Jin Pemula dan Jin Expert

Ibu-ibu di sebuah gang Perumahan ramai berkerumun. Aku penasaran dan menyempatkan diri cari tahu, ada apa. Ternyata ada salah seorang perempuan yang kesurupan. Seorang lelaki berbaju gamis panjang sedang berusaha mengeluarkan jin yang menjadi tersangka utama. Seperti adegan ghostbuster yang ada di televisi, dia menangani perempuan kesurupan itu. Lelaki itu merapalkan bacaan-bacaan, entah ayat-ayat Tuhan, entah mantera-mantera warisan… aku tak jelas mendengarnya. Belum sampai selesai, aku lanjutkan perjalanan meninggalkan kerumunan itu. (more…)

Cara Dapatkan USD $ 25.000 dalam 90 Hari

Benarkah judul yang kutulis? Kalo nggak benar, mana mau aku menuliskannya sebagai judul blog. Ya, kutemukan informasi yang tepat buat orang muda di Indonesia. Sebuah proyek 90 hari yang akan membimbing Anda menjadi inovator. Bukan cuma itu, Anda akan dibimbing oleh mentor terbaik dan berkesempatan mendapat hibah USD $ 25.000 untuk sebuah tantangan. Mau? (more…)

Nukman Luthfie: 3 Kunci Keberhasilan Komunitas

Dalam acara monitoring dan evaluasi FORUM KOMUNIKASI, KOORDINASI, KOLABORASI DAN KERJASAMA KOMUNITAS TIK (FK5T) yang di dalamnya ada Relawan TIK sebagai maskot penggerak kegiatan Teknologi Informasi dan Komunikasi di masyarakat, Nukman Luthfie hadir memberikan beberapa masukan. (more…)

Anakku Bingung

Siang itu aku menjemput anakku pulang sekolah. Biasanya ia selalu ada di balik pagar SD saat aku memarkikan si Tunggir, motor andalan. Lima menit kemudian, ia datang dari arah tempat tukang jajanan mangkal. Raut wajahnya tampak bingung. Ada apa dengan anak lelakiku yang masih kelas 1 SD ini? (more…)

Harapan Lama di Tahun Baru

Hampir setiap orang berharap kebaikan pada tahun baru. Seperti Pedagang Kecil Berharap Nasib Lebih Baik di Tahun Baru, yang intinya berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah. Seperti yang dilansir VOA News dalam laporan malam tahun baru di Jakarta (31/12). Dadakan saja aku terpicu meng-update blog sebagai satu postingan awal di tahun 2012. Sebuah postingan yang mengandung harapan besar. Ada satu hal yang menjadi catatanku di penghujung tahun 2011 dan awal 2012. Catatan ini berisi sebuah harapan lama di tahun baru. Apa sih? (more…)

Resolusi 2012: Peduli Pendidikan dan Tetap Ngeblog

Resolusi bukan sekedar perencanaan, tetapi merupakan suatu agenda pencapaian tujuan. Orang yang terbiasa merencanakan kegiatannya, biasanya akan membuat resolusi jelang pergantian tahun. Resolusi juga terkait dengan kaleidoskop, yang menyajikan aneka peristiwa setahun berjalan. Kaleidoskop merupakan bahan evaluasi untuk menetapkan resolusi.

Dalam KBBI3, Resolusi diartikan sebagai berikut:

putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal

sumber: kamusbesar(dot)com

sumber: kamusbesar(dot)com

Sebagai blogger yang dibesarkan oleh beragam komunitas dan akhirnya “nyemplung” dalam komunitas blogger bogor  blogor.org) akupun mempunyai sebuah resolusi untuk tahun 2012. Apa saja?

Sosialisasi Internet Sehat di Bogor.

Resolusi pertama: Menyelenggarakan Program Sosialisasi Internet Sehat untuk Berbagai Sekolah di Bogor

Ini merupakan resolusi yang utama. Kenapa jadi utama? Kenapa bukan hal lain yang lebih bersifat pribadi? Justru ini salah satu urusan pribadiku. Sejujurnya, melihat perkembangan penggunaan internet di Indonesia, termasuk di Bogor -secara pribadi- aku dan teman-teman yang sejalan merasa terpanggil untuk mewujudkan resolusi ini. Berbagai fakta penggunaan internet di kalangan anak-anak cukup mengkhawatirkan. Mengenai hal ini, pernah saya tuliskan pada artikel sebelumnya, saat menggelar penyuluhan dadakan di sebuah SD.

infografis-statistik-internet-indonesia2

infografis-fb-bangun-tidur-mt

Sosialisasi Internet Sehat merupakan kegiatan penyuluhan ke sekolah-sekolah yang ada di Kota dan Kabupaten Bogor. Program ini merupakan hasil obrolan tentang fakta berinternet yang kulakukan bersama Kang Indriyatno Banyumurti, Ketua RelawanTIK Indonesia. Dari obrolan itu, kami memaksakan diri untuk melakukan percobaan Roadshow Internet Sehat di Bogor. Rupanya aku tidak hanya bekerja berdua Banyumurti. Teman-teman lain yang sejalan sepenanggungan turut mendukung aktif, seperti @defidi, @erfanonalakiano, @harrismaul, @echaimutenan, @wkf2010, @masfajar, @unggulcenter. Mereka adalah sahabatku dalam komunitas blogger Bogor. Karena itulah gagasan ini akhirnya kami masukan sebagai program blogor 2012.

Kenapa harus melibatkan komunitas? Wow, bagiku ini sebuah tanggung jawab sosial. Aku tak akan bisa melakukannya sendiri. Komunitas adalah kekuatan multi power untuk mewujudkan sebuah resolusi sosial. Apalagi program ini bersifat non-komersial. Kami tak meminta bayaran dari sekolah-sekolah yang meminta kehadiran kami untuk menyelenggarakan sosialisasi Internet Sehat. Bahkan blogor saja tidak cukup. Kami berjalan seiringan dengan RelawanTIK yang sejak awal telah menggagas rencana ini, dan meminta dukungan ICTWatch yang punya program sosial Internet Sehat. Dari merekalah kami mendapatkan arahan untuk menjadikan rencana besar ini dapat diwujudkan.

Meskipun ini program gratis, tetapi aku berharap bisa memberikan hadiah buat peserta dari sekolah, baik itu pelajar, mahasiswa, guru, dosen, maupu orang tua murid. Misalnya saja buku-buku yang mendukung program internet sehat dan hadiah lainnya yang mendukung pengalaman berinternet mereka, seperti produk speedy berupa website sekolah.

Konsistensi Blogger

Resolusi Kedua: Konsisten ngeblog dengan indikator 100+ postingan per tahun

Resolusi yang benar-benar bersifat pribadi adalah menjaga konsistensi sebagai blogger. Lho, apa pentingnya? Jelas penting. Bagiku blog adalah representasi diri. Orang akan mengenal siapa sebenarnya aku, ya dari blog. Mereka bisa mengenal cara berpikirku tentang segala aspek kehidupan.

telkomspeedySeorang pelukis dapat dikenali karakternya melalui karya lukisnya. Musisi melalui karya musiknya. Pemain bola dikenal melalui prestasi bertandingnya. Nah, tak berlebihan jika kubilang, seorang blogger dikenali melalui blognya. Lalu bagaimana dengan social media lainnya seperti facebook dan twitter?

Bagiku sama saja. Mereka yang hidupnya di linimasa, akan dikenal melalui kicauannya di twitter. Mereka yang lebih menyukai facebook, akan banyak dikenali teman-temannya melalui status, note, gambar, yang ia tayangkan pada wallnya. Aku tak pernah ingin memisahkan dan membandingkan antara blogger, facebooker, dan tweepers.

Jikalau ada blogger yang akhirnya lebih suka nge-twit dan menelantarkan blognya, itu adalah pilihannya sendiri. Kita tak berhak menyebutnya tidak konsisten. Sebab konsistensi terkait dengan pilihan dan deklarasi. Jika seorang blogger menyatakan diri sebagai blogger, berarti ia memang harus dipandang sebagai blogger. Jika ia lebih suka dinyatakan sebagai tweepers, berarti ia memang pengicau.

Nah, aku sendiri menyatakan diri sebagai blogger. Karena itu aku kembali menargetkan untuk membuat postingan lebih dari 100 artikel pada 2012. Alhamdulillah, sudah 3 tahun ini target tersebut tercapai. Malah terjadi peningkatan jumlah postingan saat aku juga memanfaatkan facebook dan twitter sebagai jejaring sosial.

Statistik Update Blog MT

Statistik Update Blog MT

Insya Allah, ada umur. :)

Bagaimana dengan teman-teman. Apa rencana Anda di 2012?

Ngobrol bareng Mike Orgill

Di Mezzaluna Cafe, Kemang, Senin pertama di bulan ini (5/12) aku diajak ngobrol sama teman-teman para pegiat internet di Indonesia. Kami akan membincangkan “Kebebasan Berekspresi di Indonesia”. Acara santai dan akrab ini difasilitasi oleh ictwatch.com. Apa saja yang kudapat dalam rumpian di sana? (more…)

Kendali Taksi dalam Genggaman

Sambil mengeringkan peluh dengan sapu tangan, aku mengusulkan kepada dua orang teman, “Udah deh, kita naik Bajaj aja! Keburu telat nih!” Tapi Erfano dan Harris masih setia menunggu taksi yang bakalan lewat. Siang itu kami bertiga mendapatkan undangan untuk menghadiri Launching Bluebird Taxi Application, sebuah aplikasi pemesanan taksi untuk gadget Android, iPhone, dan Blackberry di EX Plaza. “Kalo kita naik Bajaj nggak bakal bisa sampe EX. Kan dilarang lewat situ.” Jelas Harris. Duh, tapi mana taksinya? (more…)

Anak Negara, Saran buat Lagu SBY

Tulisan kali ini merupakan lanjutan yang tak terkait langsung dengan tulisan Profesor Sjafri Mangkuprawira. Disebut lanjutan karena tulisan kami merupakan bagian dari program Rantai Cerita (Chainposting) Blogor (Komunitas Blogger Bogor) dengan topik Bogor. Program ini membagi 2 kelompok dengan masing-masing berjumlah 10 blogger. Sang admin menjerumuskanku dalam kelompok yang menulis sisi hitam Bogor. Pak Profesor sudah memulai lebih cepat dari dugaan (6/12). Sebagai urutan ke-2 dari 10 blogger, kutulislah topik ini. (more…)

Pergulatan Emosi Garuda Belia Layak Ditonton!

Kebetulan banget, Sabtu lalu (3/12) aku dapat kesempatan nonton Prelaunching film Garuda di Dadaku 2 di XXI Epicentrum Rasuna. Rasa senang dan penasaran bercampur di benakku. Senang karena film pertamanya saja bagus banget, dan film kedua ini kutonton gratis sebelum disetel serentak di bioskop, 15 Desember 2011 nanti. Penasaran karena ingin tahu apa yang akan disampaikan oleh Rudi Soedjarwo sang sutradara. Apakah Rudi Soedjarwo sekedar mengumbar visual tentang keriuhan semangat pecinta sepak bola atau ada nilai lebih. (more…)