Menuntaskan Misi Tuhan hanya dengan 5 Tulisan
Tulisan ini dipersembahkan untuk almarhumah Puri, seorang teman baru di Kompasiana. Penampilan kompasioner yang bernama lengkap Puriwati Purasari Andono di Kompasiana memang terbilang baru. Postingannyapun hanya 5 artikel saja.
Ia memang hanya sebentar hadir di Kompasiana. Tapi daya hidupnya tak akan pernah mati. Jika kuperhatikan tulisan pertamanya yang berjudul, “Upss… Salah Sangka!!” terbayang sikapnya yang amat positif dan tetap ceria setelah mengetahui bahwa ia terserang kanker payudara. Ia bercerita dengan apa adanya, lugas, dan bersemangat. Aku yakin kalau semangat itu menular. Karena itu, tulisan pertamanya itu amat penting ditularkan kepada semua penderita kanker, khususnya kanker payudara.
Pada tulisan kedua yang berjudul “Siapa yang kasih Tuhan pahala atas kebaikan-Nya sendiri“ sangat jelas menggambarkan bagaimana ia menerima apapun takdir yang Tuhan berikan. Ia yakin, seberat apapun Tuhan memberikan ujian kepada hamba-Nya, itu merupakan wujud kasih-Nya. Karena itu, ia menyarankan agar kita senantiasa tersenyum memuji Tuhan, atas apapun yang Ia berikan pada kita. Tulisan kedua ini menggambarkan kualitas hubungan Puri dengan Tuhan yang amat berkualitas.
Tulisan ketiga yang berjudul “Jawaban Tuhan” merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya. Di sini ia menjelaskan bahwa Tuhan tak butuh pahala dari hamba-Nya. Sikap ini merupakan kesadaran akan kasih sayang dan kekayaan Tuhan yang tak akan bisa diperbandingkan. Sebuah kesadaran tauhid yang tinggi.
Pada tulisan ketiganya ini puri berpesan kepada semua orang :
“Kita mau jadi apa aja asal kasih yang terbaik dari segala kemampuan yang kita miliki, Tuhan udah seneng dengan itu. Kalo kamu cuma tukang parkir tapi melakukannya dengan ihlas, penuh dedikasi, dan do the best itu udah bisa bikin Tuhan senang. Ato kalo kamu jadi suster dan melakukan yang terbaik dari apa yang kamu punya, itu akan lebih dari sekedar bekerja mencari nafkah. Do the best, lakukan yang terbaik dari apapun yang kamu miliki. Kamu bakalan menghidupi pekerjaanmu, bukan hidup dari pekerjaan ^_^” [Puri]
Baru pada tulisan keempat, Puri menjelaskan apa yang dimaksud dengan Kanker Payudara. Ini merupakan pencerahan bagi semua orang. Bahkan ia menjelaskan juga tentang gerakan pita pink. “dukung gerakan Pita Pink dengan kesadaran memeriksa payudara dan tentunya ajak orang-orang yang kita sayangi untuk tahu lebih dan lebih tau all about kanker payudara!” Kata Puri kepada semua orang.
“SUSI, Susu Siji*” adalah tulisan terakhirnya. Di sini ia seolah menuntaskan misinya menulis di Kompasiana. Ia menjelaskan dengan gamblang bagaimana melakukan pendeteksian dini terhadap gejala kanker payudara. Di akhir hidupnya, ia mengingatkan kepada semua orang yang sehat agar peduli terhadap kesehatannya.
Sepertinya Puri memang sengaja dipilih Tuhan untuk membawa misi tentang penyadaran kanker payudara. Aku enggan menyebutnya sebagai penderita kanker payudara, sebab kenyataannya ia tidaklah menderita dengan penyakit yang dialaminya. Ia memang sakit, tapi ia tak pernah mengijinkan perasaan nya untuk menderita karena sakitnya. Ia tetap ceria, tetap bersemangat, tetap tersenyum pada dunia.
Hanya dengan 5 tulisan, ia telah menyelesaikan tugas suci dari Tuhan. Itulah Puri. Semoga namanya tetap abadi di hati kita, blognya menjadi monumen di Kompasiana, dan aku yakin, Tuhan telah menempatkannya di Surga.
Tulisan ini merupakan repost dari tulisanku di kompasiana.





















Duh, sebuah ujian yang sangat berat bagi seorang wanita, dan hanya orang-orang yang berhati baja dan suci lah yang akan bisa menerima ujian itu dengan ikhlas.
[Reply]
mission imposible bagi sebagian orang dan rupanya menjadi last mission. ikut berduka utk temannya bro.
[Reply]
Udah pernah ketemu sm Puri bang ?
Salam …
[Reply]
semoga mbak Puri mendapat tempat yang layak disisiNya. amiin
[Reply]
setuju dengan mba rita, hanya orang mulia yang bisa menerima cobaan seperti itu…
semoga mba Puri tenang di sisi Nya
*salam kenal bang
[Reply]
turut berduka cita
[Reply]
turut berduka untuk Puri..semoga tenang disisiNya..
dan mungkin aku juga perlu belajar dari Puri
[Reply]
T.T thank’s bg atas posting n tautanya (kompasiana)
[Reply]
Sangat menggugah kita yang masih diberi kesempatan untuk melakukan hal yang lebih baik lagi
[Reply]
perlu tuh sepupu saya baca tulisan puri, sepupu saya juga kanker payudara stadium 4 katanya…mau operas blm bisa karena darah tinggi….semoga dia tabah..
[Reply]
turut berduka cita untuk mba puri…semoga keluarga yang di tinggalkan di beri ketabahan dan almarhum tenang di sisi Nya
[Reply]
rupanya puri sudah berhasil menyampaikan misi dengan baik.. semoga tulisannya menginspirasi wanita-wanita lain untuk waspada dan memeriksakan diri.. semoga amal ibadahnya diterima disisiNya.. Amiin..
[Reply]
KIta adalah pelanjut misi-nya ..
[Reply]
perkenalan singkat yang memberi bekas yang mendalam selamanya di hati ini. Semoga Puri diberi kelapangan dan kemudahan dan mendapat tempat terbaik disisi-Nya
[Reply]
langsung meluncur ke blognya puri..ternyata blognya bener2 sederhana namun sarat makna.
selamat jalan puri namamu kan abadi disini
[Reply]
Aku turut berduka…semoga diterima disisi_NYA..amin ya robb
[Reply]
turut berduka. Aduh, menyesal aku pasif nge-blog. Ketinggalan berita.. tp mudah2an doaku tetap sampai kesana…
[Reply]