6 Jam menjelang Ramadhan

ramadhan1

Sehari menjelang Ramadhan. Beberapa hal yang kucatat.

  • Orang yang terbiasa dilayani, cenderung akan merasa dirinya lebih penting dari siapapun, dari apapun.
  • Waktu begitu penting untuk direncanakan. Kekacauan terjadi karena kita terlalu meremehkan perencanaan.
  • Maaf dan terima kasih hanyalah kata-kata ketika tak ada perubahan sikap menjadi lebih baik.
  • Aku manusia biasa, punya gembira, punya kecewa, punya kesal. Tapi tentu, aku juga punya maaf yang lebih besar ketimbang itu semua.
  • Pemuda pincang mengemis di lampu merah, sedangkan si tua yang tak berkaki, semangat berjualan air kemasan di perempatan jalan.
  • Kemenangan bukanlah ketika kita sanggup mengalahkan lawan. Tapi ketika kita sanggup mengalahkan keangkuhan dan kebengisan kita sendiri.
  • Sekuat apapun mereka mengucilkanmu, mencercamu, dan menindakmu. Maafmu lebih besar dari semua itu. Tetaplah bekerja!

1 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

9 Responses to “6 Jam menjelang Ramadhan”

Trackbacks

  •