#RantaiCerita #Seandainya Aku @WKF2010

#RantaiCerita ada tagar dari kumpulan cerita yang sedang dan akan ditulis oleh 20 orang blogger dari berbagai komunitas, yang sebagian dari mereka tidak atau belum saling mengenal secara pribadi. Blogger yang akan turut merangkai cerita selain saya, adalah @bejanawaktu, @aniRingo, @juleahardy, @unggulcenter, @mbitmbot, @ajengkol, @wkf2010, @CiscaDV, @harrismaul, @IndahJuli, @echaimutenan, @elafiq, @agusmoen, @ari_dexter, @Riqo_ZHI, @thianongnong, @phenyukerooo, @nanda_thekids, dan @asiariani.

grafis rantai cerita dibuat oleh @wkf2010

grafis rantai cerita dibuat oleh @wkf2010

Aku berharap kebagian jatah terakhir, karena tahun 2011 ini jatah postingan sudah mencapai target: 150. Tapi ternyata doaku tak terkabul, karena kata @wkf2010, aku nggak terdzalimi jadi doaku tak dikabulkan Tuhan. :)) Memang kadang harapan tak berbanding lurus dengan kenyataan. @CiscaDV menyerahkan rantai cerita ini kepadaku. Aku harus menjadi orang lain: Wong Kam Fung yang berakun @wkf2010 di Twitter.

Rantai cerita sebelumnya ditulis oleh @IndahJuli, @mbitmbot, dan @CiscaDV. Mereka telah menuliskan fiksi dengan baik. Nah, bagaimana denganku? Apakah akan melanjutkan kisah Erina, Radjasa, Melanie, dan Andra? Sepertinya aku akan mengambil jalan lain. Aku akan berusaha menjadi Wong Kam Fung. Seperti apakah WKF dalam imajinasiku?

Untuk para pembaca setia blog MT, jikalau menemukan hal-hal aneh dalam cerita yang akan kutulis, yakinlah bahwa itu bukanlah aku. Bukan MT, melainkan WKF yang kuimajinasikan. Karena itulah tugas dari rantai cerita #Seandainya. :)

brandmt

Sebelum membaca hingga akhir, saya akan katakan dahulu kepada anda, bahwa saya adalah WKF. Sebutan WKF itu merupakan singkatan dari Wong Kam Fung. Itu julukan online yang saya pilih ketika pertama kali saya membuat blog di wordpress. Maaf! Saya tulis wordpress bukannya sedang nge-branding penyedia layanan blog gratisan itu. Apalagi dibayar. Sumpah! Saya nggak pernah punya hubungan komersial dengan Matthew Charles Hutagalung Mullenweg, pencipta Wordpress. Hubungan keluarga pun, boro-boro! Belum lagi dari tampang. Coba bandingkan. Jelas saya lebih ganteng, tegas, dan lebih gampang merasuki mimpi anda ketimbang si Mamat anak Texas itu.

wkf & matt mullenweg | sumber: bloggertainment

wkf & matt mullenweg | sumber: bloggertainment

Orang seperti Matt Mullenweg adalah pemimpi. Wordpress yang ia ciptakan merupakan buah dari mimpinya. Lho, emang mimpi sejenis tumbuhan apa, bisa berbuah? Impian Matt terpicu karena fasilitas b2cafeblog yang digandrunginya berhenti beroperasi. Kegilaannya ngeblog, membuatnya bermimpi tentang sebuah layanan blog yang powerfull. Pada 2003, terciptalah Wordpress dengan bangga. Lebih bangganya lagi, orang kampung kayak saya juga bisa menikmati ciptaan si Mamat.

Ya, bermimpilah. Saya pun pemimpi. Terutama mimpi tentang #perempuanberkumis. Mau tau? Mau tau? Duh, saya sebenarnya nggak suka mengikuti gaya selebritadz itu. Tapi biarlah. Namanya juga orang cari makan dan klop sama pebisnis TV. Jadi seperti itulah gaya selebritadz yang mengajak orang untuk kembali ke Jalan Tuhan channel TV tempatnya ngamen.

Oops. Maafkan saya yang suka ngelantur kalo sedang menulis. Ya, beginilah saya. Namanya juga Wong Kam Fung. Kadang suka ngobrol ngalor-ngidul mencari Ratu Pantai Kidul. Kini kita kembali ke #perempuanberkumis yang merasuki kehidupan saya.

Dia adalah seorang bidadari penyihir yang turun dari kayangan, dengan misi mencari Jaka Tarub yang mencuri selendang adik kembarnya, Nawang Wulan. Itu merupakan tugas suci yang diembannya sebagai gembong FPI (Front Pengaman Internal) Surgaloka. Ketomboyannyalah yang membuatnya mendapatkan jabatan itu dan mengalahkan para kontestan dari Pandawa maupun Kurawa.

Jaka Tarub sih enak, bisa mencuri selendang Nawang Wulan karena bidadari itu senangnya mandi di sungai. Lha, Bidadari Berkumis yang kuincar ini nggak hobi mandi. Lagi pula saat ia datang, sungai yang pernah dijadikan tempat cuci badan para bidadari itu sudah digusur pemerintah menjadi pusat bisnis terpadu tempat orang cuci uang.

Itu soal lain yang meresahkan saya. Banyak hutan, sungai, dan area hijau lain di negeri ini yang ditebas dan diubah fungsinya menjadi pemukiman dan pusat bisnis. Pemerintah kita memang rada gila. Pembangunan yang digalakkan merambas lingkungan yang menjadi penyangga masa depan anak-anak kita, hutan, gunung, sawah, dan sungai yang menjadi simpanan kekayaan negeri ini.

Oops, maaf. Saya ngelantur lagi. Kita sedang ngomongin mimpi. Yuk kita kembali ke soal mimpi.

Jadi impian saya mencuri selendang bidadari kembaran Nawang Wulan sempat pupus. Tetapi, bukan Wong Kam Fung namanya kalau putus asa. Saya memang tak bisa mencuri selendang bidadari itu. Tetapi saya berhasil mencuri hatinya. Apa senjata saya?

Mimpi! Ya, hanya mimpi! Sejak pertama kali melihat lenggak-lenggoknya, hati saya langsung klepek-klepek. Sejak itulah saya bermimpi dan bertekad untuk mencuri hatinya.

Karena itu, wahai mahasiswa eh teman-teman. Bermimpilah! Tetapi hati-hati! Di sekitar anda banyak bertebaran para pencuri mimpi. Siapa mereka? Bisa jadi mereka adalah orang-orang yang dekat dengan kehidupan anda. Mereka akan meremehkan saat anda mendeklarasikan sebuah impian.

Contohnya begini. Saya punya impian untuk mewujudkan kegiatan blogger bernama #CincinBlogger, sebuah tantangan adu nyali buat para blogger. Nah, suatu ketika ada teman dekat saya menyatakan, “Halah, kurang kerjaan! Mending jalanin bisnis MLM saya. Udah banyak teman-teman saya yang mendapatkan passive income. Kamu mau, ndak?” Gitu katanya.

Boleh jadi teman saya itu berniat baik untuk membantu saya menambah penghasilan. Boleh jadi ia bersimpati kepada saya. Tetapi, saya harus sadar bahwa jika saya ikuti sarannya, impian saya akan lenyap. Impian saya akan tercuri. Diakah yang mencuri? Ya! Tetapi bukan berarti ia mencurinya untuk dipakai. Karena tidak semua pencuri berniat menggunakan hasil curiannya. Ada juga pencuri yang hanya membuang begitu saja hasil curiannya.

Lihat para politisi! Mereka itu mencuri suara rakyat dan langsung membuang begitu saja amanat rakyat ke septic tank di hotel-hotel mewah tempat mereka menggelar mukernas, mukerda, mupeng, mules atau apalah namanya. Lihat juga para pengusaha Warnet yang mencuri waktu dan masa depan anak-anak anda! Mereka menyediakan ruang kecil dan kotak candu game online. Mereka bahkan tak peduli dengan cita-cita anak anda yang tadinya mau jadi pilot, polisi, dokter, presiden, kondektur, atau tukang gorengan. Itu jelas bukti bahwa di sekitar kita banyak sekali para pencuri mimpi.

Saya tidak menyalahkan para pencuri mimpi itu. Saya harap anda juga tidak. Boleh jadi mereka sendiri tak sadar kalau apa yang mereka sarankan atau berikan kepada anda, telah mencuri mimpi anda. Dari pada menyalahkan orang lain, lebih baik kita mengaca diri. Kita fokus dengan impian kita dan bertindak untuk mewujudkan mimpi itu. Bagaimana caranya? Tulislah impian anda di tempat yang mudah anda temukan. Boleh di blog, di tembok sebelah ranjang, di pintu kamar mandi, dan di manapun. Asal jangan di tembok rumah tetangga! Bisa dikeplak pak RT, nanti.

Dengan menuliskan impian dan anda selalu berkesempatan membacanya, akan membantu anda untuk selalu fokus dan segera bertindak. Karena ada hal yang lebih penting dari sekedar menuliskan impian, yaitu melakukan apa yang sudah anda tulis!

rantaiceritaseandainya

Begitulah teman-teman, apa yang bisa aku tulis #Seandainya aku menjadi @wkf2010. Aku tulis ini pas tengah malam saat aroma kemenyan meliputi seisi ruangku. Saat itulah sosok WKF menyerap ke dalam diriku dan sebisa mungkin, aku menulis dengan gayanya. Maaf jika tulisan ini tak mampu mengaduk-aduk emosi teman-teman. Hanya inilah yang bisa kutulis sebagai pelengkap kegalauan kalian, huehehehe… pyuh! (Sebel banget gue jadi WKF) :)

Selanjutnya #RantaiCerita ini akan dilanjutkan oleh @Riqo_ZHI yang akan berandai sebagai @ari_dexter. Huehehehe… Riqo, terimalah amanat ini. Jangan sampai jatuh ke tangan pendekat berwatak jahat! Camkan itu, kisanak! :)


1 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

24 Responses to “#RantaiCerita #Seandainya Aku @WKF2010”

Trackbacks

  •