Menimbang Sate Kiloan
Siang tadi aku bersama klien makan siang di sebuah warung Sate Kiloan di Kampung Kadumangu, Kecamatan Babakan Madang, Bogor. Plang pada warung itu sudah lekat di pikiran kami : Sate Kiloan H. Iding yang letaknya tepat di pinggir jalan raya Babakan Madang. Hanya sekitar 200 meter setelah keluar pintu tol Sirkuit Sentul (Jagorawi).

setelah diseset, dibakar, lalu sate disajikan
Pilihan makan siang ini, di tengah hari gerimis dan angin cukup kencang terasa amat tepat untuk menghangatkan badan. Kami memang lebih memilih menikmati sate kiloan ketimbang sate tusukan konvensional. Selain rasanya lebih segar, penjual sate kiloan biasanya menyiapkan kambing yang masih muda, sehingga citarasa dagingnya empuk dan manis. Belum pernah kami dapati sate kiloan yang dagingnya alot.
Sambil menunggu menu pilihan disajikan, aku memotret dan bercengkrama dengan ibu haji. Ia menjawab beberapa pertanyaanku dari yang sepele, seperti kenapa daging kambingnya harus digantung, tidak didinginkan di freezer, sampai perhitungan bisnis.
Biasanya warung Sate kiloan ini mulai memotong kambing pada pukul 8 pagi. Kambing yang sudah dibersihkan dan siap disajikan, digantung di area depan. Ternyata itu bukan sekedar bertujuan sebagai display, tetapi upaya menjaga citarasa secara alami. Daging yang didinginkan pada freezer biasanya akan berubah citarasanya.
Dalam satu hari, Warung Sate H. Iding minimal menghabiskan satu ekor kambing. Lain lagi kalau weekend. bisa dua atau tiga ekor kambing. Hebatnya lagi, dalam satu hari, seekor kambing yang disiapkan selalu habis hingga pukul 10 malam.
Rupanya perhitungan bisnis Sate Kambing Kiloan ini lumayan bagus juga. Anggaplah seekor kambing dapat dibeli dengan harga 1 juta Rupiah. ditambah dengan penyiapan bumbu 500 ribu rupiah. Berarti modal bahan makanan hanya 1.5 juta Rupiah. Seekor kambing minimal bisa dibuat menjadi 20 kg daging dan sisanya dijadikan bahan sop hingga lebih dari 30 porsi. Harga jual sate perkilogram adalah 120 ribu. Sedangkan sop seporsi 15 ribu Rupiah. Berarti dalam 1 hari, warung sate kiloan H. Iding mampu menghasilkan omset dari sate sebesar 2.4 juta dari sop sebesar 450 ribu Rupiah. Hampir 3 juta lebih jika ditambah dengan jajanan lain seperti kerupuk, softdrink, dan lain-lain.

jualan satepun harus ada izin resmi, demi menjamin rasa aman pelanggan
Bandingkan antara modal harian, anggaplah 1.5 - 2 juta Rupiah, dapat menghasilkan omset 3 jutaan. Berarti keuntungan kotor ada sekitar 1 jutaan. Wajar saja jika bisnis Sate Kambing Kiloan mampu bertahan lama.
Ada blogger yang mau beralih bisnis Sate Kambing Kiloan? Silakan ikuti jejak Warung Sate Kiloan H. Iding. Mulai dari perizinan usaha, perizinan pembelian kambing, sertifikat halal, dan strategi bisnis konvensional yang sederhana namun tetap menguntungkan!

plang sate kiloan h. iding di sentul























b0lleh nih kalau nanati ke bogor
[Reply]
tepatnya di sentul. pokoke di bogor mah banyak alternatif dah Ding.
[Reply]
Wah, sate kiloannya menarik buat dicobain nih!
Thanks sudah berbagi cerita dan…foto sate-nya…hehe
Bisnis-nya juga ok banget, masalahnya hanya tinggal mengumpulkan sebanyak mungkin pelanggan saja kali ya…promosi dan promosi
[Reply]
bungkusin doooooooong
[Reply]
wah wah, sehari sejuta, lumayan banget ya
[Reply]
MT Reply:
March 28th, 2011 at 00:10
bener, bro. layak ditelusuri nih bisnisnya
[Reply]
pernah nglewati tp gak beli, tp pernah nyoba sate kiloan didaerah yg sama
[Reply]
MT Reply:
March 28th, 2011 at 01:12
enak bro. sekali-sekali mampir lah
[Reply]
Sekilo nya buat berapa porsi itu kang?
[Reply]
kalo makan berdua, cocok ga ya makan sate kiloan?
[Reply]
terima kasih
[Reply]
mantab nich kayanya bro……
[Reply]