Berduka untuk Theodore

Hari ini menjadi hari berkabung buat keluarga kami. Terutama buat anak perempuanku. Salah satu anggota keluarga kami, Theodore, mati.
Theo (panggilan kecilnya) adalah kucing yang paling berani di antara ketiga anak kucing yang tinggal di rumah kami. Ia selalu membela adik-adiknya, X dan Plenyun. Tentang Theo, pernah kutulis di cerita berjudul, Para Politisi, Belajarlah dari Kucingku.
Theo mati setelah kemarin melakukan pertikaian yang luar biasa. Ia bergelut dengan seekor ular yang memang sering lewat di depan rumah. Duel antara Theo melawan ular memang sering terjadi. Dalam kondisi seperti itu, biasanya X dan Plenyun menyelamatkan diri dengan menyelinap di belakang Theo. Dan selalu Theo yang berhasil mematikan ular, dengan menggigit kepalanya.
Siang itu ia sebenarnya berhasil membunuh ular yang sebelumnya membuat takut Plenyun dan seorang tetanggaku. Theo langsung menyergapnya. Dalam beberapa kali pertarungan, ular itupun mati. Namun, sebelumnya ular itu sempat menggigit mata kanan Theo. Inilah yang menyebabkan kematiannya. Meskipun ia sempat bertahan hingga satu hari. Dan hari inilah ajalnya menjemput.
Sedih tak bisa terbendung. Kin-Kin yang paling berduka. Ialah yang paling menyayangi Theodore. Semoga ia mendapatkan pengganti Theo… Sabar ya, nak! Selamat jalan, Theo!























Innalillah, trus sapa yang bakal menjaga kedua “adik” kecilnya itu y kang T.T
[Reply]
wah, turut berduka pak. theo mati sebagai pahlawan tuh…
[Reply]
Rumahnya dimana? Koq bisa ular mondar mandir seenaknya.
[Reply]