Garis Kuning, Impian Bocah Naif

Semalam aku baru ngeh kalau jumlah loket tol di KM 18 Jagorawi ada 18 loket. Ini memang tulisan sepele. Hanya temuan nggak sengaja itu yang utamanya ingin kusampaikan. Tetapi lebih dari itu, ada perasaan khusus padaku tentang jalan Tol Jagorawi. Sebuah jalan yang pernah kuimpikan untuk melintas di atasnya ketika masih kecil dulu.

Jagorawi adalah jalan tol yang sempat kuimpikan untuk melintasinya ketika masih kecil. Dulu, sekitar tahun 1983, teman-teman SD-ku selalu terlihat bangga saat menceritakan melewati Jalan Tol Jagorawi menuju Kebun Raya Bogor. Saat itu, bagi kami anak Jakarta, melintasi jalan Tol pertama di Indonesia - yang dibangun sejak 1973 dan diresmikan pada Maret 1978 - mengesankan kemewahan. Hanya teman-teman yang kuanggap orang kaya, sanggup melintasi “Jalan Berbayar” yang konon pinggir jalannya ditandai dengan garis marka berwarna kuning. Seumur itu aku belum pernah melihat garis di tepi jalan selain berwarna putih. Naif sekali impianku kala itu : Ingin membuktikan kalau di tepian Jalan Tol ada garis berwarna kuning yang tak putus sepanjang jalan.

sumber: Pustaka PU

sumber: Pustaka PU

Akhirnya impian itu terwujud saat kelas 6 SD. Kelasku mengadakan study tour ke Kebun Raya Bogor dan Museum Zoologi. Itulah saatnya aku melintasi Jalan Tol Jagorawi. Teman-temanku yang sudah pernah melintasinya, menceritakan dengan bangga tentang rupa jalan impianku itu. Jalan yang ketika dibangun tidak terpikir akan menjadi jalan tol, kecuali setelah Ir. Sutami (Menteri Pekerjaan Umum tahun 1978) mengusulkan kepada Presiden Suharto, agar ruas jalan baru itu dijadikan Jalan Tol, agar biaya perawatan jalan itu tak membebani anggaran pemerintah.

Itulah sekelumit catatan sepele tentang jalan tol yang ketika kulintasi selalu mengingatkanku dengan keluguanku saat bocah. Ya, saat melintasi jalan tol dengan Charter Bus dulu, aku sengaja memilih tempat duduk di pinggir kanan dekat jendela. Tujuanku hanya satu: sepanjang melintasi jalan impian itu, mataku terpana pada garis kuning yang tak putus-putus hingga loket tol Bogor. “Ternyata temanku benar, soal garis kuning itu!” bocah naif bergumam.

Berikut adalah peta Tol Jagorawi yang kudapatkan dari getfreeartikel.

sumber: getfreeartikel | klik untuk zoom dari situs sumbernya

sumber: getfreeartikel | klik untuk zoom dari situs sumbernya


1 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

5 Responses to “Garis Kuning, Impian Bocah Naif”

Trackbacks

  •