Miskin tapi Sombong

Cerita ini sengaja kupublish karena ada kesamaan tanggal publikasi, 20 Januari. Hanya bedanya tahun 2009 saja. Karena itu sekedar kangen saja sama Tugino dan Tuginem, jadi kupublikasikan ulang. Siapa tahu ada yang belum kenal dengan TnT. :D

Ini kisah singkat saat Tuginem masih di Cikarang. Saat belum berangkat kembali ke Selangor. Tuginem itu cuma pembantu di rumah Juragan Sabeni. Hampir setiap hari ia kena marah sang Juragan. Padahal apa yang dilakukan Tuginem belum tentu salah, tapi karena sering stress dengan bisnisnya, Juragan sering melampiaskan kemarahannya kepada Tuginem, bukan kepada rekan bisnisnya.

Suatu hari, Juragan mendapatkan Televisi, DVD player, Tape Deck, Pemanggang Roti, Rice Cooker, dan perangkat lain yang baru, hasil dari keuntungan salah satu proyek kecilnya. Juragan memberikan semua peralatan elektroniknya yang lama buat Tuginem. Sebenarnya Juragan itu orang baik, namun karena lebih sering kelihatan sedang marah-marah, orang-orang menyangka Juragan orangnya galak.

Tuginem menerima dengan senyum kebahagiaan di depan Juragan. Tak pernah terbayang kalau dia dapat memiliki perangkat elektronik milik Juragannya. Perangkat itupun dibawanya pulang. Di rumah, sang suami terkejut dengan segala macam alat eletronik di depan rumah. Tuginem menceritakan asal-usulnya. Di penghujung cerita Tuginem bilang, “Dasar orang kaya pelit! Ngasih ke kita yang bekas-bekas saja!! Yang kayak gini mah, kita juga bisa beli!”


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

10 Responses to “Miskin tapi Sombong”

Trackbacks

  •