Lelah Berghibah
Jika mau kita sadari, kebiasaan menilai buruk orang lain sebenarnya pekerjaan yang melelahkan. Kita telah membuang percuma energi yang diberikan Tuhan. Bahkan kentut lebih bermanfaat ketimbang menyebarkan keburukan orang lain.
Kalau kita mau membiasakan untuk selalu berpikiran positif, menilai orang dari sisi baiknya, boleh jadi kita akan menjadi lebih sehat. badan terasa lebih enteng, kepala terasa ringan, napas juga tak tersengal. Tapi hidup memang pilihan, dengan segala konsekuensinya.





















hmmm… ( teringat suatu kali ketika aku mengatakan bahwa gossip itu merusak dan begitu banyak yang menyerang… ) d.~
[Reply]
Dr pd mengibah lbh baik qt intropeksi dri
btul ga….
[Reply]
memang capek, apalagi yang menjurus ke fitnah..
[Reply]
Setuju
[Reply]
harus selalu positif thinking ya bang
[Reply]
Mari kita budayakan Positif thinking
[Reply]
betul..betul..betul…
“Bicara Benar atau Diam”
[Reply]
Bahkan dlm Islam mlrang ghibah, krn ghibah itu sama halnya dgn memakan bangkai sodaranya sendiri, apakah perumpamaan tsbt tdklah menjijikan.
Infotainment2 itulah mereka yg menjamurkan budaya ghibah,
[Reply]
wah bos, namanya berghibah mah perasaan cuman memuaskan nafsu aja ya?? sama sekali ga da baik2nya… ckckckck bener tuh MasEDI Belajar Ngeblog bilang yg ngebikin ghibah menjamur siapa lagi kalo bukan mereka….
[Reply]
Betul tul tul tul…… Apa yg dikatakn oleh mas EDI.
[Reply]
orang lain yg diomongin dah pules tidur, ia malah masih mikirin. Kasian ya orang2 kyk gtu (berkaca pd diri sendiri
[Reply]
lebih baik tidak berfikir,, nyantai,,
dari pada mikirin keburukan orang.
[Reply]
ghibah.. Hmm, d sastrakan nikmat menyantap bangkai
[Reply]