Published on December 17, 2011 by MT
Ini adalah fiksi yang kutulis bersama teman-teman sesama blogger. Kami tergabung dalam proyek penulisan #rantaicerita #PerkawinanDarah. Secara beruntun, cerita ini ditulis oleh @echaimutenan, @ari_dexter, @harrismaul, @juleahardy, @elafiq, @thianongnong, @aniRingo, @IndahJuli, @mataharitimoer dan @wkf2010. Cerita sebelumnya, bisa dilihat di sini. Selamat membaca.
(more…)
Published on September 2, 2011 by MT
Kadang kita menyarikan pengalaman penting dalam beberapa kalimat. Mencatatnya untuk menjadi pengingat, perlu dilakukan agar suatu ketika bisa dibaca kembali. Aku terbiasa mencicil tulisan untuk blog via twitter. Kemudahannya diakses dari perangkat mobile memungkinkan aku tak berhenti mencatat hal-hal yang menurutku penting. (more…)
Published on January 16, 2011 by MT
Ini sekedar cipratan setelah membaca blog fanabis tentang, “masih perlukah menulis bagus?”. Menulis memang bisa dilakukan oleh siapa saja. Tetapi akan berbeda jika kita membaca karya orang-orang yang menjadikan menulis sebagai passion-nya, sebagai pilihan hidupnya dan sebagai daya hidupnya.
Sekedar contoh, baca saja tulisan-tulisan karya Pramoedya Ananta Tur, Seno Gumira Ajidarma, Gunawan Muhammad, dan penulis keren lainnya yang menjadikan menulis sebagai pilihan hidupnya.
Menulis memang mudah, terutama tentang apapun yg kita alami/lihat sendiri. Tetapi menjadi berbeda antara mereka yang menjadikan menulis sebagai passion dengan yang sekedar iseng, kejar deadline, kejar setoran. (more…)
Published on September 8, 2010 by MT
Published on August 10, 2010 by MT

Sehari menjelang Ramadhan. Beberapa hal yang kucatat.
- Orang yang terbiasa dilayani, cenderung akan merasa dirinya lebih penting dari siapapun, dari apapun.
- Waktu begitu penting untuk direncanakan. Kekacauan terjadi karena kita terlalu meremehkan perencanaan.
- Maaf dan terima kasih hanyalah kata-kata ketika tak ada perubahan sikap menjadi lebih baik.
- Aku manusia biasa, punya gembira, punya kecewa, punya kesal. Tapi tentu, aku juga punya maaf yang lebih besar ketimbang itu semua.
- Pemuda pincang mengemis di lampu merah, sedangkan si tua yang tak berkaki, semangat berjualan air kemasan di perempatan jalan.
- Kemenangan bukanlah ketika kita sanggup mengalahkan lawan. Tapi ketika kita sanggup mengalahkan keangkuhan dan kebengisan kita sendiri.
- Sekuat apapun mereka mengucilkanmu, mencercamu, dan menindakmu. Maafmu lebih besar dari semua itu. Tetaplah bekerja!
Published on June 13, 2010 by MT
“Mereka menyatakan diri sebagai wakil Tuhan di muka bumi!” penuh semangat, sang murid menyampaikan apa yang diketahuinya dari obrolan sesama murid. Biasanya begitu. Saat istirahat, para murid biasa melepas lelah, bersandar di batang sawung, menikmati semilir angin di teduhnya pohon yang rindang, ada juga yang berbaring di depan mushalla. Semuanya dilakukan sambil bercengkrama tentang relitas di luar sana, di pusat kesibukan dunia.
“Para pemangku wilayah menuntut kepatuhan rakyatnya. Mereka mengatasnamakan Tuhan. Mereka memperkenalkan kembali dirinya yang baru, pribadi berderajat lebih tinggi dari rakyat. Merekapun menaklukkan wilayah lain yang belum tunduk pada kekuasaan wakil Tuhan di muka bumi… Mengapa terjadi seperti ini, Guru?” tanya sang murid kepada gurunya. (more…)
Published on January 14, 2010 by MT

the flowers @ baduy dalam
Kebahagiaan menguasai hatiku. Akhirnya, malam ketujuh ini kami sampai di puncak yang menjadi tujuan perjalanan. Aku membayangkan kembali pengalaman yang kualami sejak malam pertama hingga malam ini. Terbersit kepuasan karena berhasil menyelesaikan rintangan demi rintangan. Mungkin, inilah yang dinamakan kebahagiaan saat mencapai puncak, mencapai keberhasilan.
Sebuah batu besar beralaskan angin dan beratap pepohonan yang rindang menjadi akhir perjalanan kami. Aku duduk dalam kebahagian, mengucap syukur atas keselamatan yang Tuhan berkatkan. Sang Guru berwudhu pada pancuran bambu, yang mengalirkan cairan suci mata air di sebuah dinding cadas di sisi kanan pasujudan. Aku mengikuti apa yang ia lakukan.
Di atas batu besar luas dan memanjang. Sebelum memulai shalat malam, ia menyampaikan pesan, “Alhamdulillah, kita telah sampai di puncak ketinggian. Tapi ini bukanlah tujuan. Ini baru permulaan…”
Aku terperangah. Kebodohan begitu lekat dengan kepongahan. Kepuasan begitu dekat dengan kesombongan. Semakin banyak berkata, semakin kasat mata kebodohanku.
based on jejakwalisongo by MT
Published on December 27, 2009 by MT
Jika mau kita sadari, kebiasaan menilai buruk orang lain sebenarnya pekerjaan yang melelahkan. Kita telah membuang percuma energi yang diberikan Tuhan. Bahkan kentut lebih bermanfaat ketimbang menyebarkan keburukan orang lain.
Kalau kita mau membiasakan untuk selalu berpikiran positif, menilai orang dari sisi baiknya, boleh jadi kita akan menjadi lebih sehat. badan terasa lebih enteng, kepala terasa ringan, napas juga tak tersengal. Tapi hidup memang pilihan, dengan segala konsekuensinya.
Published on September 9, 2009 by MT
minal aidin wal faizin
maafkan lahir dan bathin
selamat para pemimpin
hidupnya makmur terjamin

Published on August 7, 2009 by MT

OXYDU adalah air murni yang memiliki kadar oksigen (O2) dan diaktifkan sehingga molekulnya mudah diserap sel-sel tubuh.
OXYDU melancarkan sirkulasi darah, menambah energi, dan membantu proses detoksifikasi radikal bebas.
OXYDU baik untuk penderita tekanan darah tinggu, stroke, nyeri otot, kolesterol, diabetes, ginjal, migrain, jerawat, kanker, dll.
Kandungan :
- Pure water
- Oxygen 80 mg/liter
- TDS 0%
Produksi :
KOPERASI PONDOK PESANTREN DAARUL ULUUM
Kampus II Nagrak, kab. Bogor
Aku lagi konsentrasi di sini,