Catatan untuk Konsultan Online UKM
Banyak pihak yang ingin membantu perkembangan UKM (Usaha Kecil Menengah) di Indonesia. Biasanya adalah dengan memberikan edukasi tentang perambahan gerak usaha mereka ke dunia online. Bahasa gampangnya, meng-online-kan UKM. Tetapi edukasi saja, tidak cukup untuk membantu UKM. Perlu aksi penting lainnya. Apakah itu?
Dampingi! Ya, tidak cukup hanya dengan mengajarkan bagaimana cara agar bisa memesan domain dan hosting, tetapi mendampingi para pegiat UKM dalam merambah dunia baru mereka. Aksi pendampingan ini akan melibatkan mereka dalam percobaan gaya bisnis baru tanpa rasa takut.
Lho, memang ada kalangan UKM yang takut berbisnis di internet? Ada saja yang takut. Umumnya karena tidak pernah dikenalkan dengan plus-minus berinternet. Yang ditakutkan biasanya bayangan bahwa membuat website perlu dana besar. Padahal dalam mengembangkan bisnis UKM tak melulu bicara soal dana. Ini adalah soal mindset.

Beberapa poin di bawah ini harus ditanamkan dalam mindset para pegiat UKM maupun konsultan Social Media untuk UKM.
- Ajarkan dan dampingi bagaimana memanfaatkan internet untuk medium jualan, yang pasti berbeda dengan sekedar narsis.
- Menginsyafi bahwa era untuk menembus pasar sekarang ada di 2 tempat ; Social Media dan Online Classic. Konsultan Media Sosial mestinya mengajak agar pegiat UKM tidak hanya sibuk dengan kegiatan offline.
- Ajarkan juga commercial photography. Ini penting sekali agar hasil “jepretan” produk menjadi lebih memikat para pengunjung website UKM.
- Latih para pegiat UKM untuk menulis deskripsi produk dengan baik. Tidak sedikit pegiat UKM yang baru bermain online kewalahan dalam mendeskripsikan produk yang mereka jual. Jalan pintasnya, hanya menampilkan foto apa adanya dengan sedikit caption. Padahal deskripsi produk penting banget untuk memberikan product knowledge kepada calon pelanggan.
- Mengupdate stok barang sesuai dg penjualan yg ada di offline. Contoh: terjual 100 tetapi tetap tak terupdate di situs online. Ini masalah yan umumnya terjadi dalam situs UKM: Tidak rutin mengupdate situsnya.
Kelima poin di atas dan penekanan kepada fungsi pendampingan yang saya tulis ini merupakan paparan yang disampaikan oleh Nukman Luthfie di forum FK5T tentang bagaimana semestinya geliat Relawan TIK Indonesia.





















tulisan yang bermanfaat.. semoga sukses
[Reply]
Mungkin saja yang ‘ditakutkan’ mereka itu adalah ketika mereka harus menghadapi berbagai peralatan/sarana teknologi canggih yang mungkin awam bagi sebagian mereka.. Atau bolehkah aku menyebut mereka ‘minder’?
Salam,
[Reply]
rakiyatendonesya Reply:
January 14th, 2012 at 22:33
boleh jadi, minder krn gagap teknologi
tapi seminder apapun, memang tugas social media marketing bukan jugalah untuk mendampingi mereka
[Reply]
kalo yg saya tangkap dari pemaparan oom nukman di sebuah acara th 2010 adalah: business owner harus mengembangkan gaya hidup online
[Reply]
MT Reply:
January 15th, 2012 at 11:59
nah, itu. gaya hidup online yg memang masih kurang di kalangan UKM. terima kasih tambahannya.
[Reply]
airyz Reply:
January 18th, 2012 at 14:17
harus diajari dasarnya dulu biar sukses online offline
[Reply]
Bukan FK5T yang bogor ya om? Saya kok lupa ada pak nukman apa pas saya cabut? hihi..
[Reply]
MT Reply:
January 16th, 2012 at 00:20
di Cisarua bro!
[Reply]
masih pada ngeri, apalagi biasanya udah ditakut-takutin duluan ama orang yang belum berpengalaman dibisnin online..
[Reply]
pendekatan terhadap ukm harus kontinu, dan sebaiknya tidak hanya rational benefit bisa juga emotional benefit. kalau ada pelatihan untuk UKM, boleh diajak nih kang MT
[Reply]
mebel jepara..
[Reply]