Marah Saat Meng-update Blog
Marah adalah salah satu reaksi yang wajar dan manusiawi. Setiap orang bisa marah dan berhak untuk marah. Banyak hal yang bisa menjadi pemicu kemarahan seseorang. Misalnya kesal karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan, kecewa karena keinginannya di luar jangkauan, dilukai oleh orang lain, dan sebagainya.
Pernahkah Anda marah? Bisa jadi jawabannya ya. Tetapi jika pertanyaannya adalah, pernahkah Anda menulis (baca: meng-update) blog dalam kemarahan yang amat sangat? Ternyata tidak setiap orang melakukan hal tersebut.
Aku pernah melontarkan sebuah pertanyaan serupa pada forum diskusi blogger. Ada teman yang melampiaskan kemarahannya dalam tulisan. Ada pula yang justru tak bisa menulis ketika amarahnya belum terkendali. Ada juga yang menulis dalam keadaan marah, namun justru kemarahannya mereda meskipun tulisannya belum rampung.
Yang menarik adalah pengakuan seorang teman blogger dalam diskusi tersebut. Ia pernah melampiaskan kemarahannya dalam sebuah postingan di blognya sendiri. Marah semarah-marahnya. Namun setelah beberapa hari ia membaca kembali tulisannya tersebut, ia tertawa sendiri. Malu. Ia menyadari betapa memalukannya menulis seperti itu. Dan ada juga yang menghapus tulisannya yang penuh kemarahan tersebut, demi kebaikannya sendiri.
Aku pernah menulis status di facebook, “Kemarahan kadang memicu kita untuk melakukan kebodohan”. Status tersebut kutulis setelah menyadari apa yang telah aku lakukan saat marah amat bodoh. Siang itu aku sedang berjalan kaki menuju terminal. Kuperhatikan sepasang kakek-nenek yang mau menyebrang jalan tetapi tak jadi-jadi. Banyak kendaraan yang tak memberikan kesempatan untuk mereka menyebrang. Akupun spontan membantu menyebrangkan mereka. Aku merunduk dan tersenyum kepada pengemudi yang sedannya mendekati kami yang sedang melintasi zebracross. Sedan itupun berhenti, memberikan kami jalan.
Tetapi tiba-tiba dari belakang sedan itu, sebuah mobil box menyalip dan mempercepat lajunya sehingga nyaris saja sang nenek terserempet. Aku spontan menarik nenek itu dan melampiaskan kemarahanku dengan menendang sisi belakang mobil box yang terus melaju meninggalkan kami.
Setelah kakek-nenek itu aman. Akupun kembali menyebrang untuk melanjutkan perjalananku. Saat itulah aku merasakan nyeri pada kaki kananku. Baru seminggu kaki ini pulih dari cidera tertiban “Si Tunggir” motorku, kini terasa sakit lagi lantaran menendang mobil box tadi. Aku tertawa sendiri, betapa bodohnya aku ini. Mobil koq aku tendang, ya aku sendirilah yang akan cidera.
Itulah salah satu contoh, betapa kemarahan bisa memicu seseorang untuk melakukan aksi yang bisa dibilang bodoh. Kita bisa saja menjustifikasi bahwa aksi tersebut merupakan hak kita sendiri dalam mempertahankan kebenaran. Tetapi, jika dipikir-pikir… malu juga telah melakukan kebodohan yang semestinya tak perlu dilakukan.
Seperti kata teman blogger yang kukutip pernyataannya tadi. Mengupdate blog untuk melampiaskan kemarahan adalah wajar. Bahkan bisa jadi ada teman-teman yang cenderung bisa menulis ketika marah dan sulit menulis justru ketika hatinya damai. Sebaliknya ada teman yang tak bisa menulis dalam keadaan marah. Semua itu wajar dan akan lebih baik jika diikuti dengan kesadaran dan kesabaran. Tak ada blogger yang sempurna ![]()
Berikut sedikit kutipan diskusinya… Mohon maaf karena nama dan fotonya aku edit untuk menghindari kesalahpahaman dan sebagai upaya menjamin keamanan nara sumber hehehe….

diskusi blogger di fb





















wah..saya juga pernah
heehehe
memang, blog bisa menjadi terapi untuk meredam kemarahan yang blum keluar.
daripada marah orangnya harus dihajar..hehe
lebh dilampiaskan ke tulisan
[Reply]
MT Reply:
March 10th, 2011 at 02:53
mantap tuh sikapnya Dexter! jadi pegang Milan or Spur?
[Reply]
hloooooo, seharusnya gak ditendang mobilnya mas.
nunduk dikit, ambil batu.. lemparrrr!!!
wkwkwkwk, kan gak korban kaki…
:ngacir:
[Reply]
MT Reply:
March 10th, 2011 at 10:06
hehe kecerdasanku saat marah, berarti menurun ya ;p
[Reply]
sebagian orang menulis untuk mengubarh energi negatif marah menjadi positif. tapi jika marah2 melalui postingan hanya mengumbar energi negatif? ah!
[Reply]
MT Reply:
March 10th, 2011 at 11:42
kita bisa menakar seseorang dari tulisan ya
[Reply]
alhamdulillah, saya pernah nulis sambil marah
[Reply]
MT Reply:
March 10th, 2011 at 11:43
gimana kualitas tulisannya? good?
[Reply]
Marah itu manusiawi, benar sekali.
Namun kita diberi akal dan pikiran gimana caranya agar kemarahan itu mereda, bisa dilakukan berbagai cara.
dan buat update blog yg isinya marah2 lbh baik jangan dituangkan di blo tapi di buku diary yg tdk dibaca banyak orang
[Reply]
MT Reply:
March 10th, 2011 at 11:44
yehehe… kalo nulisnya di diary ada aja yg tak puas krn tak bisa menyudutkan orang lain
[Reply]
anny Reply:
March 10th, 2011 at 14:37
Hmmm….kalau intinya mau nyudutkan orang, itu lain cerita dan No Comment ah
[Reply]
oyelah
daripada gak komen
[Reply]
hehe itulah Ni. di dalam jiwa yg sehat terdapat postingan yg sehat pula
[Reply]
setiap manusia pasti punya rasa marah. Tapi untung aja gak pernah melampiaskan kemarahan dalam tulisan.. semoga seterusnya tidak..hehehehe
[Reply]
MT Reply:
March 10th, 2011 at 22:31
pertahankan kebaikanmu ya. trims
[Reply]
nice post… salam
[Reply]
MT Reply:
March 10th, 2011 at 22:30
salam mas har
[Reply]
Menurut malah seru, karena tak setiap kemarahan harus di ungkapkan lewat lisan. Cuma memang marah lewat postingan akan beda, selalu ada etika yang di pegang. Apalagi kalau blog kang MT yang dibaca banyak orang ini harus berhati-hati betul, salah-salah bisa kena pasal pencemaran nama baik *wew
tadi saya nemuin di komentar sebuah blog marah-marah padahal ga sesuai dengan tulisan diblognya
[Reply]
MT Reply:
March 10th, 2011 at 22:29
ya Ding. sebisa mungkin etika harus diingat tatkala menulis. akupun tak lepas dari kekhilafan spt itu. spt postingan yg kuhapus krn permintaan pihak manajemen yg kutulis pd postingan tsb. ya, intinya kita bisa saja nulis dlm keadaan tenang maupun marah. tetapi selalu ada kesempatan utk saling memaafkan dan memperbaiki sikap. thx bro!
[Reply]
seseorang sering kali membutuhkan media untuk menyalurkan emosi, termasuk ‘marah’. dari ‘marah’ kadang tercipta puisi bagus. atau lukisan indah. atau sebuah lagu unik dengan musik istimewa. tinggal bagaimana cara si pemilik ‘marah’ tadi menyalurkannya sj, menurutku.
[Reply]
Kayaknya klo dipikir2, postinganku banyak pas lg marah2 deh…haha
tp gpp lah dr pada gk update blog
[Reply]
betul gan, kalo ogut sebagai muslim udah ada caranya, Rasul Muhammad bersabda dalam salah satu hadist, kalo orang kuat itu dilihat bukan dari kekuatan tubuhnya, tapi saat mengendalikan diri saat marah.
==================
iklan operator yg ngganggu banget
[Reply]
marah tanpa kontrol itu bisa mematikan hati…
[Reply]
Saya pernah kang, bukan marah sih, tapi dalam kondisi emosi yg ga labil aja lebih tepatnya.
Semua yang ada di kepala ditulis sampe 2 jam berlalu, kemudian setelah semuanya udah keluar, kepala jadi agak tenang, trus CTRL+A dan delete semuanya
Trus bikin lagi dari awal deh, dengan tema yang sama, namun ‘agak’ diperhalus
[Reply]
…. NICE …. ^_^b ………
http://pokemon-leaf-green-x.blogspot.com/
http://digimon-world-x.blogspot.com/
[Reply]
Hihi saiia mah sering kang.. Tapi akhirnya di private (buat dievaluasi ulang sendiri besok2nya) atau password protected jadi saiia cuma ngasi tau ke orang yang saiia lagi kesel biar dia ngerti kenapa saiia marah
[Reply]
kalau aku jg pernah sih melampiaskan kemarahan di facebook.
Emang sihh,akhirx nyesel nulis kayak gitu.
[Reply]
kalau aku jg pernah sih melampiaskan kemarahan di facebook.
Emang sihh,akhirx nyesel nulis kayak gitu.
[Reply]
saya marah! kenapa mata ini ngantuk banget?! *gak nyambung ya?
[Reply]
Sangat inspiratif and helpfull,,,,good luck and salam kenal yach. Oh ya bila ingin tahu info memilih mesin roti murah dan berkualitas klik aja http://fikrisu.blogspot.com dan info religi di http://alfakirsu.blogspot.com ,thank’s a lot.
[Reply]
arah bila di kelola dengan baik bisa jadi tulisan ya mas bro…..
[Reply]
mungkin cara efektif dan sehat untuk mengelola kemarahan ya..itu dia..
dengan tulisan… ya ibarat menggunakan buku diary juga sepertinya
[Reply]