Ngabuburit Bikin Cincau

Kali ini aku kembali menuliskan pengalaman ngabuburit bareng anak-anak di rumah. Idenya kudapat dari Penjual Cincau yang biasa keliling di Bogor. Selama Ramadhan, aku tak menemukan penjual cincau keliling. Terbetik keinginan untuk membuat sendiri bersama anak-anakku. Sekaligus menceritakan masa kecilku dulu ketika membuat cincau bersama teman-teman sepermainan.

Kata “cincau” berasal dari dialek Hokkian sienchau (Hanzi: 仙草, pinyin: xiancao) yang lazim dilafalkan di kalangan Tionghoa di Asia Tenggara.

Tumbuhan cincau hijau (C. barbata Myers.) merambat, daun berwarna hijau pucat dengan rambut di atas permukaannya. Selain sebagai penghasil cincau, ekstrak tumbuhan ini mengandung zat anti-protozoa, tetrandine, suatu alkaloid, khususnya terhadap penyebab malaria Plasmodium falciparum.

sumber : Wikipedia

Kutawarkan kepada anak-anakku, pas berbuka puasa nanti, kita akan menikmati minuman yang kita buat bersama, yaitu Cincau. Cara membuatnya gampang. Tinggal memetik dengan izin, daun dari pohon cincau yang dimiliki tetangga, remas-remas dengan air mendidih yang telah dihangatkan, saring, lalu siapkan dalam wadah yang bersih.

Persiapan lainnya adalah membuat es batu sendiri, merebus santan untuk penyedap rasa, dan sirup cocopandan.

Baiklah sekarang aku tampilkan saja sesuai foto yang kejepret saat ngabuburit bersama keluarga.

daun cincau hasil minta dari tetangga | Foto : MT

daun cincau hasil minta dari tetangga | Foto : MT

Daun cincau yang sudah dicuci perhelai, direndam dalam air mendidih yang sudah dihangatkan. Kenapa harus air matang? Ya karena cincau itu nanti langsung dimakan ketika sudah kenyal. Kalau airnya mentah, bisa jadi kurang baik untuk pencernaan kita. Lalu harus dihangatkan dulu, jangan sekali-kali meremas daun cincau dengan air mendidih. Katanya BERBAHAYA! :)

kacaukan daun cincau hingga banyak menghasilkan lendir | Foto : MT

kacaukan daun cincau hingga banyak menghasilkan cairan yang kental | Foto : MT

Siapkan wadah yang bersih | Foto : MT

Siapkan wadah yang bersih | Foto : MT

Wadahnya harus bersih. Jangan yang sudah diinjak-injak seperti wadah yang dipakai Mikail (Anakku) yang menjadikan wadah cincau untuk duduk :)

Saring dulu agar tak ada serpihan daun | Foto : MT

Saring dulu agar tak ada serpihan daun | Foto : MT

Kalau ada serpihan daun, akan sedikit mengganggu saat dimakan. Karena itu, sebisa mungkin saringlah dengan baik agar dimakannyapun enak.

wadahkan, lalu simpan di kulkas | Foto : MT

wadahkan, lalu simpan di kulkas | Foto : MT

Selesailah proses pembuatan cincau hijau yang akan kami nikmati sebagai sajian minuman dan makanan yang sederhana dan sehat.

Lalu bagaimana ampasnya?

Anak-anak melanjutkan ngabuburit sampai puas | Foto : MT

Anak-anak melanjutkan ngabuburit sampai puas | Foto : MT

Kubiarkan anak-anakku bermain dengan ampas cincau yang sudah tak terpakai. Mereka sangat menikmati bermain dengan apapun yang bisa menyenangkan mereka sambil menunggu saatnya berbuka puasa.

Selamat mencoba!


1 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

One Response to “Ngabuburit Bikin Cincau”

Trackbacks

  •