Nukman Luthfie: 3 Kunci Keberhasilan Komunitas
Dalam acara monitoring dan evaluasi FORUM KOMUNIKASI, KOORDINASI, KOLABORASI DAN KERJASAMA KOMUNITAS TIK (FK5T) yang di dalamnya ada Relawan TIK sebagai maskot penggerak kegiatan Teknologi Informasi dan Komunikasi di masyarakat, Nukman Luthfie hadir memberikan beberapa masukan.
Nukman Luthfie mengawali presentasinya dengan mengilustrasikan komunitas Tangan Di Atas (TDA) sebagai inspirasi untuk para relawan TIK Indonesia. Komunitas TDA dianggap paling berhasil, konsisten, dan sustainable, sejak didirikan hingga kini. Kenapa TDA bisa begitu sedangkan komunitas yg lain tidak bisa bertahan?

@nukman berbagi di @relawantik 5 Jan 2012 | foto @banyumurti
Ada tiga kunci keberhasilan komunitas:
- Tujuan utama yg jelas
TDA punya tujuan jelas, yaitu ingin agar orang-orang yang ingin menjadi pengusaha tapi tak tahu dimana tempat bertanya, menjadi tahu dimana tempat bertanya. Karena TDA terdiri dari orang-orang yang berhasil dalam bidang usaha, tujuan tersebut menjadi realistis. TDA menjadi tempat sharing pengusaha kepada calon pengusaha. - Pencetusnya yang berkarakter
Pencetusnya dan juga para penggerak TDA memiliki karakter yg kuat. Mereka adalah orang-orang yang berprinsip untuk berbagi. - Action yg konsisten
Kegiatan TDA bergerak dari online ke offline. Saat offline inilah terjadi pertemuan antara orang yang memberi dg diberi. Boleh jadi, wajar saja TDA bisa berjalan lancar karena dibangun oleh para pengusaha yang nota bene punya uang untuk menggerakkan kegiatan mereka. Apalagi didukung oleh lebih besarnya motivasi berbagi dan minimnya motivasi ekonomi (cari keuntungan) di kalangan anggota TDA. Lalu bagaimana dengan komunitas yang dibangun oleh orang-orang tak berada?

di akhir acara @nukman menyatakan diri sebagai anggota @relawanTIK
Menjawab pertanyaan tersebut, Nukman menekankan pada poin ketiga di atas. Jika komunitas punya kegiatan yang jelas dan konsisten, brand akan datang sendiri sebagai sponsor kegiatan. Nukman mengingatkan hal sepele namun penting untuk dibahas, yaitu tentang relawan yang tak memiliki kekuatan ekonomi untuk menunjang keluarganya. Komunitas yang penggeraknya bukan pengusaha (tidak memiliki kekuatan finansial) harus mendapatkan jaminan keluarga agar mereka bisa bekerja optimal.
Untuk menjalankan kegiatannya, komunitas, dalam hal ini adalah Relawan TIK tetap harus bersinergi komunitas yang eksis, seperti blogger di daerah seperti yang sudah berjalan dalam setahun ini.
Next: 2 peran komunitas dalam membantu UKM























Tiga kuncinya asyik tuh. Mengena.
[Reply]
hehe mengena buat kita yaks
[Reply]
kunci2nya menohok, terutama poin ke-1 yang menentukan segalanya. terima kasih sudah sharing soal ini
[Reply]
MT Reply:
January 6th, 2012 at 01:48
ya, amat menohok buat komunitas ya, bro!
[Reply]
wieh keren,,,blogger kadang tak punya tujuan yang jelas dan action yang kosisiten. Ketika tujuan yang jelas dan dilaksanakan secara konsisten, maka akan terbentu brand name secara natural
[Reply]
MT Reply:
January 6th, 2012 at 10:17
ya, komunitas blogger harus menginsyafi hal tersebut
[Reply]
saya alhamdulillah sudah masuk TDA (penting gak ya komen saya ini?)
[Reply]
penting dong
[Reply]
Mantep mas, tengkyu buat postingannya. Ternyata pas Pak Nukman lagi menguraikan 3 hal satu persatu dengan gencarnya mas MT nulis artikel ini, salut dah
[Reply]
MT Reply:
January 10th, 2012 at 06:48
hehe begitulah seorang blogger, bro
[Reply]
sangat penting mas….
[Reply]