaku
setetes air matamu jatuh
mengiringi jerit tangisku
dan tanganmu tak sanggup lagi
tuk membelai apa yang selama ini kau jaga
rekaman video (live) bisa dilihat di facebook MT.






















hmmm……
Lirik lagunya bagus….
[Reply]
Lirik yang menyentuh sabat
Aku jadi kangen ibuku
Moga sukses slalu sobat!
[Reply]
kangen pula aku dengan ibuku…
[Reply]
apalagi aku
ternyata ini diposting sehari sebelum aku ulang tahun
[Reply]
Catatan Menjelang Karnaval Blog MTBI
Pertama, saya wajib mengucapkan terima kasih kepada teman-teman narablog yang telah mengirimkan artikel untuk meramaikan acara Karnaval Blog : Minum Teh Bersama Ibu. Artikel yang masuk cukup banyak, yaitu 50 naskah. Artikel yang dikirimkan ada yang berupa, Esai, Fiksi, Puisi, atau Ringan Interesan. Semua bagus, dan itu telah membuat saya kesulitan mana yang akan ditampilkan dalam karnaval nanti.
http://guskar.com/2009/12/13/catatan-menjelang-karnaval-blog-mtbi/
[Reply]