Matahari Telah Pergi

Mencoba berdiri tegak
di atas tanah yang retak
mencoba berjalan lurus
di atas tanah yang licin

terlalu lama hilang arah
terlalu lama tak berdaya
terlalu lama terpenjara

melihat diri di kaca
mataku kosong dan hampa
wajahku terasa asing
hidupku terasa kering

aku dilingkari api
sia sia menghindari
aku terbakar,
aku teriak dianggap gila
aku mengaku dianggap dusta

oh, aku letih,
sudah terlalu letih
aku pergi

matahari telah pergi
di saat aku sedang menyanyi
hari hari telah pergi
membawaku ke yang abadi

selamat jalan …

kubakar diriku untukmu
kuserahkan diriku untukmu
kuberikan semua yang kumiliki
terbakar aku terbakar

selamat jalan …

dengar lagunya : sawung_jabo-matahari-telah-pergi


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

8 Responses to “Matahari Telah Pergi”

  • Julie

    Tak ada lagi cahaya

    gerhana :)

    [Reply]

  • aku dilingkari api
    sia sia menghindari
    aku terbakar,
    aku teriak dianggap gila
    aku mengaku dianggap dusta

    oh, aku letih,
    sudah terlalu letih
    aku pergi

    Saya suka lirik bagian ini… :-)

    begitulah pergulatan hidup. banyak orang tak memahami apa yang kita maksud. lagu-lagu Jabo, banyak menginspirasi saya lho! hehehe promosi!

    [Reply]

  • matahari telah pergi…. hemm… berarti hilangnya kehangatan bro.

    kata mas Jabo, ada yang lebih Sejati daripada matahari, yakni Sang Abadi

    [Reply]

  • CR

    yang pergi mataharitimoer atau mataharibarat?

    matahari di tengah hari bolong :)

    [Reply]

  • walau matahari pergi bukankah masing banyak bintang2 yg lain yg bersinar terang menerangi hatimu sahabat? ^_^

    [Reply]

  • aku mencoba menyelami kata2mu kang, belum jg mampu..

    akupun tak selalu mampu, eyang

    [Reply]

  • puisi yg dahsyat

    [Reply]

  • Oeban

    “Perhatian & Kasih Sayang” Dia lebih “indah” daripada anugerah yang dihadiahkanNya kepada kita. Seakan Dia berkata kepada para malaikat, “Tahanlah, tunda pemberian kepadanya, karena Aku merindukan rintihannya”.

    hanya DIA yang mengerti rintihanku. thanks my friend!

    [Reply]

Trackbacks

  •