Rahasia Bambang Bertahan 9 Tahun

Aku biasa ngobrol dengan sopir taksi. Meskipun ada larangan berbicara dengan sopir kendaraan umum, tetapi untuk yang satu ini aku sering melanggarnya. Karena kupikir tak ada salahnya ngobrol selama perjalanan kulalui berdua saja dengan pengemudi, terutama saat terjebak dalam kemacetan yang menjemukan. (more…)

Maling di Commuter Line

Hati-hati kalau naik kereta karena masih banyak maling yang berkeliaran, meskipun di Commuter Line. Padahal Comline kan banyak petugasnya. Berbeda dengan Kereta Ekonomi yang keruwetan dan kesesakkannya dianggap lumrah. Kemarin malam aku dan @harrismaul menyaksikan seorang karyawan yang kehilangan tasnya. Sekelebatan penglihatanku, sepertinya tas itu berisi laptop.

Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Stasiun Citayam. Sebelum Commuter Line berhenti, aku memerhatikan seorang lelaki berjaket coklat bertopi hitam. Perawakannya rada gemuk. Lelaki itu berdiri di depan para penumpang yang duduk di deretan tengah. Mungkin karena lelah setelah bekerja, semua orang yang sepertinya karyawan di dua deretan tengah tersebut tidur pulas. Maklum, apalagi sudah hampir jam 10 malam.

Ketika Comline akan berhenti, lelaki itu mengambil sebuah tas dari atas rak. Ia berjalan santai menuju pintu keluar. Aku sendiri tak berpikir kalau lelaki itu mengambil tas orang lain. Setelah pintu terbuka lelaki itu langsung melesat lompat menuju KRL Ekonomi yang baru mulai berjalan menuju arah Jakarta. Saat itu aku dan Harris kaget. “Wah, nekad banget itu orang ngejar kereta yang lagi jalan”.

Beberapa detik setelah itu, salah seorang lelaki yang duduk di deretan tengah menghampiri petugas penjapit karcis Comline. “Tas saya hilang, pak!” lapornya dengan wajah pucat. Menyaksikan laporan seorang lelaki kepada tiga petugas itu, aku dan Harris berkesimpulan, boleh jadi lelaki berjaket coklat tadi yang mencurinya. Kujelaskan kepada mereka lelaki berjaket coklat itu turut dan melompat memasuki KRL Ekonomi yang baru berjalan. Petugas dan lelaki yang kehilangan tasnya itu pun turun dari Comline untuk menyelesaikan masalah.

sumber foto : portaltigaimage(dot)com

sumber foto : portaltigaimage(dot)com

Yeach, begitulah kejadian kemarin malam. Dari kejadian itu, lebih baik kita tak meletakkan tas di atas rak Comline dalam keadaan mengantuk. Boleh jadi modus pencurian seperti itu memang sudah sering terjadi di kereta/comline. Karena itu, waspadalah! Waspadalah!

Ketemu Raja di Citos

Siang tadi (20/01) aku ada urusan di Jakarta. Sampai di Fatmawati, aku bertemu seorang bapak tua yang bertanya, “Citos dimana ya, dik?” Aku jelaskan arah menuju Citos. Kusarankan naik ojeg saja biar cepat. Tapi pak tua itu maunya jalan kaki saja. Duh! Nggak tega banget lihat orang tua jalan sendirian. Apa lagi lalu-lintas siang ini begitu ramai. Kuputuskan untuk mengantarnya sampai ke Cilandak Town Square. (more…)

Garis Kuning, Impian Bocah Naif

Semalam aku baru ngeh kalau jumlah loket tol di KM 18 Jagorawi ada 18 loket. Ini memang tulisan sepele. Hanya temuan nggak sengaja itu yang utamanya ingin kusampaikan. Tetapi lebih dari itu, ada perasaan khusus padaku tentang jalan Tol Jagorawi. Sebuah jalan yang pernah kuimpikan untuk melintas di atasnya ketika masih kecil dulu. (more…)

Ngelayap ke Palembang

Dibandingkan dengan 4 reportaseku lainnya tentang SEA Games 2011 di Kompasiana dan blogdetik, tulisan ini lebih bersifat catatan perjalanan saja. Aku akan menceritakan bagaimana bisa sampai ke Jakabaring dan meliput perhelatan olah raga yang menjadi kebanggaan tersendiri buat Indonesia, khususnya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Lebih spesifik lagi, Palembang. Boleh saja tulisan ini disebut sebagai catatan perjalanan. Bagi blogger keturunan betawi, lebih suka bilang ‘ngelayap’. (more…)

Di Balik SEAG2011 : Lawan Jadi Kawan

Kunjungan kami ke Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan bukan hanya meninjau bangunan, sarana dan prasarana, apalagi menyaksikan pertandingan. Ada juga obrolan ringan yang kami lakukan kepada siapapun yang menarik hati kami untuk mendekatinya. (more…)

SEAG Palembang, Promosi Pariwisata, dan Geliat Ekonomi Rakyat

Ini tulisan kedua dalam kunjunganku ke Southeast Asian Games (SEA Games) 2011 di Palembang. Jika kemarin aku melaporkan perbincangan bersama beberapa anak sekolah yang mendukung penuh penyelenggaraan SEAG di kota mereka, sekarang giliran yang tua-tua. Anak-anak belajar lagi ya! ;) (more…)

Pengakuan Pelajar SMP di Palembang

Salah satu daya tarik kedatanganku ke Gelanggang Olah Raga Jakabaring, Palembang, adalah berita tentang pelajar sekolah di Palembang yang mendukung negara lain. Kabar burungnya, mereka dibayar sekian puluh ribu (ada yang bilang Rp.20.000,-) dan diberikan hadiah berupa sepatu, topi, dan kaos yang bergambar bendera negara yang didukungnya. 15 November 2011, Berangkatlah aku ke Palembang.

(more…)

Bebek Bandar, Lezatnya Mantap

bebekbandarlogoAku dapat undangan makan siang dari temanku, Fikrie, yang menawarkan aneka masakan bebek. Akupun langsung meluncur ke lokasi yang ia beritahukan, Restoran Bebek Bandar di jalan Palmerah Raya (Rawa Belong). Wuih, Rawa Belong? Udah lama banget aku nggak jalan ke daerah situ. Rawa Belong mengingatkanku dengan cerita komik Sawung Kampret karya Dwi Koendoro, sebuah desa yang asri tempat kediaman Nek Isah dan Bang A’um, yang mencintai Sawung Kampret dan Naip bin Jali, pada zaman kolonial dulu. (more…)

Parkir Mobil di Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor adalah tempat wisata edukasi yang berada di Kota Bogor. Setiap akhir pekan, banyak sekali pengunjung dari berbagai kota yang plesiran ke tempat wisata yang digagas oleh Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang mendiami Istana Bogor dan memiliki minat besar dalam botani. Raffles tertarik mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik pada tahun 1800-an. (more…)