Kung Fu Kid Mengingatkan Bahaya Game buat Anak
film kung fu kid bergaya jepang adalah pukulan telak untuk penyedia game berbalut pendidikan. Film ini bercerita tentang seorang bocah 8 tahun yang sedang mencari lawan terakhir untuk menyempurnakan ilmu bela dirinya : kung fu. Sang guru mengirim bocah tersebut (Zhang Zhuang) ke Jepang, karena musuh terakhirnya ada di negara yang membuat film ini, Jepang. What? Film Kung Fu buatan Jepang?
Aku sendiri agak terkejut ketika membaca poster film ini di bioskop. Film ini dibuat oleh Issei Oda pada 2008 dengan judul asli Kung Fu Kun. Setelah disetel dalam skala internasional, baru diganti judulnya dengan Kung Fu Kid. Saat menunggu temanku yang memberikan tiket gratis film ini, Chandra, aku menduga-duga, jangan-jangan film ini bergaya film anak-anak jepang seperti Voltus V, Power Ranger, Lion Man, dan semacamnya. Wah, jadi penasaran banget.
Kembali ke ceritanya. Sang bocah yang telah mengalahkan puluhan lawan tanding di China ini harus mengalahkan musuh pamungkasnya di Jepang. Iapun diterbangkan oleh gurunya seperti kilatan api yang melesat dan numplek di depan seorang nenek pemilik kedai di Jepang. Sang nenek hanya tinggal bersama cucunya yang cantik, yang masih sekolah di sebuah SD. Jadilah si bocah kecil dan imut ini dipelihara dan diberi nama Kung Fu.
Yang menjadi catatanku untuk film ini adalah musuh terakhir Kung Fu, yaitu sebuah perusahaan game berlabel Black. Perusahaan game tersebut telah menguasai kementrian pendidikan Jepang dengan mengubah kurikulum pendidikan nasional dengan kurikulum mereka. Parahnya, kurikulum buatan perusahaan game ini dikemas dalam bentuk game. Ya, game! Jadi semua siswa dilarang memakai buku dan digantikan dengan gadget. Setiap hari, siswa harus menyelesaikan beberapa level dan beragam jenis game. Guru yang menentang perubahan kurikulum pendidikan ini justru ditangkap. Di sinilah peran bocah Kung Fu, mengalahkan pimpinan perusahaan game Black, yang ternyata adalah mantunya si nenek pemilik kedai, yang kabur saat kerasukan monster jahat.
Yeach, akhirnya dugaanku terlihat juga. Film ini benar-benar bergaya film anak-anak Jepang. Selalu ada monster robot yang besar bagai raksasa, gerombolan musuh yang bergaya diserem-seremin namun tetap kocak, dan sebagaimana lazimnya film komedi anak a la Jepang.
Sebagai film anak, aku memberikan 4 bintang buat rating film ini. Kisahnya menarik, lucu, namun tetap seru dan menyenangkan. Anakku beberapa kali tertawa ngakak ketika melihat beberapa adegan seru tapi kocak. Namun yang membuat ratingku tinggi sebenarnya pesan moral dari film ini, yaitu betapa bahayanya game buat perkembangan pendidikan anak. Game bahkan bisa mempengaruhi sikap anak maupun orang dewasa menjadi kaku, kasar, dan buruk.
Akupun teringat dengan gencarnya iklan game di televisi. Terutama di stasiun TV Space Toon yang awalnya menjadi pilihan keluargaku tetapi kini sering kublock, karena iklan-iklannya didominasi dengan iklan game via handphone dengan cara ketik *777*xx#. Aku khawatir anakku akan tergiur oleh iklan game tersebut dan ia mendownloadnya, lalu hanyut dalam dunia game yang tak ada habisnya. Efeknya, pasti banyak negatifnya ketimbang positif.
Buat yang belum nonton, silakan lihat trailernya :
Teman, apakah anda tak khawatir apabila anak anda menyibukkan hari-harinya dengan bermain game?
























Lumayan lucu sih filmnya, tapi kayanya untuk anak-anak banget ya filmnya..
[Reply]
MT Reply:
July 1st, 2011 at 19:27
ya, meski ini film berantem tp tak ada adegan sadis. org tua juga terhibur dan disadarkan koq dg pesan moral film ini. thx
[Reply]
i like game.. \{^__^}/
[Reply]
MT Reply:
July 1st, 2011 at 19:30
apa game favoritmu? aku fifa manager
[Reply]
main game harus hati2 juga ya
[Reply]
MT Reply:
July 1st, 2011 at 19:34
ya. intinya, pengendalian diri *gaya MZ*
[Reply]
artikel yang bagus dan menarik… salam sukses
[Reply]
MT Reply:
July 1st, 2011 at 19:36
terima kasih, semoga sukses juga grosirnya
[Reply]
waaah boleh neh pas liburan ajak anak2 hehe…
[Reply]
MT Reply:
July 1st, 2011 at 19:38
bener bro! akupun nonton sama bocah
[Reply]
maen game harus ada waktu khusus….
jgn tiap waktu….
[Reply]
MT Reply:
July 1st, 2011 at 19:40
benar, Cok. game itu perlu juga asal bukan jadi prioritas
[Reply]
Film yang menarik….beneran nih keluaran tahun 2008?
[Reply]
MT Reply:
July 2nd, 2011 at 16:45
tadinya kukira 2011 tapi pas buka info lainnya, semua menuliskan 2008 produksi, 2011 launcing di kancah festival internasional
[Reply]
wah saya belum nonton filmnya
[Reply]
MT Reply:
July 2nd, 2011 at 16:54
gapapa blm nonton, tapi udah baca bang namunnya kan?
[Reply]
hehehe… kung fu China bernuansa Jepang, tapi ujung2nya dikemas jadi film fobot2 monster ala Jepang. Akhirnya ketauan juga Jepang-nya
[Reply]
MT Reply:
July 2nd, 2011 at 16:52
betul Z gayanya jepang banget
[Reply]
saya belum nonton filmnya, kayaknya sih menarik…. sekedar saran saja, jangan lupa dampingi anak kita bila nonton tayangan yang mengandung kekerasan. sekalipun itu sedikit…
[Reply]
MT Reply:
July 2nd, 2011 at 16:50
setuju, tugas ortu adalah menjaga anak dr serangan dunia entertainment
[Reply]
lucu. ceritanya kayak mortal combat ya?
[Reply]
MT Reply:
July 2nd, 2011 at 16:48
ya, persislah MC dikit.
[Reply]
wah, lama gak liat film tentang anak2
[Reply]
MT Reply:
July 4th, 2011 at 10:46
yeach, seru deh kalo nonton lagi.
[Reply]
Gan kalau film upin ipin gimana? Kayaknya film itu sangat mendidik dan hampir sama budayanya dg negara kita….by info usaha kuliner
[Reply]
MT Reply:
July 4th, 2011 at 10:47
ya, kita serumpun. itu yg membuat upin dan ipin mudah diterima oleh masyarakat kita
[Reply]
harusnya anak-anak memang diarahkan main enggrang atau membuat dan menerbangkan layang-layang… tapi sayang memang dunia yang bergerak-berkembang dengan segala penemuan barunya yang berbau robot dan virtual. Jadinya berubah juga deh gaya dan jenis permainan anak… Yang pasti video game juga menguntungkan perusahaan kacamata atau soft contact lens
[Reply]
mantap..jadi kepingin nonton…
[Reply]
haha ketawa dulu deh meskipun blum liat filmnya, tapi memang jaman sekarang game bukan bahaya buat anak anak lo orang dewasa juga masih banyak yang keranjingan game
[Reply]
tidak saya tidak khawatir selama game yang dimainkannya semacam catur, mahjong, minesweeper
dan saya melakukan hal yang sama pada waktu kecil
game makes your world colorfull
[Reply]