Tjeritera Koeno Negeri Poerbadewa

“Seboeah tjeritera koeno perihal Negeri Poerbadewa, akoe toeliskan oelang dalem edja’an jang disempoernakan, agar soepaja semoea orang ta’ pening membatjanja. Ini baroe sekeloemit. Landjoetannja lain waktoe sadja.”

icon-dsbtGerombolan perompak yang berkuasa itu berpesan kepada seorang pemuda yang hampir mati karena siksaan mereka.

“Kami yakin kamu mengerti harus bilang apa, jika ditanya orang-orang di kampungmu! Kami yakin kamu pintar untuk bersikap, agar kamu tetap aman di kampungmu! Kami mohon maaf atas kekejaman ini, sebab kami tak punya kerjaan lain kecuali melampiaskan frustasi kami terhadap atasan kami yang hanya bisa memberi perintah! Benarkan, kami tak berbuat apa-apa terhadapmu!!!!!!!”

Pesan itu diakhiri dengan tanda seru yang banyak sekali. Mungkin mereka terlalu intimidatif atau memang penulisnya yang tak mengerti tanda baca.

Pemuda itu bukan siapa-siapa. Dia sedang belajar terbang dan terjatuh di lokasi kericuhan. Ketika orang-orang yang ricuh itu kabur, justru ia nyusrug di tempat sialan itu. Dan pada saat yang sangat tidak tepat, dia bangun tepat di tengah-tengah gerombolan perompak yang paling berkuasa di Kampung Ricuh.

Nasib sial. Dia langsung diangkut, ditendang, dikemplang, tanpa ditanya. Padahal di kepalanya sudah ada kalimat-kalimat yang mau dikatakannya tentang keberadaannya di situ. Tapi sebagian besar perompak itu tuli. Mereka terus memaksa pemuda itu bicara jujur, walau pemuda itu sudah mengulang-ulang apa yang dia tahu beratus-ratus kali.

Setelah dapat konfirmasi dari bos besar, kepala perompak itu menyatakan kalau mereka salah tangkap. Tapi mereka tak mau pemuda itu mengetahui kalau mereka melakukan kesalahan yang sering terjadi itu. Merekapun membujuk pemuda sial itu dengan cara mereka.

Ini hanyalah cerita kuno tentang sebuah negeri di mana Penguasa adalah Sang Kebenaran. Dimana rakyat bagai kurcaci dan hewan liar yang bebas diburu, jikalau tak suka, boleh dibuang. Sekalipun rakyat diberi pujian, pasti hanya untuk diracuni dengan impian yang tak berkesudahan.

Ini hanyalah cerita kuno tentang sebuah negeri, Purbadewa namanya. Dipimpin oleh raksasa berjuluk Maharaja Cemanibuana. Menteri keamanan dan ketertibannya adalah Panji Purbasangka.

Ini hanya cerita yang tak perlu dibaca dua kali. Sebab dengan membacanya anda jadi berpikiran yang bukan-bukan tentang kampung anda sendiri.

Akan saya lanjutkan, lain kali.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

3 Responses to “Tjeritera Koeno Negeri Poerbadewa”

Trackbacks

  •