Calamari Ditinggal Istri
Memasak bukan pekerjaan gender. Bukan khusus untuk dikerjakan kaum perempuan saja. Laki-laki juga harus bisa memasak. Terutama saat tak ada istri di rumah. Kadang aku memasak juga. Terutama di akhir pekan, memberikan sajian makanan yang amat sangat berbeda dengan yang biasa dikunyah oleh anak-anakku. Kenapa sangat berbeda?
Jelas berbeda karena komentar anak-anakkupun sangat spesial. Abiyasa, selalu bilang, “Beda dari pada masakan mama.” Kalau Kinkin, putriku bilang, “Aku mending bikin mie instan sendiri aja, deh.” Beda lagi si Raztan, “Pasti lupa pake garem lagi ya, Yah?”. Nah, itulah perbedaannya
Aku termasuk lelaki yang jarang banget masak. Tetapi bukan berarti nggak kepingin masak sama sekali. Kadang aku masak sendiri dengan selera sendiri. Dulu, aku pernah memasak menu Minas Tirith. Sebuah masakah yang aku klaim sebagai makanan favorit Raja Gondor dalam Lord of the Ring. Kapan waktu, akan aku repost masakan tersebut di blog ini.
Kali ini aku masak Calamari. Gampangnya sih cumi goreng crispy. Gimana cara membuatnya. Berikut akan kujelaskan.
- Beli cumi yang masih segar di warung pak Haji Oji. Ini adalah warung tradisional yang masih bertahan di dekat rumahku, sementara banyak sekali mall dan mart yang “menjajah” Kota Bogor

cumi dari warung pak haji oji | foto: MT
- Bersihkan dengan air keran yang mengalir agar kotorannya tak mengambang dan menempel kembali pada cumi
- Potong-potong cumi sesuai selera

foto: MT
- Siapkan bumbu racik yang bisa di beli di warung terdekat. Boleh merk apa saja.
- Siapkan adonan berupa; bumbu racik, telur, dan lemon.

adonan bumbu racik | foto: MT
- Kenapa pakai telur dan lemon? Nanti kalo sempat, akan kujelaskan.
- Aduk cumi dalam bumbu racik, siapkan penggorengan agar panasnya ngepas saat cumi siap dimasak.

lemonnya diperas setelah cumi terbuyar dalam bumbu racik | foto: MT
- Goreng cumi berbumbu dan menyingkir beberapa meter ke belakang agar tak terkena cipratan minyak goreng

penggorengannya keren banget ya? | foto: MT
- Tiriskan agar minyaknya berkurang saat dimakan

proses penirisan minyak dari calamari | foto: MT
- Sajikan dengan ketimun dan sambal tanpa pewarna berbahaya, pengawet, dan perasa kimia.

calamari ala MT siap diserbu ;P | foto: MT
Bagaimana rasanya? Seperti yang sudah biasa kuduga. Anakku, Abiyasa selalu memuji jerih payah ayahnya. Terutama saat di rumah ini tak ada Mamanya. “Lebih enak dari yang di Pasific Place, yah!” Katanya. Kalau kata Raztan, “Wah, sekarang ayah gak lupa pake garem kalo masakin aku telur ceplok ya. enak!”
Ya, telur yang dari awal aku siapkan ternyata bukan untuk campuran adonan Calamari, tetapi untuk membuat telur ceplok pesanan Raztan. Hehe, dia kurang doyan cumi.























setuju banget, yg tak bs dilakukan laki-laki hanya hamil dan melahirkan. masak? pasti bisa, ini buktinya. hebat, pak!
[Reply]
MT Reply:
December 28th, 2011 at 10:10
makasih, ya. tetapi ada 1 lagi kelemahan laki2 dibandingkan perempuan. yaitu multitasking! perempuan bisa mengerjakan beragam pekerjaan dalam satu waktu. kalau lelaki, sering kewalahan, meski tak berarti tak bisa begitu.
[Reply]
pinter juga gan masaknya
kalo buat laki2 itu sih ngerepotin banget, mpe beberapa tahap gitu!!
hehe
tapi yg punya artikel ini tuh hebat banget ya bisa masak mpe serepot gitu
[Reply]
MT Reply:
December 28th, 2011 at 22:20
hehehe begitulah karena tuntutan peran sbg ayah
[Reply]
Obat Alami Asam Urat Reply:
December 29th, 2011 at 07:48
nanti mau nyari calon suami yg pinter masak ah, kaya agan gitu hehehe
seru kayanya bisa kolaborasi masak sama suami….!!!
[Reply]
Wuih keren. Pesen satu bang, es teh manisnya satu ya. Nasi putih setengah, jangan lupa taburin bawang goreng ;p
[Reply]
MT Reply:
December 28th, 2011 at 22:20
200 rebuuuuu!!! :))
[Reply]
mantap kali nampaknya…
memang masakan ayah itu terasa ‘beda’, mungkin karena ayah jarang memasak dan masakannya nuga sering unik….
[Reply]
Wow!!This dish looks awesome..My mouth is watering ..Thank you so much for sharing!!
[Reply]