Harapan Lama di Tahun Baru
Hampir setiap orang berharap kebaikan pada tahun baru. Seperti Pedagang Kecil Berharap Nasib Lebih Baik di Tahun Baru, yang intinya berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah. Seperti yang dilansir VOA News dalam laporan malam tahun baru di Jakarta (31/12). Dadakan saja aku terpicu meng-update blog sebagai satu postingan awal di tahun 2012. Sebuah postingan yang mengandung harapan besar. Ada satu hal yang menjadi catatanku di penghujung tahun 2011 dan awal 2012. Catatan ini berisi sebuah harapan lama di tahun baru. Apa sih?
Ini adalah catatan buruk tentang toleransi hidup beragama di Indonesia. Ya, sungguh trenyuh hatiku saat mengetahui kabar konflik antara pemeluk agama beraliran Syi’ah dengan Ahlu Sunnah wal Jama’ah. Parahnya adalah sampai terjadinya pembakaran Pondok Pesantren Islam Syiah di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang pada Kamis, 29 Desember 2011.
Ini merupakan PR besar bagi kita semua sebagai sebuah bangsa. Kericuhan semacam itu sungguh memalukan dan memilukan. Hal ini juga harus disadari oleh pemerintah dan pemuka agama sebagai “tabokan bolak-balik”. Saat kita berhasil menumbuhkan kerukunan dan toleransi pada perayaan Natal 25 Desember 2011, sehingga tak ada kerusuhan berbalut agama Islam dan Kristen, eh justru sesama muslim, yang hanya berbeda mahdzab saja sampai bakar-bakara. Sungguh Terlalu!
Kalau sudah ditabok, mestinya kita sadar untuk memperbaiki sikap. Inilah yang harus dilakukan oleh para pemeluk agama, bahwa merasa paling benar dan menuding buruk orang lain, adalah bibit ketidakdamaian hati kita sendiri. Boleh jadi kita lebih tak bermoral dari pada orang lain yang kita tuding amoral. Boleh jadi kita lebih sesat dibandingkan dengan mereka yang kita tuduh sesat.
Para tokoh agama juga semestinya merasa ditabok. Terutama para selebritadz (ustadz yang kadung menjadi selebritis) untuk lebih peduli dengan masalah-masalah penting seperti toleransi. Kurangilah fokus untuk meningkatkan popularitas diri, tingkatkanlah kesadaran kalian untuk lebih berbakti terhadap masyarakat kalian di desa-desa, di kampung-kampung, dan di kota-kota tempat keanekaragaman agama dan budaya menyatu.
Oi, pemerintah! Jangan cuma merasa cukup menyatakan keprihatinan. Lebih teliti dong untuk mengungkap siapa perekayasa kerusuhan yang terjadi di negeri ini. Jangan menganggap rakyat tak punya dugaan tentang para perekayasa kerusuhan, demo, bahkan kudeta yang begitu kuat dan memengaruhi praktik berpolitik busuk di Indonesia.
Juga buat Anggota DPR yang terhormat (sejujurnya, ada rasa enggan melekatkan kata terhormat buat mereka). Jika ada kasus seperti itu, jangan langsung ngoceh untuk mencopot jabatan seseorang. Setiap ada kerusuhan, kalian selalu ngomong, “Copot Kapolri, Copot Kapolda, Eh copot eh copot, copooooot!” Mestinya kalian sadar, bahwa kalianlah yang juga bertanggungjawab dalam membina kedewasaan masyarakat kita. Kurangilah nafsu kalian dalam mengejar proyek-proyek pembangunan maupun proyek politisasi. Kerja yang benar! Ingat, kalian itu duduk di gedung DPR/MPR dalam rangka menjalankan tugas dari saya, dari rakyat dan bangsa Indonesia. Kalian itu sebenarnya jongos saya! Sudahi sikap sok kaya, sok mentereng, sok borjuis, yang makin merenggangkan jarak kalian dengan rakyat!
Para menteri juga begitu, sih! Apakah kalian masih sibuk dengan urusan melayani majikan kalian? Atau kalian masih sibuk mengurusi tim koruptor yang ada di dalam internal departemen kalian? Biarkanlah urusan korupsi itu jadi tugas KPK. Ya, memang tak semua menteri bersikap memuakkan. Ada juga menteri yang enak dilihat. Nah, cobalah belajar dari teman kalian yang mendingan itu, jangan malah meracuninya dengan jebakan-jebakan fasilitas dan konektifitas.
Buat presiden SBY. Ah, entahlah…
Aku hanya berharap catatan awal di tahun 2012 ini tak akan kutulis lagi di bulan-bulan ke depan. Aku berharap ada perubahan yang berarti bagi keteraturan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia.
Selamat tahun baru! Awas, bukan untuk minta fasilitas baru, ya! Ingat juga, kalian itu jongos rakyat!
























sip!
[Reply]
MT Reply:
January 1st, 2012 at 06:21
semoga kesampaian, ya
[Reply]
kalau aku sih berharap pasal 34 dijalankan benar-benar.
[Reply]
MT Reply:
January 1st, 2012 at 06:21
oh tentang itu juga, semoga terwujud
[Reply]
semangat baru
[Reply]
Thanks for the excellent post against your weblog, it genuinely provides me with a appear about this subject.??;~.?? 160201
[Reply]
Saya berharap tahun 2012 ini kita bisa hidup rukun.
[Reply]
Harapan itu masih ada. Di tahun baru ini, ayo kita raih harapan itu..
Salam semangat
[Reply]
Mantap!
Dan ini postingan pertamaku di tahun baru :
http://maulanaharris.blogdetik.com/2012/01/01/ekspresi-blogger-saat-menikmati-keindahan-indonesia/
[Reply]
tetap optimis and menjadi lebih baik lagi dari tahun sebelum-sebelumnya..
[Reply]
semoga tahun 2012 bisa menjadi tahun yang lebioh baik dan mendaptkan harapan yang lebih baik.
[Reply]
ah jangan pernah berharap sama SBY lambatt, *terus sama siapa lagi? sama tuhan saja kita berharap..
[Reply]
MT Reply:
January 2nd, 2012 at 21:43
yoi, ding!
[Reply]
semoga di tahun 2012 ini kehidupan bermasyarakat kita lebih baik dari tahun lalu. tidak ada perkelahian yang dipicu SARA dan tidak ada aksi bom yang juga dipicu SARA.
[Reply]
wah serem juga ya… poor for pedagang itu… semoga hal tersebut tidak terulang kembali di tahun 2012
kunjungi juga sob http://ariexfy.blogspot.com/2012/01/robin-lim-bidan-peraih-cnn-hero-of-year.html happy blogging
[Reply]
ok….1
[Reply]
mebel jepara.semoga sukses……
[Reply]