Kopi tanpa Paste dari Bali

Tulisan ini masih mengenai kopi. Dari tiga bungkus jenis kopi cinderamata dari Bali yang aku dan teman-teman terima, baru 1 yang kami review. Yang pertama kuulas adalah Kopi Bali Kintamani. Kopi Bali campur Jahe dan terakhir kopi Bali klasik yang dikemas dalam kotak kayu yang unik, belum sempat ternikmati. Nah, kali ini kopi dalam kotak kayu itulah yang akan ku-review.

Ketika kubuka kotaknya, agak terkejut juga. Ternyata isinya hanya secuil kopi berbungkus plastik. Dalam takaranku, paling kopi ini hanya bisa dipakai untuk 2 kali seduhan. Kalau begitu, kenapa kopi yang kemasannya menarik dan cukup besar hanya berisi secuil saja? Aku penasaran. Jangan-jangan rasanya memang mantap dan tak perlu takaran standar sebagaimana kopi default-ku dan teman-teman di Bogor : Kopi Cap Liong Bulan :D

Ulasan kali ini agak berbeda. Aku akan menampilkan foto step by step penyajian kopi Bali.

Kemasan Bali Coffee Powder. Menarik kan?! (foto:MT)

Kemasan Bali Coffee Powder. Menarik kan?! (foto:MT)

Setelah dibuka, ya isinya cuma segini. Tapi justru bikin aku penasaran  (foto:MT)

Setelah dibuka, ya isinya cuma segini. Tapi justru bikin aku penasaran (foto:MT)

Mulailah kudidihkan air untuk secangkir kopi bali powder (foto:MT)

Mulailah kudidihkan air untuk secangkir kopi bali powder (foto:MT)

Tuangkan kopi pada cangkir ukuran sedang. Cukup 2 sendok teh. (foto:MT)

Tuangkan kopi pada cangkir ukuran sedang. Cukup 2 sendok teh. (foto:MT)

Setelah air mendidih sempurna, seduh kopi. Diamkan beberapa menit agar bubuk kopinya matang. (foto:MT)

Setelah air mendidih sempurna, seduh kopi. Diamkan beberapa menit agar bubuk kopinya matang. (foto:MT)

Sambil menunggu matang, tambahkan gula sesuai selera. Untukku 2 sendok teh cukup (foto:MT)

Sambil menunggu matang, tambahkan gula sesuai selera. Untukku 2 sendok teh cukup (foto:MT)

Saatnya mengaduk dan langsung menikmati. Jangan tunggu dingin! (foto:MT)

Saatnya mengaduk dan langsung menikmati. Jangan tunggu dingin! (foto:MT)

Setelah menyiapkan secangkir kopi Bali Powder, langsung kunikmati sambil menyelesaikan beberapa pekerjaan yang belum tuntas di komputerku. Oh ya, kebiasaanku, jika mengaduk kopi, cukup sekali adukan saja dalam tempo yang cukup lama. Karena kalau di aduk berkali-kali, entah mengapa rasanya jadi kurang nikmat.

Ternyata rasa penasaranku terjawab setelah menikmati kopi yang bungkusnya hanya secuil ini. Rasanya memang mantap. Terasa sekali kalau kopi ini asli tanpa campuran bahan lain, misalnya jagung. Rasa pahitnya terasa dan meringankan syaraf di kepala. Rasa manisnya memang sengaja kukurangi dengan gula yang hanya 2 sendok, seperti takaran kopinya. Rasa manis yang tidak berlebihan inilah yang membuat kopi Bali Powder menjadi lebih nikmat.

Kini kopi unik tersebut masih tersisa untuk satu kali seduhan lagi. Mau? :D

Oh ya, hampir lupa. Bagaimana jika dibandingkan dengan kopi default-ku? Sejujurnya, karena lidahku sudah pas dengan kopi Liong Bulan asli Bogor, namun aroma dan rasa kopi Bali Powder ini menambah keanekaragaman dalam menikmati kopi. Kesimpulannya, bolehlah kopi ini menjadi opsi lain jika kopi default sedang tak ada. :)


1 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

16 Responses to “Kopi tanpa Paste dari Bali”

Trackbacks

  •