Kopdar Dadakan Penuh Didikan

Jum’at, 28 Mei 2010 aku berencana menerima teman-teman dari ICDW di Luar Bogor. Seperti biasa, kami akan membahas perkembangan progres kegiatan setiap anggota. Masih banyak waktu luang sebelum masuk pada agenda meeting, kudapatkan kontak dari seorang blogger favoritku, udinkoxx. Ia bilang mau kopdar denganku, di tempatku, Bogor.

Sungguh sebuah kehormatan dan kebahagiaan mendapatkan kunjungan dari Udinkoxx yang setia setiap saat bersama istrinya yang hebat. Pukul 15:40 ia datang dengan sebuah Toyota Corolla 87 yang sudah dimodifikasi sesuai dengan kondisi fisiknya. Pernah ada temannya yang bertanya, bagaimana caranya, bang Udin yang sejak usia 10 tahun memakai kursi roda, bisa mengendarai mobilnya sendiri? Bagaimana ngerem dan ngegasnya, padahal kedua kakinya lumpuh?

Itulah kekuasaan Tuhan. Setaksempurna apapun pandangan manusia, pasti Tuhan memberikan kelebihan yang belum tentu dimiliki oleh mereka yang secara fisik masih lengkap. Tentang pertanyaan temannya itu, Udinkoxx cuma bilang, “Susah menjelaskan secara teoritis, mending lihat saja sendiri bagaimana saya berkendaraan.” seuntai senyum menutup penjelasannya.

Kamipun duduk santai di ruang tamu Pesantren Daarul Uluum, hanya dengan suguhan teh kemasan botol. Setelah saling berkenalan, Aku, Udinkoxx dan Istrinya, Oeban, Teddy, dan Cak Sur asyik bercengkrama tentang segala hal. Ternyata sore itu Udinkoxx menjadi pusat pembahasan. Kami mendapatkan pelajaran hidup dari pergulatan hidup Udinkoxx. Bukan cuma tentang kegiatannya di Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) dan pekerjaannya, juga bukan hanya tentang penyakit yang dialaminya sejak kecil dengan penjelasan medis yang representatif, tapi juga tentang spiritualitas udinkoxx, yang menyimpulkannya dalam sebuah kalimat : “Gue jalani hidup ini apa adanya, karena gue yakin Tuhan udah ngatur segalanya!” Inilah derajat kepasrahan Udinkoxx setelah mengalami suatu pengalaman empirik-spiritual, yang tidak semua orang bisa mempercayainya.

Tak cukup waktu untuk hanyut dalam pergulatan hidup tamuku hari ini. Udinkoxx dan istrinya harus kembali pulang setelah matahari terbenam. Iapun pulang. Kami mengantarnya hingga mobil rasa jeruknya itu tak terlihat lagi di mata kami. Selepas itu, teman-temanku dari ICDW, yang baru mengenal udinkoxx, mengungkapkan rasa salut dengan daya hidup udinkoxx dan istrinya. “Mereka berdua adalah inspiratorku hari ini”, kata Cak Sur. “Ketegarannya dalam menjalani kehidupan adalah sebuah kekuatan yang beraroma spiritual!” Sambung Teddy, sang Penyair Langit. “Semalam, sebelum ke sini, aku bermimpi kedatangan orang besar berkursi roda. Ternyata sore ini, aku menemukan sosok nyata itu. Ialah salah satu kiriman Tuhan yang memberikan hikmah untuk kita hari ini.” Oeban mengungkapkan kesannya.

Meskipun kopdar ini amat dadakan, tapi di dalamnya kudapatkan banyak didikan, dari tamu special : udinkoxx and his wife!

kopdar dblogger icdw


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

10 Responses to “Kopdar Dadakan Penuh Didikan”

Trackbacks

  •