Pentingnya Menulis Subject Imel
Berkirim surat elektronik (e-mail) yang lebih sering saya tulis imel, merupakan kebiasaan mereka yang menerapkan teknologi informasi dalam hidupnya. Menerima dan membalas imel menjadi suatu hal yang lazim di abad sekarang.
Dalam menulis imel, satu hal sederhana tapi penting yang harus disadari adalah menuliskan subject. Dalam surat-surat resmi versi cetak, subject sama dengan hal/perihal. Ini sangat penting ditulis agar penerima imel langsung mengetahui tentang urusan apakah imel yang diterimanya.
Saking pentingnya menulis subject, setiap panitia lomba menulis atau lomba apapun yang mesti dilakukan melalui konfirmasi imel, meminta pengirim menuliskan subject tertentu. Misalnya saat aku menjadi juri sebuah lomba desain website Science sebuah universitas. Para peserta diminta mengirimkan karyanya via imel dengan subject “lomba desain website 2009”.
Namun pada kenyataannya, ada saja peserta yang tidak menulis subject imel sesuai ketentuan panitia. Resikonya, imel yang masuk ke inbox panitia tidak langsung tersimpan dalam folder yang dibuat khusus untuk otomatis menerima imel ber-subject “lomba desain website 2009” ada saja peserta yang mengirim imel dengan subject sesukanya, seperti “karyaku”, “desain websiteku”, “untuk panitia”, dan lain-lain.
Resikonya sudah dipahami. Panitia hanya memeriksa imel dengan subject yang telah ditentukan. Sedangkan imel tanpa subject resmi tak terdeteksi karena masuk ke dalam inbox umum. Hingga pada akhirnya beberapa peserta complaint karena karyanya tidak disertakan dalam lomba.
Beruntung panitia masih berbaik hati setelah beberapa peserta melakukan protes sebelum masa penilaian berakhir. Dengan alasan menghargai karya anak bangsa, akhirnya panitia sibuk mencari imel peserta di deretan imel yang masuk dalam inbox default, dan menemukan karya yang nyaris tercecer itu.
Itulah kira-kira pentingnya menulis subject imel sesuai dengan yang ditentukan atau sesuai dengan urusan dengan pihak terkait. Subject menjadi amat memudahkan penerima imel dalam menyortir dan memprioritaskan imel yang mesti dibacanya.





















iya gw juga heran jaman skrg banyak yg kirim email ga pake subjek
mo buka aja keknya maless
[Reply]
Saya juga beberapa kali lupa menulis subyek. kalau pas ingat, ya langsung saya susuli ulang, he…
[Reply]
buat saya sih sampe sekarang, nulis subject itu penting. karena subject menjelaskan kita ngomongin apa di surel. thanks for Fandhie dan Badruz…
[Reply]
Ya iyalah Kang, sebegitu pentingnya subject ini …pernahkah kita membayangkan sebuah buku tanpa judul, janggal dan aneh bukan? Apalagi untuk melamar atau mencari pekerjaan, persiapannya jangan serba mendadak bung
[Reply]
ternyata penting mencantumkan subyek, memang janggal kalo tiba-tiba hanya keluar tulisan.
[Reply]
Saya termasuk yang nggak terlalu suka dengan email yang tanpa subjek.. Apalagi isi emailnya cukup penting..
[Reply]
Jadi inget dulu pas ikutan lomba blog, lupa cantumin kode lomba
[Reply]
sudah terima emailku kang?
[Reply]
iya gw juga sering gitu
males nulis subjectnya
thx bwt info-nya
[Reply]
Biasanya menurut pengalaman saya, kalo kirim email tanpa subjek, nanti ditanya dulu, benarkah mau kirim email dengan subjek kosong?
Tetapi, jika mengikuti kontes, sudah seyogyanya mengikuti peraturan panitia penyelenggara.
[Reply]
apalagi saya, lebih suka nulis e-mail daripada imel
[Reply]
ya,subject ibarat orang adalah namanya.
[Reply]
Setuju pak MT. Subject itu kan Judul. Kalo belom ada judul tar bingung donk. Kalo ga ada judul foldernya ikut bingung. Kadang males sih baca email yang belum ada judul. Apalagi judulnya ga nyambung ya pak.Hahahaha
Semoga tulisan ini mengingatkan kita untuk mengirim email dengan benar.
salam
[Reply]
Benar tuch mas, kadang masih banyak yang mengirim email tanpa subyek, padahal itu cukup penting.
[Reply]