Minas Tirith

Postingan ini kutulis pada blog lama pada 26 April 2006, saat masih tinggal di hutan Cihideung, Anyer. Karena kebutuhan tautan postingan sebelumnya tentang Calamari, jadilah kutampilkan di blog ini.

Seharian kemarin aku bingung mau makan apa. Makanan kiriman yang ada tak membangkitkan selera makanku. Hingga malam, aku melihat ada sisa cumi dan nenas. Bisakah itu membuatku mau makan malam ini? Dari pada perut kembung, lebih baik coba masak saja.

Sebenarnya makanan kiriman dari DPR (Dapur Umum di hutan ini) enak. Istri dan anakku makan seperti biasanya. Tapi entah mengapa hari ini aku sedang bosan. Ingin makanan lain, tetapi jauh sekali dari pasar atau tempat jajanan. Saatnya eksperimen!

Aku ambil potongan-potongan cumi dan nenas bekas makanan siang itu. Aku cuci kembali, dan mencoba meracik makanan spesial. Aku minta kepada istriku agar tak ikut membantu. Kalau eksperimen dibantuin, ya jadi kurang seru. Aku bilang ke istri, dalam rangka mengenang hari Kartini, maka kamu tak boleh masak malam ini. Padahal 21 April sudah lewat. ;P

sumber: tipskecantikanku(dot)com

sumber: tipskecantikanku(dot)com

Nenas kupotong kecil-kecil, seperti cumi yang sudah teriris-iris itu. Aku siapkan penggorengan kecil, bumbu cair serbaguna [maaf bukan iklan, jadi tak sebut merk], dan mentega.

Kunyalakan kompor. Alhamdulillah, gasnya masih ada. Kutuangkan mentega ke penggorengan sebagai pengganti minyak goreng. ss…..ssss…….. kulemparkan irisan cumi dan nenas jadi satu dalam penggorengan itu. …sss……sssss…. aduk-aduk pakai sodet kayu…. hm…. aromanya mulai menggoda. sebagai finishing, aku crot-crot ang siu, bumbu cair serbaguna dan tahan lama itu. [yang tahan lama sih botolnya, isinya mah tetap ada expire date-nya].

hm…. aromanya makin membangkitkan semangat 45. Setelah yakin matang, aku sajikan di piring kecil. Karena memang masakan darurat ini hanya cukup untuk 1 porsi orang kurus sepertiku.

hm… kuambil nasi putih sepiring, makan campur cumi yang beraduk nenas… nikmat sekali….

cumi nanas yg ada di wisatakuliner(dot)com

cumi nanas yg ada di wisatakuliner(dot)com

Alhamdulillah, akhirnya aku bisa makan juga hari ini, eh malam ini… sebuah masakan yang paling enak dalam sejarahku masak. Kenapa paling enak? karena aku makan sendiri.. Istriku hanya senyum-senyum saja ketika kutawarkan.

Anak-anakku cuma bertanya, “Makanan apa tuh, Yah?”

Aku bilang, “ini namanya Tumis MINAS, cumi dan nenas”

“Masakan dari mana tuh,” Istriku komentar sambil menahan tawa.

“Wah perlu presentasi nih. Ini adalah masakan favorit raja Gondor. Masakan ini pertama kali dibuat di benteng pertahanan yang bernama MINAS TIRITH. Kalau mau tahu lebih detail, tonton saja lagi film LOTR 1-3.

” hehehe… ” Anakku tertawa. Dia lebih memilih minum susu saja ketimbang mencicipi masakanku.

benteng-minas-tirith


1 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

One Response to “Minas Tirith”

Trackbacks

  •