Kenapa Bisa Salah Tulis?

Tulisan ini masih berkaitan dengan tulisan sebelumnya, berjudul “Pentingnya Design Agency“. Saat kita jalan-jalan, bisa jadi tidak sulit menemukan papan reklame yang salah tulis. Entah apa yang membuat mereka salah menuliskan kata, apakah karena latar belakang pendidikan seadanya, atau hanya karena mengandalkan pendengaran saja, alias tidak terbiasa membaca.

Bayangkan jika kita salah dalam menulis iklan. Bisa jadi iklan tersebut bukannya mengangkat image usaha kita eh malah menjatuhkan. Seperti bukti foto yang ada pada artikel Pentingnya Design Agency yang lalu, aku menemukan kembali dua foto yang kujepret dalam persliweran jalanku.

Foto pertama kudapatkan di sebuah warung kelontong sekitar Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Tulisan yang semestinya MATERAI, menjadi MATRAI.

kesalahan tulis | foto : MT

kesalahan tulis | foto : MT

Begitupun dengan sebuah Kedai Es Kelapa Muda di Bantarkemang, Bogor. Seharusnya ditulis KEDAI, bukan KEDEY.

salah tulis | foto : MT

salah tulis | foto : MT

Kalau menurut temanku -yang namanya enggan ditulis-, fakta kesalahan dalam menulis yang umumnya terjadi di media reklame adalah dampak dari terbiasa hanya mendengar dan tidak terbiasa membaca. Nah, menurut teman-teman, kenapa sampai mereka salah menuliskan kata? Atau ada tambahan bukti? Silakan share, ya!

Jabat erat!


1 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

5 Responses to “Kenapa Bisa Salah Tulis?”

Trackbacks

  •