Mengingat via Twitter
Kadang kita menyarikan pengalaman penting dalam beberapa kalimat. Mencatatnya untuk menjadi pengingat, perlu dilakukan agar suatu ketika bisa dibaca kembali. Aku terbiasa mencicil tulisan untuk blog via twitter. Kemudahannya diakses dari perangkat mobile memungkinkan aku tak berhenti mencatat hal-hal yang menurutku penting.
Berikut beberapa catatanku via twitter @mataharitimoer pada hari raya Iedul Fitri 1432 H. Semoga bermanfaat.

- jgn merasa paling senior, plg jago, plg ngerti segala hal, plg populer, plg kaya, plg miskin, plg cantik, plg bijak, plg sengsara #ingat
- dan yg paling bahaya adalah merasa plg benar di atas argumen semua org. #ingat
- merasa paling tinggi, akan merendahkan kehormatanmu #ingat
- merasa paling senior, akan melapukkan kharismamu #ingat
- merasa paling hebat akan meluruhkan pamormu #ingat
- merasa paling cantik, akan meredupkan auramu #ingat
- merasa paling sengsara akan menguburkan keberuntunganmu #ingat
- merasa paling populer akan meredupkan kemenarikanmu #ingat
- merasa paling benar akan menelanjangi kebodohanmu #ingat
- merasa paling bijak akan menumpulkan kecerdasanmu #ingat
- merasa paling bijak akan menumpulkan kecerdasanmu #ingat
- merasa paling peduli akan menumpulkan empatimu #ingat
- saat merasa “paling” dibandingkan yg lain, tak sadar kita telah menjerumuskan kebaikan dan kecerdasan kita dalam jurang kejumudan #ingat
- begitulah penjara tak kasat mata. sekedar catatan cinta untuk kita semua. terima kasih #ingat
- sekedar pengingat untukku dan teman2ku yg kuhormati
maafkan aku ya #ingat





















sebuah cara cerdas untuk tidak kehilangan momen tulisan. Boleh saya contoh mas …
[Reply]
sebuah cara cerdas untuk tidak kehilangan momen tulisan.
Dari tulisan berkarakter sedikit itu bisa dipakai untuk mengembangkan jadi sebuah cerita.
[Reply]