Kopi untuk Pejantan
Saatnya ngomongin kopi lagi. Kebetulan kemarin malam aku mendapatkan kesempatan mencicipi oleh-oleh dari teman Warga Negara Singapura. Dia bawa hadiah berupa kopi yang merupakan produk negeri serumpun, Malaysia. Seperti biasa, semua kopi cinderamata yang kudapatkan, selalu kubandingkan dengan kopi asli dari Bogor, Kopi Liong Bulan.
Memperhatikan kemasannya, aku dan teman-teman penikmat kopi senyum-senyum. Brand Kopi Jantan itu sendiri yang membuat kami cengengesan. Apakah kopi ini hanya diproduksi untuk para pejantan saja? Untuk lelaki? Aku jadi teringat iklan minuman yang juga memakai kata “Jantan/Lelaki” untuk branding produknya.
Membaca leaflet-nya, Kopi Jantan rupanya memang diproduksi untuk kaum pria. Wetra Group yang bermarkas di 97-B, Lorong Perak 4,
Kawasan Perindustrian Mergong, 05150 Alor Setar, Kedah Darul Aman ini bahkan pernah menjadi sponsor buat film yang laki-laki banget: 9 Naga. Khusus buat perempuan, produsen kopi ini juga bikin brand khusus: Kopi Putery.
Mulai kumasak air hingga mendidih. Dua cangkir kopi disiapkan. Kopi Liong Bulan sebagai tuan rumah dan Kopi Jantan sebagai tamu. Seduh saat air sudah mendidih. Ini penting, agar cita rasanya lebih nikmat karena bahan kopi jadi lebih matang. Lagi pula kalau ngopi pakai air yang kurang panas (air termos) tentu rasanya kurang nikmat dan bisa bikin mules.
Kopi Liong Bulan sudah biasa kunikmati. Namanya juga kopi default, jadi selalu tersedia di rumah atau seringnya di rumah tetangga (@psemesta). Rasanya sudah kujelaskan pada beberapa tulisan tentang Kopi di blog ini.
Rasa Kopi Jantan mengingatkanku dengan dua kopi yang diedarkan oleh perusahaan MLM (Multilevel Marketing), yaitu CNI dan K-Link. Karena Kopi Jantan memiliki satu bahan yang sama dengan kopi MLM itu, yaitu Ganoderma (Jamur). Ada rasa pahit tetapi nikmat. Saat minum kopi dari negara tetangga ini, mataku yang sebelumnya kriyep-kriyep langsung segar kembali. Tidak seperti kopi lain yang pernah kurasakan, meskipun sudah minum segelas, tetap saja bisa tidur pulas.
Rupanya perbedaan antara Kopi Liong Bulan dengan Kopi Jantan adalah pada bahannya. Boleh jadi Kopi Jantan memang dibuat dari biji kopi jantan, bukan betina. Mengenai perbedaan antara biji kopi jantan bisa dilihat di CIKOPI. Namun ada bahan lain yang membuat Kopi Jantan lebih berkhasiat ketimbang Kopi Liong Bulan yang cuma berisi Biji Kopi Asli dan Gula Pasir Asli. Bahan pelengkap Kopi Jantan berupa; Gula, Krimer Bukan Tenusu, Kopi Segera, Krimer Foaming, Maliodekstrin, Tongkat Ali, Ubi Jaga, dan Ganoderma. Ketiga bahan terakhir inilah yang memberikan rasa dan khasiat yang khas buat lelaki.

leaflet kopi jantan | sumber: wetragroupdotcom
Lalu apakah aku akan berpindah selera ke Kopi Jantan? Sepertinya tidak. Meskipun rasa dan khasiatnya langsung terasa, tetapi mengingat belinya jauh dan harganya cukup mahal, tentu saja aku harus setia untuk mengonsumsi kopi anak negeri: Kopi Liong Bulan.
Nah, teman-teman. Apa kopi favoritmu? Bagi-bagilah!
























Sekarang ini saya lagi senang es kopi kapucino yang pakai krimer yang diatasnya ditaburi bubuk kayu manis dan diwadahi gelas gede. Ingat, gelas gede!
[Reply]
wihihi, harganya mahal ya om
[Reply]
kayanya anda harus nyobain yang namanya kopi sunda hejo ampun tiada dua nikmatnya tuh pabriknya ada di daerah pacet majalaya jawabarat muantap gan
[Reply]
MT Reply:
December 20th, 2011 at 20:44
mau dong!
[Reply]
Wah, kopi itu minuman sehari-hari saya. Apa daya, saya sedang gangguan pencernaan entah karena apa. Seminggu ini saya puasa kopi dulu.
[Reply]