Uniknya Angkot di Serang
Setahun lebih aku tak jalan ke kota Serang, Banten. Ada kekhasan yg kulupakan, dan baru teringat kembali ketika mengalami kejadian yang cukup unik. Kubilang unik karena tak pernah kualami di daerah lain yang pernah kusinggahi.
Ini soal angkot. Siang itu aku naik angkot yg ngetem di persimpangan Patung. Selain aku, sudah ada 2 orang penumpang yg terlihat jemu menunggu. Sementara supir angkotnya setia menunggu serombongan calon penumpang yang baru turun dari bis antar kota antar propinsi (AKAP). 5 orang dari mereka naik sambil menyebutkan lokasi tujuan yang sama, “RSUD!”.
Supir angkot pun siap memberangkatkan kendaraannya. Tapi sebelumnya ia meminta dua orang yg sudah lama menunggu, turun. “Gak jadi belok kiri mas. Kita mau lurus aja ke alun-alun!” Pintanya.
Aku memperhatikan kedua orang yang turun itu. Kasihan sekali mereka. Sudah menunggu sejak angkot kosong, akhirnya terpaksa harus mencari angkot lain yang searah dengan tujuan mereka. Kalau di daerah lain, bisa jadi penumpang yang digituin bakalan marah atau mungkin ngamuk. Tapi penumpang di kota ini sudah terbiasa dengan nasib seperti itu.
Baru kuingat kembali informasi dari temanku, orang asli di kota ini. Katanya, angkot di kota Serang seperti taksi. Trayeknya ditentukan oleh penumpang. Karena itu jangan berharap ada nomor dan tujuan trayek yang biasanya terpampang di jidat mobil, seperti angkot di kota lain. Bahkan banyaknya suara penumpang paling menentukan trayek. Seperti fakta yang kusaksikan tadi. Dua orang penumpang tadi harus turun karena kalah suara dengan lima penumpang yg searah. Meskipun kedua orang itu sudah naik duluan.
Tega gak tega, ya begitulah keunikan angkot di kota yang menjadi pusat pemerintahan propinsi Banten ini. Bagaimana keunikan angkot di kotamu?























eh, kok kasian ya sama penumpang yg kalah jumlah suara.
duh..
[Reply]
MT Reply:
May 2nd, 2011 at 10:51
benar, kasihan banget. tapi mau gimana lagi, lha wong masyarakatnya juga sudah memakluminya ;D unik kan?
[Reply]
2 tahun di Manado, pernah “roaming” waktu naek angkot. Bilang “kiri, Pak” tapi gak berhenti. Trus dibilangin sama orang sebelah, kalo di sini bukan gitu. Bilang aja “muka, om” (muka=depan) dan ajaibnya, berhenti lho angkot nya.. wkwkwkwk..
[Reply]
MT Reply:
May 2nd, 2011 at 10:52
wah itu juga unik, Hil. “muka” hehe rada aneh juga sih menyebutkannya. aku akan ingat ini kalau ke Manado nanti
[Reply]
keren juga kaya foting buat acara tur dikelas, suara terbanyak lah arah rekreasi tersbut
[Reply]
hahaha, yang bener nih kang? ada2 aja
[Reply]
MT Reply:
May 4th, 2011 at 00:09
beneran, Gung
[Reply]
Jiaaaahhhh… bener-bener ajaib tuh angkot…
makasih infonya mas…
jadi berdasarkan polling ya… hahahahahaha… unik!!!
[Reply]
MT Reply:
May 4th, 2011 at 00:10
ya, jadi siap2 aja diusir kalo kita hanya sendirian melawan banyak penumpang lainnya hehehe
[Reply]
Rada2 mirip ama yg di Bogor bukan ya Kang?
Dulu prnah ke Bogor, angkotnya juga bisa dicarter gitu deh..
[Reply]
MT Reply:
May 4th, 2011 at 00:11
tapi sekarang di bogor sudah lebih tertib. bahkan ada sip A, B, C untuk setiap angkot. tidak semua angkot boleh beroperasi. hanya yg ada labelnya saja yang boleh -misalnya : A hari senin, B, selasa, C, rabu, dan terus berputar spt itu
[Reply]
setiap lokasi berbeda-beda, untuk di jawa masih terkondisi pada trayek, jika ada yang menyerobot antrian “ngetem” atau jalur lain menerobos sembarangan, pasti nggak bakal aman si sopir. kendalanya pada lama-nya ngetem, bisa 30 menit sampai 45 menit…huaa
[Reply]
MT Reply:
May 4th, 2011 at 00:11
waduh, kelamaan ngeetem, bisa panas pantat kita :p
[Reply]
ada-ada saja kang
[Reply]
MT Reply:
May 4th, 2011 at 00:11
gitulah, Di
[Reply]
haha… unik jga
dan pastinya akan mengesalkan
[Reply]
Kalau begitu jadi segen deh jalan jalan di Serang ya, soalnya aku pasti naik angkot kemana mana
[Reply]
Waduh, berat bener jadi penumpang angkot di sana.. lah kalo dari awal udah ditanya ini tujuannya mau kemana mau kemana, apa tetap bisa kejadian ganti rute begitu Mas? Kasian banget yang 2 tadi, udah nunggu lama..
[Reply]