kanvas putih
Di bawah pendar purnama di tengah malam Ramadhan, aku teringat sebuah lagu lama. Dulu aku sering menyetelnya di kamar kosku. Kasetnya (Sirkus Barock) kubeli di toko kaset di lorong bawah tanah, ketika Terminal Blok M baru saja diresmikan. Lagu ini menyeretku pada sebuah perenungan tentang pergulatan hidup yang dijalani oleh setiap anak manusia.
Kanvas Putih (Sawung Jabo)
Kanvas putih di hadapanku
Mataku menembusmu
Kanvas putih di hadapanku
Kudapatkan tubuhkuBagaikan lukisan hidup
Yang berbingkai dan bertepiCoretan warna memenuhi ruangmu
Ruang adalah pelepasan hasrat semata
Bagai tong sampahKanvas putih kau pasrahkan dirimu
Untuk dicoret dengan bermacam warna
Tapi itulah nasibmuReffrain:
Kanvas putih bagai kehidupan
Bedanya kau bertepi
Sedangkan kehidupan ini
Tak berujung tak bertepiNamun kau selalu hadir di hadapan mereka
Mereka yang membutuhkan dirimu
Untuk meluapkan perasaannya
Seringkali kau dibuang dan ditertawakan
Karena kau tak menghasilkan yang berarti
Tapi itulah nasibmu!Back to Reff























jadi inget lagu.. jilbab jilbab putiiihh.. lambang kesuciaaan…
[Reply]
coretkan warna warna yang indah di atas kanvas putihmu
[Reply]
Hmm…
Mampir baca2 sambil cari2 pengetahuan baru…
Salam..
[Reply]
Lagu lawas, biasanya dalem bgt tu liriknya, lam kenal
[Reply]
Nasib, nasib…..
[Reply]
wah, aku belum pernah dengar. :’(
[Reply]
aku punya kasetnya
[Reply]
baru tau ada lagu tsb
[Reply]
__matahari aio sahuur dulu…bri suka kanvas juga lagunya
__
[Reply]
yg g tau lagux its mean angk.muda en yg tau angkatan 45 kyk aku hehe :p
[Reply]
kanvasnya atau lukisannya yang merupakan kehidupan? kehidupan kita dan dunia beserta segala isinya yang kita anggap tidak bertepi, ternyata juga juga ada batas dan akhirnya. Yang tidak bertepi hanya “DIA”.
[Reply]
Seapakat dengan mas Oeban, kehidupan di dunia ini tentu saja ada ujung dan batasnya. Kehidupan akhirat lah yg tak berujung dan tak bertepi…
Lagu-lagu lawas memang biasanya penuh makna, dan saya paling suka lagu-lagunya Ebiet G Ade. Hingga sekarang saya tak pernah bosan mendengarkannya. Karena begitu banyak pesan yg bisa diambil dari lirik-liriknya…
[Reply]
Kanvas yang malang, dicoreti lalu diserapahi. Padahal jelek-jelek karya si pencoret sendiri.
Pernah dengar beberapa lagu Sawung Jabo tapi yang ini belum.
[Reply]
di manakah kanvas putih berada?
[Reply]
@ CR : makanya kalo nyimpen kanvas yang bener! kalo perlu kan jadi gampang carinya!
[Reply]