Lagu Genjer-Genjer Menyuarakan Kemiskinan Rakyat
Tadi pagi Pukul 07:51 WIB, aku sedang mengajak main si bungsu, Mikail. Sambil menunggu ia yang bermain di lapangan, kupilih-pilih playlist lagu di hapeku. Ada playlist TOEA. Kusetel saja dan lagu yang pertama terdengar adalah lagu Genjer-Genjer, yang dinyanyikan oleh Bing Slamet (Almarhum). Ada lagu lainnya dari Wieteke van Dort, berjudul Ajoen-Ajoen, Geef Mij Maar Nasi Goreng, Terang Boelan, dan lagu lainnya dari album klasik Mashabi.
Saat kudengar lagu Genjer-Genjer, pikiranku langsung melesat ke masa lalu, sebuah film garapan Arifin C. Noer, berjudul Pengkhianatan G30S/PKI. Dari film tersebutlah sebenarnya aku pertama kali mendengar lagu genjer-genjer. Dulu, waktu SD, aku dan teman-teman sekelas pernah diajak oleh guru untuk menonton film tersebut di bioskop. Hingga akhirnya film tersebut selalu tayang setiap tanggal 30 September pada masa Orde Baru. Wajar saja jika aku menduga, lagu genjer-genjer adalah lagu PKI (Partai Komunis Indonesia). Apalagi lagu tersebut konon dilarang diperdengarkan secara umum pada masa Orde Baru.
Seiring berjalannya waktu, ketika Orde Baru digantikan dengan Orde Konspirasi eh Reformasi, lagu Genjer-Genjer tak lagi dilarang. Banyak tulisan yang mengulas tentang lagu yang diciptakan oleh seniman Angklung, Muhammad Arief, pada 1942.
Syair lagu Genjer-Genjer dimaksudkan sebagai sindiran atas masa pendudukan Jepang ke Indonesia. Pada saat itu, kondisi rakyat semakin sengsara di banding sebelumnya. Bahkan ‘genjer’ (Limnocharis flava) tanaman gulma yang tumbuh di rawa-rawa sebelumnya dikosumsi itik, namun menjadi santapan yang lezat akibat tidak mampu membeli daging. Menurut Suripan Sadi Hutomo (1990: 10), upaya yang dilakukan M. Arif sesuai dengan fungsi Sastra Lisan, yaitu sebagai kritik sosial, menyindir penguasa dan alat perjuangan. - Sumber : Wikipedia
Jika mengacu pada proses awal penciptaannya, menurutku lagu Genjer-Genjer bukanlah lagunya PKI. Meskipun Muhammad Arief, penciptanya dibunuh “entah oleh siapa” lantaran dianggap terlibat dalam organisasi underbow PKI.
Kalau ditelisik dari syairnya, oke juga sih. Menunjukkan bagaimana rakyat kita menjadikan genjer sebagai makanan alternatif kala kemiskinan melanda. Tetapi seperti biasa terjadi di negeri ini, justru tanaman dan atau makanan yang kita pikir remeh dan rendahan, justru menyimpan kandungan dan manfaat yang baik untuk kesehatan. Menurut beberapa sumber, sayuran genjer bagus banget untuk menjaga sistem saluran pencernaan bahkan mencegah kanker kolon (usus besar).
Lirik Lagu Genjer-Genjer ~ Muhammad Arief (1942)
Versi asli
Genjer-genjer nong kedokan pating keleler
Genjer-genjer nong kedokan pating keleler
Emake thulik teko-teko muputi genjer
Emake thulik teko-teko muputi genjer
Ulih sak tenong mungkur sedhot sing tulih-tulih
Genjer-genjer saiki wis digowo mulihGenjer-genjer esuk-esuk didol ning pasar
Genjer-genjer esuk-esuk didol ning pasar
Dijejer-jejer diuntingi podho didhasar
Dijejer-jejer diuntingi podho didhasar
Emake jebeng podho tuku nggowo welasah
Genjer-genjer saiki wis arep diolahGenjer-genjer mlebu kendhil wedang gemulak
Genjer-genjer mlebu kendhil wedang gemulak
Setengah mateng dientas yong dienggo iwak
Setengah mateng dientas yong dienggo iwak
Sego sak piring sambel jeruk ring pelonco
Genjer-genjer dipangan musuhe segoTerjemahan Bahasa Indonesia
Genjer-genjer di petak sawah berhamparan
Genjer-genjer di petak sawah berhamparan
Ibu si bocah datang memunguti genjer
Ibu si bocah datang memunguti genjer
Dapat sebakul dia berpaling begitu saja tanpa melihat ke belakang
Genjer-genjer sekarang sudah dibawa pulangGenjer-genjer pagi-pagi dijual ke pasar
Genjer-genjer pagi-pagi dijual ke pasar
Ditata berjajar diikat dibeberkan di bawah
Ditata berjajar diikat dibeberkan di bawah
Ibu si gadis membeli genjer sambil membawa wadah-anyaman-bambu
Genjer-genjer sekarang akan dimasakGenjer-genjer masuk periuk air mendidih
Genjer-genjer masuk periuk air mendidih
Setengah matang ditiriskan untuk lauk
Setengah matang ditiriskan untuk lauk
Nasi sepiring sambal jeruk di dipan
Genjer-genjer dimakan bersama nasi























kita sedang sehati rupanya. saya juga baru saja posting tentang lagu ini. setuju dengan pemaparan di atas, meski tak dipungkiri rasa risih dan aneh itu masih ada ketika mendengar/menyanyikannya.
ditunggu kunjungan baliknya di postingan saya ya
[Reply]
Betapa kejamnya, sampai sang pencipta lagupun dihabisi. Begitu dalam kebencian yang diciptakan. Saya bukan pendukung komunisme, tapi tidak bisa menerima tindakan barbar yang dilakukan.
[Reply]
Untunglah Praktisi Seni Musik di Indonesia tidak terpengaruh dengan ‘racun’ paham Orde Baru akan lagu ‘Genjer-Genjer’ …ini terbukti dengan diakuinya lagu ‘Genjer-Genjer’ sebagai 150 lagu Terbaik Sepanjang Masa versi Rolling Stone Indonesia (GG ada di peringkat 105)
[Reply]
keren infonya Yos!
[Reply]
dmn nieh agan agan dapetin lagu genjer-genjer versi asli M.Arief???hmmm…..
[Reply]
MT Reply:
November 19th, 2011 at 07:45
dari Wikipedia, seperti tautan yang ada di nama Muhammad Arief
[Reply]
Bukannya lagu ini lagu daerah yang berasal dari Banyuwangi?
dari kata2nya ada unsur bahasa Osing (bahasa daerah banyuwangi)
[Reply]