Bagaimana Manajemen Resiko Bank Syariah?

1291792276210546570

Tulisan ini dipicu oleh sebuah status facebook teman saya. Ia adalah nasabah sebuah Bank Syariah di Indonesia. Saya yang sedang baru mulai tertarik dengan Bank Syariah, jadi berpikir tentang kasus-kasus yang dialami oleh beberapa teman saya yang sudah lebih dahulu menjadi nasabah.

Status tersebut tentu mendapatkan komentar dari teman-teman lainnya. Terus terang, dari jawaban yang ada menyembulkan keraguan tentang kesyariahan Bank Syariah di Indonesia. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini mesti bisa dijawab oleh para praktisi Bank Syariah, karena bila dibiarkan saja, tentu akan membuat citra Bank Syariah merosot di hati publik, yang awam seperti saya.

Baiknya saya salin dialog dari status teman saya tersebut di sini, agar bisa mendapatkan jawaban dari yang berwenang memberikan pelurusan.

Beginilah status awalnya (sudah saya perbaiki ejaan yang disingkat, agar mudah dipahami) :

bank syariah kita masih patut dipertanyakan kesyariahannya. masa… saya sudah setor 2M hutang kok tetep masih 10M saja, padahal mereka tahu, selama 1 tahun pabrik tidak produksi, bukan karena salah kita, tapi karena order di-pending oleh principle. Giliran untung minta dibagi, eeh..giliran rugi..tak peduli. syariah apa ini…????

status tersebut mendapatkan komentar sebagai berikut :

  • The fraud syariah ini mah bro, malah enakan punya hutang ke bank convensional. Kalau belum bisa bayar pokok, bisa bunganya aja. Syariah kagak bisa, kita dilaporin ke BI, jadilah colectablitas kita terancam. Waduhh…kacau lah.
  • Karena yg buat bank syariah juga masih owner bank konvesional ):
  • i’ve told you to make our things done properly and place it above everything yet you don’t take it. Now we are having problem to solve your problems.
  • bener juga sih. Jadi cuma akal-akalan, biar yang anti bunga dijerat dg perangkap syariah, dipikir bank ini bebas dari riba, padahal lebih parah ribanya.
  • you need to try the Mu****** Bank (edited by MT)… this one is the best syariah bank in the world
  • Actually I ve loan also at Mu****** and ….yes this bank more tolerant to debtor so we are not so stressed of the NPL
  • Syariah Murni atawa syariah cangkokan Bank Umum Kang?
  • syarikun, kaleee :p
  • Ya….lebih tepat kayanya “syarikun” sebab banyak motong duit nasabah ampe gepeng….
  • ini di bank syariah umum bro, kan sekarang memang lagi ngetrend banget, nyaris semua bank umum punya cangkokan syariah. sebaiknya jangan ambil kredit dari situ, bunganya gede.

Buat teman-teman yang lebih paham tentang Bank Syariah, bagaimana menjawab permasalahan ini? Kalau saya pribadi sih, menyimpulkan masalah ini adalah bagian dari manajemen resiko Bank Syariah. Perlu ada sosialisasi tentang manajemen resiko. Sebab dari beberapa informasi yang saya dapatkan, hampir jarang sekali Bank Syariah menjelaskan tentang manajemen resiko yang terasa “adil” untuk para nasabah.

Menanggapi hal ini, temanku yang sedang meneliti Bank Syariah -Hasbulloh Ghazali- mengomentari, “Manajemen resiko perbankan syariah perlu ada inovasi sehingga keluhan nasabah seperti ini bisa dicarikan solusi bersama bank syariah yang bersangkutan. Praktik GCG (Good Corporate Gavernance) Bank Syariah tentunya secara operasional harus juga mampu mengatur etika bisnis syariah, ketentuan syariah yang dijadikan pedoman bank yang bersangkutan. Sebenarnya sudah ada aturan dari PBI (Peraturan Bank Indonesia) dan SEBI (Surat Edaran Bank Indonesia) megenai transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban profesionalisme dan kewajaran (keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak stakeholder)”

repost from http://ib-bloggercompetition.kompasiana….


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

4 Responses to “Bagaimana Manajemen Resiko Bank Syariah?”

  • tsefull

    kadang miris memang,hukum agama di plintirkan supaya terkesan halal,bahkan di pedesaan juga dengan dalih syariah tapi tetep saja prosesnya kita kena bunga dengan dalih bagi hasil.iya kalo untung, kalo rugi gak mau tahu pihak bank.

    [Reply]

  • mr. damanik

    mungkin langsung ke pengadilan agama, atau ke bank indonesia mengenai hal ini, tapi untuk menjelaskan secara detail saya harus mengetahui pokok hutang dan jenis akad yang teman mas gunakan… apa dia menggunakan musyarakah/mudharabah atau murabahah…, tetapi jika ini kesalahan penjelasan bank atas ketentuan atas produknya ini bisa langsung diadukan kebank indonesia karena ini jelas melanggar pbi transparansi produk…

    [Reply]

  • padahal penegen nabung di Bank syariah aku :(

    [Reply]

  • winz

    saya cukup tersentil dengan kritikan diatas termasuk komen FB dan komen diatas saya.
    saya juga sedang belajar/mendalami bank syariah
    saya juga mengetahui BUS(bank umum syariah) belum 100% syariah, namun bukan berarti kita meninggalkannya bukan?
    menurut saya itu pemikiran yang sangat salah
    BUS di indo juga secara bertahap untuk mencapai 100%

    mengenai komen FB yg bilang mending kredit di bank konven daripada BUS salah besar
    di BUS proporsinya angsuran seimbang antara pokok dengan marginnya
    sedangkan di konven kalau tidak mampu harus membayar bunganya dulu
    sekarang pertanyaanya adil yang mana?
    anda bisa jawab sendiri
    kalo anda hutang pasti ingin cepat terlunasi kan?
    kalo duit lagi bokek pengen angsur masa kita cuma bisa angsur bunganya doang,
    kapan lunasnya dong kalau pokoknya ga terlunasi
    iya ga?
    kalau di BUS dengan proporsi yang adil
    malah enak dong

    perlu diingat kalau BUS ada profit sharing
    namun ada juga loss sharing
    dalam manajemen resiko BUS ada tambahan 2 manajemen resiko yaitu resiko imbal hasil dan resiko investasi
    ini sangat berpengaruh terhadap reputasi BUS di indo
    untuk lengkapnya silahkan download PBI 13/23/11

    BUS juga bukan memelintirkan supaya terlihat halal
    itu salah besar
    kalau anda lihat prakteknya anda bisa tahu sendiri apa yang di lakukan BUS
    BUS sangat menedepankan keadilan,bukan profit bank semata
    selain itu juga menyalurkan pembiayaan ke sektor2 yang tidak menyalahi aturan islam

    mungkin masih banyak lagi kritikan namun seperti yang saya katakan di awal bahwa BUS dalam tahap mencapai 100%
    masih ada bug/kelemahan2nya
    lebih baik mana yang sudah “mulai bersih” daripada “belum bersih”
    anda sendiri yang menilai
    sekali lagi jangan ragu untuk menabung/bermitra dengan BUS

    sekian terima kasih

    [Reply]

Trackbacks

  •