4 Langkah Menulis
Ketika memberikan pelatihan Go Blog with Blogdetik di SMKN 1 Cibinong, aku meminta peserta menuliskan apapun yang dipikirkannya, meskipun yang ditulis adalah “aku tak tahu apa yang mau kutulis“. Semua peserta menulis dalam waktu singkat: 3 menit saja. Sengaja aku berikan waktu singkat, karena biasanya dalam keadaan terdesak, alam bawah sadar menjadi kekuatan yang tak terduga. Akhirnya, dalam 3 menit, mereka sudah membuat posting-an pertama di blognya masing-masing.
Usai pelatihan, seorang peserta mendekatiku. Ia adalah peserta yang sempat menyatakan diri tak pandai menulis. Namun akhirnya, iapun dapat ngeblog dengan tulisan pertamanya. Ia bertanya tentang cara agar tak kehabisan ide menulis.
Sebenarnya aku tak punya teori untuk menjawab pertanyaannya. Tapi bagaimanapun, sebuah pertanyaan menuntut jawaban. Aku jelaskan saja bagaimana caraku sendiri dalam menulis blog. Hanya 4 poin yang kusampaikan.
1. Teguhkan!
Ide tercetus jika seseorang meneguhkan diri untuk selalu menulis. Entah terkait atau tidak dengan kecerdasan seseorang, - yang kutahu - orang yang tidak biasa menulis, apalagi yang tidak suka menulis, tak akan menangkap ide dari segala peristiwa yang ada di sekitarnya maupun yang dialaminya. Berbeda bagi seorang penulis, atau siapapun yang memicu, memacu, dan melecutkan dirinya untuk selalu menulis. Orang seperti ini akan cepat menangkap ide. Bahkan tidak jarang mereka tak sempat memikirkan sebuah ide, namun ide itu tercetus begitu saja di kepalanya.
Ketika terjadi konflik antar dua orang karyawan di kantor. Si A hanya mengabarkan kepada teman-temannya tentang kejadian tersebut. Namun si B, menangkap ide lain. Ia menulis tentang masalah pertemanan, hubungan antar pegawai, tenggang rasa, prasangka, prototipe pegawai, raut wajah dan kejujuran, persahabatan, perselingkuhan, dll. Dari sebuah kejadian, si B menghasilkan banyak ide tulisan.
Wajar saja si B memiliki letupan ide yang lebih kaya ketimbang A, karena B terbiasa menulis dan meneguhkan dirinya untuk selalu menulis. Apalagi si B ngeblog, sedang si A cuma “fesbukan” saja.
2. Catat!
Catat letupan ide, sesepele apapun. Ketika meletup sebuah ide di kepala kita, catat! Jangan biarkan letupan ide diingat-ingat saja. Letupan itu itu saya ibaratkan sebuah percikan kembang api. Banyak sekali percikan yang muncul. Kalau hanya diingat-ingat saja tanpa dicatat, dijamin akan terlupakan begitu saja. Terserah mau dicatat di kertas ataupun handset.
Jangan pernah berpikir bahwa ide yang muncul tak berharga. Jangan anggap sepele sebuah ide. Ketika muncul ide menulis tentang seorang teman yang membeli Brem di pasar Beringharjo Jogjakarta, aku langsung mencatat dalam satu kalimat: “Alux nawar nenek penjual brem”. Catatan tersebut adalah pengait ingatan. Aku langsung mencatat nama temanku, yang dilakukannya, dan pihak kedua, yaitu sang nenek. Sekilas, catatan itu amat sepele. Ngapain juga aku nulis tentang teman yang beli brem. Tapi, karena aku tak menganggapnya sepele, maka jadilah sebuah tulisan yang berjudul Sang Nenek yang Tjerdik.
3. Lakukan!
Jika ide sudah tercetus, bahkan sudah dicatat. Tinggal satu hal yang harus dilakukan, yaitu mulailah menulis! Jika boleh diprosentasekan, sebenarnya kekuatan ide itu hanyalah 20% saja. 80% adalah action! Menulis! Dengan sering menulis, sadar atau tidak kita telah belajar meningkatkan kemampuan menulis. Memang ada teori tentang menulis, tapi tetap saja efek teori hanya 20%. Sisanya adalah kesungguhan kita untuk beraksi, melakukan apa yang mestinya dilakukan. Jika anda ingin tetap menulis, atau menjadi seorang penulis, maka menulislah. Menulis adalah mengurai ide yang telah kita catat.
Dalam menulis, jangan terpenjara pada diksi. Dari pada membuang-buang waktu memikirkan kata-kata yang indah, puitis, keren, inkonvensional, mending mengucurkan kata apa adanya. Tulis saja apa adanya dengan bahasa yang paling kita mengerti. Menulis dengan bahasa sendiri biasanya lebih mengalir, lebih lancar, lebih asyik!
4. Membaca!
Yang keempat ini hanya poin tambahan saja. Sebenarnya tiga langkah di atas sudah cukup untuk menempa diri menjadi makhluk Tuhan yang paling sexy gemar menulis. Tapi sekali lagi, jangan anggap sepele. Dengan membaca, pengetahuan kita akan bertambah. Wawasan menjadi lebih luas. Kepongahan kita akan tereliminasi.
Membaca karya orang lain bukanlah sekedar mempelajari cara menulis, tata bahasa, dan gaya penulisan. Ada yang lebih penting dari itu, yaitu belajar menyadari perbedaan. Ingat! Bukan hanya anda yang menulis. Bukan hanya anda yang punya opini. Semua orang punya kemampuan dan pemikiran yang berbeda. Dengan membaca, kita bisa “Ngeh” terhadap pluralitas.
Begitulah jawaban saya tentang 4 langkah yang mesti dilakukan jika seseorang mau menjadi penulis ataupun blogger. Terserah bagaimana anda mendefinisikan, yang jelas keduanya sama-sama menulis.





















setuju…utk poin 4, aku pikir juga sgt penting… krn ada kalanya ide postingan justru muncul setelah kita membaca…
[Reply]
makasih nasehatmu kawan….semoga aku tetap mengamalkannya
[Reply]
tulislah apa yang kau rencanakan
namun yang lebih penting lakukanlah apa yang kau tulis
kata2 yang tak pernah kulupakan
[Reply]
kiat ug bagus…:)
[Reply]
Ingin q mencoba mempraktekkannya.
thanx info na.
[Reply]
salam satu jiwa…..kenalan yah….
[Reply]
mantab…
[Reply]
aku sihom ,hp ku sonyericsson k510i aku tdk bisa lepas dr hpku karena setiap saat hp ku pasti mendering memanggil utk keperluan kantor atw teman dan sahabat membutuhkan aku.Tapi suatu hari aku merasa jenuh dgn kesibukan ku berHP dgn alasan hanya informasi yg kudapat terbatas.suatu hari aku kecounter utk mengisi pulsaku kulihat ada beberapa kartu perdana berjejer dipajang di etalase seteling kaca.dan aku ingat ada diantara operator perna menawarkan kemudahan untk akses internet yg biaya dan hasilnya memuaskan,berpikir aku ‘bisa gak aku ngenet dgn fasilitas hp yg ada ini..?ah..penasaran aku.kemudian dgn modal pengetahuan membaca dari brosur iklan disampul salah satu kartu perdana tersebut,aku coba utk mengikuti aturan dan petunjuk bagaimana untk mengaktifkan GPRS dan berinternet melalui HP.singkatnya awal Ramadhan aku coba membuka settingan GPRS dihpku dan dengan rasa sangat ingin tahu aku trus mencoba bagaimana agar aku berhasil melanglang di dunia maya ini.akhirnya tepat tengah malam di layar HP ku muncul sebuah pemandangan yg sungguh aku tdk percaya..ups..! aku berhasil..aku berhasil..WELCOME TO GOOGLE…dan aku melompat kegirangan..,tak sadar istriku terbangun kaget seraya berkata…’aduh Ayah ini..kok begitu si bangunin masak sahurnya..uda telat ni..dah hampir imsyak..gmana sih ayah ini…’astaga..hampir smlaman aku gak tdur…ga makan sahur lagi.beberapa hari berikutnya..aku semakin lihai memainkan ibu jariku mengutak atik tuts dihpku.Dan suatu ketika kutemukan web yg menawarkan internet kecil dihp.kutemukan sudah dalam waktu yg sangat singkat..’internet mini versi hp..OPERAMINI 4.2 dan yg paling memuaskan lagi aku bisa mengakses berita cepat dgn membutuhkan waktu 30 detik..semua wawasan,berita terpanas..sampai dgan saran dan komentar..pilpres sudah aku komentari.,bahkan karena luapan emosi keluar juga kritikan keras kepada salah satu kandidat CAPRES N CAWAPRES..’mau jadi pemimpin kok memprovokatori rakyat..’itu di DETIKNEWS.COM..Dan tdk terasa hampir satu tahun setengah aku sudah melalang buana di dunia maya ini..”memang aku masi agak GAPTEK juga si..”! tapi aku bangga dgn kerja dan pengetahuanku sendiri..alhasil kawan2 yg ingin mensetting internet di HP semuanya pada minta tlg..gratis lagi ha ha ha…yah itulah sekelumit tentang ”AKU MENGENAL DUNIA MAYA ”ini..tapi aku juga berterimah buat detiknews..berkat nya aku telah jadi orang yg lebih dulu mengetahui situasi kabar diseluruh dunia…semoga detiknews..tetap jaya…..
[Reply]
Untuk poin ke dua sama dengan aku, begitu ada idea melintas atau inspirasi buat nulis aku langsung tulis di notes, jika ada waktu luang maka aku kembangkan idea itu menjadi suatu essay atau opini atau apapun bentuknya sehingga terciptalah satu postingan
[Reply]
@ SIHOM: panjang amat kek postingan
[Reply]
@sihom: dah buat blog aja bro
[Reply]
Betul skali, begitu ada ide sbaiknya lngsung di tulis karna kalo ngk pasti bs lupa apalg untk org yg sama skali ga bs bkn tulisan yg bgs kyk aku ini..
jadi ini sngt bermanfaat bro thanks bnyk
[Reply]
Langkah-langkah yang jitu
saya akan terus berlatih dan berlatih lagi untuk bisa menjadi seseorang yang senang dan terbiasa menuliskan apa saja yg ada di dalam kepalaku
[Reply]
menulis!, Cukup 4 M kok!, Menulis, menulis , menulis dan Membaca.
[Reply]
sedikit share.. gw juga dulu paling anti menulis karena merasa kesulitan memilih bahasa dan takut tidak layak dibaca… tp kemudian dpt masukan dari teman yg penulis kalo menulis seperti bercerita aja.. ngga usah mikirin bahasa yg indah yg penting jadi diri sendiri aja *sama kek yg lu tulis diatas*
dan dari situlah gw memulai dan bisa jadi blog just another place 2 share itu hehehe…
btw jgn lupa add YM gw : dhie_yank
ada yg mo gw sampein ttg virtual credit card .. atau coba cek ke blog suami malas..
[Reply]
multitalent! kadang aneh melihat ente! Kapan waktu jadi guru, jadi konsultan, tukang serpis, nulis buku, ngamen, travelling, bahkan sampai mengurus kambing dan sapi…. aneh!
[Reply]
Kalo aku yg dikasih waktu 3 menit, aku cuma akan nulis ini: aku suka tulisan2 di blog Matahari Timoer. Menginspirasi. Mencerahkan. Masuk ke hati. Sederhana tapi dalam.. d.~
[Reply]
ya.. just do it….
yang penting ada niat kuat untuk bisa menulis bagus…
[Reply]
persoalannya bung…bagiku adalah bagaimana menjahit sekian ide itu menjadi secarik cerita. Kadang dari sekian ide yang tercatat sempat juga mampat dan tak mau keluar….
apa yang harus say lakukan?….(kasi jawaban ya…)
[Reply]
Mas, go blogging di kotaku donk..pangkalan bun, kalimantan tengah.
Disini sepertinya perlu pembelajaran blogging.
Peminat blog sih banyak. Tapi ilmu blogging ga ada.. alias bingung dgn blog.
[Reply]
mantap sharing ilmunya….!Thx a lot…
[Reply]
mksh’a ats ilmu’a
[Reply]
selalu motivasi aku
[Reply]