Pakaian Pengaruhi Penilaian
Aku mengantar seorang teman yang kepincut dengan kendaraan yang baru launching, dalam sebuah pameran otomotif. Ia sudah menyiapkan segepok uang senilai 30 juta rupiah, yang disimpannya di dalam tas pinggang. Iapun selalu membawa dompet berisi ATM 2 bank, untuk berjaga-jaga andai kekurangan DP. Kami berdua memasuki area pameran kendaraan itu.
Ia menyentuh mobil impiannya itu sambil mengungkapkan keunggulannya, sejauh yang ia pahami. Meskipun kurang paham dengan istilah otomotif, aku mengiyakan semua pernyataan temanku. Yach, sekedar membuatnya bahagia karena sebentar lagi akan punya mobil impian.
Temanku bertanya kepada seorang perempuan cantik yang menjaga stand mobil tersebut. Namun beberapa kali mendekat dan bertanya kepada perempuan cantik yang lainnya, ia selalu ditinggalkan. Para perempuan penjaga stand itu lebih suka mengejar pengunjung lain. Temanku menggelengkan kepalanya, lantas kabur dari arena. Di luar ia ngedumel , “Lha itu SPG sombong banget! Mentang-mentang penampilan kita dusun, nggak dianggap berduit!!!” Aku mencoba menenangkan kemarahannya.
Kupikir, wajar saja kami berdua selalu dihindari oleh SPG. Kebetulan saat itu kami hanya mengenakan kaos oblong dan bersandal jepit. Belum lagi rambut kami yang acak-acakan karena jarang pakai minyak rambut dan tak selalu bawa sisir. Bisa jadi SPG itu mengira kami orang jahat yang hendak melakukan perbuatan tak senonoh padanya.
Ternyata penampilan/berpakaian itu menentukan penilaian orang. Aku pernah mengalami juga ketika mengenakan baju muslim waktu Jum’atan. Sepulang dari masjid, aku langsung menepati janji ke kantor teman. Sampai di sana, beberapa orang kantor memanggilku dengan awalan ustadz. Mungkin dengan mengenakan busana muslim, aku kelihatan lebih santun dan religious. Hm…. Begitulah kehidupan. Kadang hal-hal yang kita anggap sepele, jadi begitu penting untuk sesekali direnungkan.





















Wah pengalaman yg berharga…memang terkadang orang masih memandang dari tampilan fisik…Tapi yah tak salah juga sih, karena kebersihan dan kerapian memang akan melahirkan kepercayaan orang pada tahap pertama perkenalan…Dan selanjutnya ya terserah anda
[Reply]
pernah paman saya mo beli mobil baru (angkot) malah diusir karena pakaian jelek dan aga lusuh padahal dia bawa uang cash (baru) dalam kantung plastik hitam, coba saja orang dealer itu meluangkan sedikit waktu untuk bertanya mungkin keuntungan dia akan bertambah dari orang-orang yang tidak dia “lihat”.
[Reply]
Kata simbah ku dulu:
“Ajining diri gumantung ing Lati
Ajining rogo gumantung ing busono”
[Reply]
kadang orang akan merasa kita hargai bila kita mau berpenampilan rapi…:)
[Reply]
Waduwh, susah y jd org kyk aq?
Q sukanya b’pakaian apa adany, yg penting bersih, rapi dan wangi, wlo sering ga match antara bagian atas ‘n bwh, malah kadang asal pake z.
[Reply]
kenapa nggak cuci kaki pake teh botol or coca cola di depan tuh spg?
[Reply]
@CR : hahaha… itu mah tetangga lo si betokaw
[Reply]
sikap SPG yg begitu ga patut di tiru! Yg menilai seseorang hanya dari penampilan aja. Berpaikan ga harus yg harga mahal yg penting bersih.
[Reply]
Cuek is de bes
[Reply]
pras off line dulu…gw mau telepon, soal terjemahan.
[Reply]
terjemahan yang kedua, besok pagi gue imel ke S39 ya! malam ini proses editing…
[Reply]
Penampilan menurut saya sedikit banyaknya menggambarkan isi dalam, meski enggak sepenuhnya tepat (jadi enggak bisa juga menilai orang lewat penampilan saja).
[Reply]
walah ada transaksi juga di sini kang?
[Reply]
kalo belum kenal, terkadang liza juga lihat orang dari penampilannya. kalo penampilannya kaya preman, pasti langsung kabur, takut diculik.
[Reply]
Blog ini telah di kunjungi dalam rangka membuat rekor blogwalking terbanyak dalam 1 hari dan menulis komentar dalam 1 hari dan anda di mohon untuk memberikan dukungan pada saya dengan menulis komentar
di sini
Terimakasih
[Reply]
terimakasih telah mengunjungi blog saya yaaa
[Reply]
pegel
pegel
pegel
pegal
pegal
pegal
kesel
kesel
kesel
menulis tiga ratus komentar dalam satu hari
dalam seratus blog
di sini
[Reply]
jadi mulai sekarang jangan salahaa kostum lagi yahh hehehee…
pakabar bro?lama gw ga blogwalking
[Reply]
Yg jelas, selalu tampil yg terbaik. Meskipun gak harus yg mahal…
[Reply]
bilang aja bang kl mau transaksi hr itu juga dan cash. ada saudaraku yg cerita kl di bank tpt dia bkerja di jawa timur, nasabah tbesar adalah mereka yg bpenampilan seadanya. kl lg setor duit mereka cuma pake sandal jepit dan kaos lusuh,tp nenteng tas kresek isi uang ratusan juta…tnyata juragan tebu..makanya ada pepatah don’t judge the book by its cover.
[Reply]
Di negara kita penampilan luar bener2 di lihat bgt, padahal lebih bagus penampilan hati kita
[Reply]