Parkir Mobil di Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor adalah tempat wisata edukasi yang berada di Kota Bogor. Setiap akhir pekan, banyak sekali pengunjung dari berbagai kota yang plesiran ke tempat wisata yang digagas oleh Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang mendiami Istana Bogor dan memiliki minat besar dalam botani. Raffles tertarik mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik pada tahun 1800-an.
Saat menjadi guide sekelompok wisatawan lokal ke Kebun Raya Bogor (Bogor Botanical Garden) kemarin, aku memperhatikan perbedaan perilaku pengunjung. Bagi wisatawan lokal, umumnya sekelompok keluarga atau sepasang remaja yang dimabuk cinta, biasanya memanfaatkan keteduhan kompleks KRB untuk santai, makan bersama, dan berfoto-ria dengan mengambil latar belakang pepohonan, taman, dan yang paling diincar adalah Istana Bogor.

saat lebaran dan akhir pekan biasanya loket tiket masuk KRB padat seperti ini.

Tiket akhir pekan Rp.9500 + Rp.500 untuk PMI. Jadi Rp.10.000,-
Berbeda dengan wisatawan lokal, kuperhatikan sekelompok wisatawan asing yang berjumlah 18 orang sedang mengambil foto beberapa tanaman yang sedang berbunga. Dua orang kulihat sedang mengambil foto tumbuhan yang berbiji merah lebat. Lalu sekelompok “bule” itu saling berdiskusi. Di antara mereka sepertinya ada yang paling memahami seluk beluk spesies tanaman. Rupanya mereka datang ke Bogor Botanical Garden ini untuk melakukan penelitian, bukan sekedar plesiran.

pengunjung lokal sedang mengabadikan kenangan di KRB. bahagia!
Mudahkah menuju KRB? Pastinya mudah. Jika melalui Tol Jagorawi, anda tinggal belok kanan ke arah Tugu Kujang, lalu sampailah di Kebun Raya yang luasnya mencapai 87 hektare itu. Anda bisa masuk melalui pintu gerbang 1 yang tak jauh letaknya dari Tugu Kujang, atau terus mengelilingi KRB hingga melewati lapangan Sempur, Istana Bogor, Walikota dan masuk dari Pintu Gerbang 2, yang letaknya tepat di depan Kantor Cabang BCA. Umumnya sih, banyak yang memasuki KRB dari gerbang utama, yang letaknya persis di depan Pasar Bogor.

Salah satu sudut museum zoology yang menjadi satu paket dalam tiket KRB
Namun ada satu kesulitan yang paling dirasakan oleh para pengunjung pemula. Mereka yang baru pertama kali jalan-jalan ke KRB dengan kendaraan sendiri (mobil), kesulitan parkir. Mau parkir di depan Pintu Gerbang 1, 2, dan utama sekalipun, tak ada tempat yang pantas. Beberapa bis biasanya parkir jauh sekali, di terminal Damri di depan Botani Square dan KFC Tugu Kujang.
Beberapa temanku ada yang mengeluhkan soal lahan parkir mobil. Bahkan mereka sampai kapok ke KRB lantaran susah untuk memarkirkan mobilnya.
Tapi jangan putus asa! Ternyata kita bisa mendapatkan parkir dengan mudah jika mau menuruti petugas parkir berpakaian preman yang menawarkan tempat parkir. Jangan takut “dibohongi”. Mereka benar-benar membantu koq agar kita bisa memarkirkan mobil. Lalu dimana?
Ternyata di beberapa gedung di seberang KRB menyediakan lahan parkir mereka untuk para pengunjung KRB.
Misalnya anda mau memasuki KRB dari Gerbang 2, berarti bisa parkir di area parkir Kantor Cabang BCA. Satpam BCA itupun dengan ramah memberikan pelayanan parkir untuk anda. Koq bisa? apakah mereka cari duit tambahan?

gedung BCA untuk parkir KRB
Ah, nggak juga koq. Buktinya tak ada tarif yang mereka tentukan. Anda bisa memberikan uang parkir secara sukarela dan sepantas empati anda saja. Berikan uang tersebut pada saat anda akan meninggalkan parkir.
Jadi, parkir di Kebun Raya Bogor itu mudah.

Sudut Istana Bogor dalam kompleks KRB
Foto : Jepretan MT sendiri pakai HP jadul






















