6 Jam menjelang Ramadhan

Sehari menjelang Ramadhan. Beberapa hal yang kucatat.
- Orang yang terbiasa dilayani, cenderung akan merasa dirinya lebih penting dari siapapun, dari apapun.
- Waktu begitu penting untuk direncanakan. Kekacauan terjadi karena kita terlalu meremehkan perencanaan.
- Maaf dan terima kasih hanyalah kata-kata ketika tak ada perubahan sikap menjadi lebih baik.
- Aku manusia biasa, punya gembira, punya kecewa, punya kesal. Tapi tentu, aku juga punya maaf yang lebih besar ketimbang itu semua.
- Pemuda pincang mengemis di lampu merah, sedangkan si tua yang tak berkaki, semangat berjualan air kemasan di perempatan jalan.
- Kemenangan bukanlah ketika kita sanggup mengalahkan lawan. Tapi ketika kita sanggup mengalahkan keangkuhan dan kebengisan kita sendiri.
- Sekuat apapun mereka mengucilkanmu, mencercamu, dan menindakmu. Maafmu lebih besar dari semua itu. Tetaplah bekerja!























Marhaban ya Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin!
[Reply]
Untuk semuanya Marhaban ya Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin!
[Reply]
hmm hmm
[Reply]
ramadhan datang….lagi…yuuuhuuu…
[Reply]
Maaf lahir bathin dan selamat berpuasa ya Brother
[Reply]
Semoga bisa sama2 membenahi apa yang kurang.. Mohon maaf nya kang
[Reply]
marhaban ya ramadan ”
[Reply]
izin minta gambarnya yaa? hehehe
[Reply]
MT Reply:
July 28th, 2011 at 22:27
silakan, itu bukan punyaku, tapi dari tebaran image di google. lupa juga aku sumbernya, duuuuh…
[Reply]