gara-gara main pisang

Dua hari berturut-turut linimasa twitterku belepotan pisang. Mulai dari sekedar membaca, tertawa ngakak, hingga akhirnya akupun ikut-ikutan main pisang. Yang kutahu, mulanya @scriptozoid, atau yang kukenal sebagai sosok manusia berwujud Amang Suramang dan atau Amat Semangat yang membuat tagar #gantijudulbukujadipisang, jadilah wabah pisang melanda linimasa.

pisangtwitter2

pisangtwitter

Tetapi karena ada sebuah kisah yang cukup memalukan namun lucu, akhirnya aku ngetwit :

“TL gue koq masih dibelepotin pisang ya? Begah ah”.

Kenapa aku tulis begah? Akan kuceritakan latar belakang agar teman-teman yang sempat salah paham dengan twitku di atas mengerti. Yang jelas, aku tidak menulis twit di atas untuk merendahkan kualitas twit orang lain. Ini cuma masalah begah atau dalam kata lain, kekenyangan pisang.

Ceritanya begini :

Setelah dua hari terlibat dalam tagar #gantijudulbukujadipisang, penyakitku kambuh. Penyakit apa? Kadang kalau memikirkan sesuatu, aku sering salah menyatakan sesuatu dengan apa yang sedang kupikirkan. Contohnya, saking terhiburnya dan amat menikmati tagar #gantijudulbukujadipisang, dalam interaksiku di dunia nyata, itu terbawa-bawa. Apa yang kukatakan di hadapan orang-orang sekitarku, berubah menjadi pisang.

Contohnya, di depan mertuaku saat aku lebaran, aku bilang :

“nanti sore kami mau pulang ke bogor naik pisang!”

Kebayang kan betapa mertuaku heran dan memandangiku :))

Sesampainya di Bogor pun kejadian lagi. Habis sungkeman sama Nyai Pesantren, aku sekeluarga mau pamit pulang ke rumah. Kubilang ke istriku :

“tolong ambilkan pisangku!”

Padahal yang kumaksud adalah tolong ambilkan sepatu. Tapi kali ini beruntung, mamah atau nyai pesantren akhirnya memberikan 5 buah pisang ambon yang tersedia di ruang tamu. Uh, malu!

Malamnya, aku kedatangan teman yang menginap di rumahku bersama anak dan istrinya. Kami berbincang-bincang. Di tengah perbincangan, salah seorang anakku mengadu kalau penghapusnya hilang dan ia mau pinjam ke kakaknya. Dan akupun bilang ke anak keduaku:

“Mbak Ismah, tolong pinjamkan Rastan pisang!”

Duh memang kelihatannya lebay banget. Tapi itulah penyakitku :D

Terakhir, saat menonton bola antara Iran melawan Indonesia, aku menonton bersama temanku dan anaknya yang sudah sekolah SMA. Senang karena akhirnya Bambang Pamungkas mendapatkan peluang meskipun nggak gol, akupun spontan berkomentar:

“Lumayan, paling tidak kita dapat satu peluang pisang!”

Temanku dan anaknya itu langsung barengan memperhatikanku. Hm…. malu akhirnya aku bilang kepada mereka, “Maaf nih, aku lagi mabuk pisang hehehe….”

Jadi teman-teman, begitulah kisah tentang tagar #gantijudulbukujadipisang yang membuatku kekenyangan. Agar tidak berkepanjangan maka akupun segera mengambil tindakan untuk beristirahat dulu ikutan twit tentang pisang hehehe….

eh, tapi ternyata sampai sekarang masih rame dan menghibur, tuh!

Jabat pisang erat!

gambar dari creativemagic.net
2 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

One Response to “gara-gara main pisang”

Trackbacks

  •