Di Balik SEAG2011 : Lawan Jadi Kawan

Kunjungan kami ke Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan bukan hanya meninjau bangunan, sarana dan prasarana, apalagi menyaksikan pertandingan. Ada juga obrolan ringan yang kami lakukan kepada siapapun yang menarik hati kami untuk mendekatinya.

Setelah berbincang santai dengan Gubernur Sumatera Selatan, H. Alex Noerdin, kami menyebar untuk berbincang dengan para atlet yang sedang makan di Athletes Villages Main DiningAll. @Harrismaul dan @josep_xavier membuntuti @bramadity yang mengincar dua atlet cantik dari Filipina: Hannah Finnegan dan Amanda Louise Alejandrino. Sedangkan aku, @wulan_muh, dan @lucianancy menemani Oliva Sadi, Atlet Indonesia dari cabang atletik.

3 blogger sedang memburu warta dari atlet asing | foto: MT

3 blogger sedang memburu warta dari atlet asing | foto: MT

Atlet Filifina Hannah Finnegan dan Amanda Louise Alejandrino | Foto: @harrismaul

Atlet Filifina Hannah Finnegan dan Amanda Louise Alejandrino | Foto: @harrismaul

Bukan hanya antar atlet, blogger pun - @wulan_muh- ikut menjalin pertemanan :D | Foto: @harrismaul

Bukan hanya antar atlet, blogger pun - @wulan_muh- ikut menjalin pertemanan :D | Foto: @harrismaul

Atlet hitam manis berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ini baru saja menggondol Medali Perunggu dari cabang lari 800 m. Kami meminta kesediaannya bercengkrama di sela waktu makannya.

“Boleh kita ngobrol sebentar, mbak?” pinta @lucianancy

“Santai saja, mbak. Sambil tetap makan.” Imbuhku.

“Oh, tak apa. Silakan.” Jawabnya dengan senyum ramah yang tak dibuat-buat layaknya senyum politikus di pusat negeri.

Osi -panggilan Oliva Sadi- mengikuti dua cabang atletik, yaitu Lari 800m dan 1500m. Ia terpilih mewakili kontingen Indonesia dalam Sea Games 2011 setelah selama 2 putaran Sea Games sebelumnya (di Thailand dan Laos) tak bisa terlibat karena Operasi di telapak kakinya.

@lucianancy dan @mataharitimoer berbincang dengan Oliva Sadi | Foto: @harrismaul

@lucianancy dan @mataharitimoer berbincang dengan Oliva Sadi | Foto: @harrismaul

Prestasinya dalam bidang atletik tentu saja menumbuhkan kebanggaan bagi masyarakat di kampungnya. Saat pulang, ia dielu-elukan oleh keluarga dan tetangganya.

“Kampung saya dekat Komodo” celetuknya sambil tertawa.

“Wow, keren! Aku sudah pernah ke sana, mbak. Menakjubkan!” balas @lucianancy.

Pada Sea Games 2011 ini, Komodo ditetapkan sebagai maskot, yang dinamakan Modo dan Modi. Beberapa atlet dari Luar Negeri kulihat senang sekali karena diberikan boneka maskot Modo dan Modi oleh panitia penyelenggara.

“Pernahkah ketika kecil, membayangkan akan menjadi atlet yang mewakili Indonesia?” Tanyaku.

“Tidak pernah.” Jawabnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan tetap tersenyum geli.

“Hah, ngak pernah? Memang sejak kapan suka dengan lomba lari?”

MT dan Oliva Sadi | Foto: @wulan_muh

MT dan Oliva Sadi | Foto: @wulan_muh

“Sejak kelas 6 SD. Tetapi mulai fokus untuk menjadi atlet, mengikuti lomba di daerah, dimulai ketika kelas 2 SMP.” Jawab Osi setelah mengunyah makannya.

“Bagaimana kesan kamu tentang Gelora Jakabaring ini?”

“Sebelum datang ke Jakabaring, sempat diterpa gosip: Jakabaring belum siap dan belum layak di huni. Tetapi setelah kami tiba di Jakabaring, gosip itupun ternyata hanya isapan jempol. Buktinya kami dilayani dengan baik dan fasilitas yang kami butuhkan selalu tersedia dengan lengkap.” Jawab Osi, ceria.

“Dari semua negara peserta Sea Games, siapa yang menurutmu paling kuat?” tanyaku.

“Vietnam.” Jawabnya cepat.

“Menurutmu, apa yang membuat Vietnam menjadi begitu kuat?”

“Mungkin karena mereka lebih disiplin dalam latihan, memiliki metode pelatihan yang lebih baik, dan yang paling berpengaruh adalah karena mereka juara di tingkat Asia.” Jawab Osi sejujurnya.

“Apa lagi selain alasan tersebut?”

“Ya, kita harus cari tahu, kenapa mereka bisa lebih kuat agar bisa belajar dari kekuatan mereka.” Jawab Osi, cerdas.

“Setelah 2 kali kami mengunjungi Wisma Atlet, sepertinya para atlet dari 11 negara peserta, hidup berbaur di sini. Apakah mbak Osi mendapatkan teman baik, sahabat?”

“Ya, itu pasti.”

“Dari negara mana?”

“Vietnam!”

“Oh lawan kita yang paling kuat itu?”

“Ya, di arena kita adalah lawan. Tetapi di luar itu, kita adalah kawan. Di waktu senggang kita bisa shopping bersama, haha…” tawanya yang ramah menutup perbincangan singkat di sela makan siang.

Begitulah kehidupan yang kami temukan di Wisma Atlet Jakabaring, Palembang. Kami bisa menyerap makna sportifitas yang ditunjukan oleh para atlet. Mereka bersaing, berjuang, dan saling mengalahkan untuk mencapai kemenangan. Tetapi di luar itu semua, mereka menjalin persahabatan.

LAPORAN SEA GAMES - MT LAINNYA:


2 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

11 Responses to “Di Balik SEAG2011 : Lawan Jadi Kawan”

Trackbacks

  •