Pengakuan Pelajar SMP di Palembang
Salah satu daya tarik kedatanganku ke Gelanggang Olah Raga Jakabaring, Palembang, adalah berita tentang pelajar sekolah di Palembang yang mendukung negara lain. Kabar burungnya, mereka dibayar sekian puluh ribu (ada yang bilang Rp.20.000,-) dan diberikan hadiah berupa sepatu, topi, dan kaos yang bergambar bendera negara yang didukungnya. 15 November 2011, Berangkatlah aku ke Palembang.
Lika-liku perjalanan menuju Palembang tak perlu aku ceritakan di sini. Nanti saja dalam topik yang lebih pas. Aku akan menuliskan -paling tidak- 5 tulisan tentang kunjunganku ke Palembang. Tulisan ini hanya ingin menampilkan rasa penasaranku tentang para pelajar “bayaran”.
Siang hari, aku bersama tim blogger yang diundang Gubernur Sumatera Selatan, Bapak H. Alex Nurdin melalui Fortune PR sudah berada di Gelanggang Renang Jakabaring. Nama resmi yang terpampang di depan gedung yang kualitasnya setara dengan level internasional di Inggris itu adalah Jakabaring Aquatic Stadium. Terlihat lalu-lalang penonton di sekitar gelanggang.
Serombongan pelajar yang mengenakan kaos negara Filipina berhamburan dari dalam Jakabaring Aquatic Stadium. Mereka terlihat ceria dalam kebersamaan teman sekolahnya.
“Wow senang sekali?” Sapaku
“Ya dong, kita kan senang nonton bersama.” Kata pelajar perempuan dari sebuah SMA di Palembang itu.
“Tapi, koq, kenapa mendukung negara lain?” Tanyaku.
“Tak apalah, kita kan masih serumpun melayu. Yang penting kita meramaikan saja.” Kata salah seorang dari rombongan pelajar tersebut.
“Percayalah! Biarpun kaos kami negara lain, tetapi hati kami tetap Indonesia!” Imbuh seorang temannya.
Begitulah. Memang pada kenyataannya banyak sekali rombongan pelajar yang memang dikerahkan untuk meramaikan pesta olah raga se-Asia Tenggara itu. Menurut beberapa pelajar yang aku tanya, mereka diajak tanpa paksaan oleh koordinator pemandu sorak melalui sekolahnya. Tujuannya bukan untuk berkhianat kepada Indonesia. Tetapi hanya untuk meramaikan dan menyenangkan tamu-tamu dari 10 negara peserta SEA Games 2011.

Pelajar sebuah SMA di Palembang pendukung Filipina | Foto: MT
Terlepas dari tujuan baiknya, pengerahan pelajar kelas 1 dan 2 setingkat SLTP dan SLTA di Palembang menuai banyak kebingungan. Terutama masyarakat di luar Palembang. Sebut saja di Jakarta. Seorang teman menanyakan hal tersebut kepadaku.
“Apa benar ada pelajar yang mendukung negara lain?” tanyanya melalui twitter.
Namun dari ratusan pelajar yang hadir di area Gelora Jakabaring, tetap banyak pelajar dari beberapa sekolah yang mendukung tim Indonesia. Mereka berkumpul bersama, tak mengurangi rasa pertemanan, meskipun kaosnya berbeda negara.
Salah satu pendukung Indonesia adalah sekelompok pelajar dari SMPN 46 Palembang. Saat kutanya kenapa tak mau mendukung negara lain meskipun diberikan hadiah, seorang pelajar dalam rombongan tersebut menjawab dengan rasa nasionalisme yang membuatku bergetar menyaksikannya.
“Karena Indonesia itu merdekanya susah. Tak memakai uang!” Jawabnya tegas.
Lebih jelas, silakan melihat rekaman video yang kuambil di depan Gelanggang Renang Jakabaring.
Berikut adalah bukti betapa pelajar kita di Palembang, meskipun berkaos negara lain, tetapi tetap memberikan yel-yel IN-DO-NE-SIA! Untuk menyemangati para atlet kita tercinta.
LAPORAN SEA GAMES - MT LAINNYA:























hmm, jadi untuk meramaikan ya..
ayo ayo ayo indonesia bisa!!
[Reply]
MT Reply:
November 16th, 2011 at 00:02
ya, bukan sebuah pengkhianatan. kita berpikir positif saja. mereka tetap anak Indonesia.
[Reply]
Liputan yang mantap, ternyata ada pelajar SMP yang mempunyai nasionalisme dan tidak terpengaruh oleh iming-iming yang ditawarkan untuk dukung negara lain, aku doakan untuk pelajar tersebut agar menjadi pemimpin negeri ini. Amin…..
[Reply]
MT Reply:
November 16th, 2011 at 00:02
amin
[Reply]
Saya ndukung yang punya blog ini saja deh.
[Reply]
MT Reply:
November 16th, 2011 at 00:02
saya mendukung #crot :))
[Reply]
kereeeen…..
Indonesia kan merdekanya gak pake uang
[Reply]
MT Reply:
November 16th, 2011 at 00:02
Ya, aku salut sama itu anak!
[Reply]
keren gan… ente keren tuh bocah juga keren… top dah
[Reply]
MT Reply:
November 16th, 2011 at 00:02
makasih mr. Black
[Reply]
Yah mau apalagi ….
[Reply]
MT Reply:
November 16th, 2011 at 08:09
mau menang dengan elegan aja deh
[Reply]
pelajar sih nggak salah.yg salh tuh koordinator/pemberi uang supporter bayaran.mudah2n pelajar yg dibayar dikemudian hari tdk menjadi orang yg hanya membela yg bayar.
[Reply]
Kalimat yg ini mantep banget kang.
“Karena Indonesia itu merdekanya susah. Tak memakai uang!” Jawabnya tegas.
[Reply]
I like your blog, keep the spirit of blogging…...NICE…. ^_^v….
[Reply]
Oh, pantas saja, tadi hari kamis ini, waktu sore tadi saya nonton pertandingan bola antara thailand dan singapura, di stadion ramai sekali.
[Reply]