Seberapa sering anda memperhatikan desain? Dalam persliweran kita kemana-mana, banyak tersebar karya desain. Di pinggir jalan utama, banyak billboard lebar. Di jembatan penyebrangan, di Halte, di biskota, taxi, bahkan di ujung gang depan rumah, ada plang iklan, seperti ini contohnya :

foto : iqbal harafa
Desain yang kita temui itu bukan sekedar karya seni. Tapi ada sebuah misi yang diemban oleh sebuah karya desain, yaitu advertising goal. Misinyapun beragam. Ada yang sekedar meng-edukasi khalayak, menegaskan keunggulan produk, memperkenalkan identitas perusahaan, bahkan mengajak khalayak untuk melakukan apa yang perusahaan inginkan.
Melihat dari misinya, desain bukanlah karya yang dibuat asal jadi. Untuk menjadi seperti bentuk akhirnya, sebuah desain melalui tahap perencanaan yang panjang. Perencanaan di mulai sejak sebuah desain dibutuhkan. Untuk apa desain itu dibuat, berapa lama akan bertahan, dan bagaimana estimasi perencana tentang sikap khalayak terhadap desain yang sedang direncanakan. Bagi perusahaan yang serius dalam mempertahankancorporate identity, bahkan diperlukan sebuah penelitian terlebih dahulu terkait desain yang akan dibuat.
Bagaimana kesan anda terhadap foto di atas? Bisa jadi plang reklame tersebut membuat anda tak akan mau menitipkan mobilnya di situ. Atau bisa jadi anda hanya akan tersenyum geli melihat tata bahasa yang kurang tepat. Ada juga yang berpikir, “nulis aja nggak becus, gimana mau ndandani mobil saya!“
Pelaku bisnis yang serius, rata-rata sangat memperhatikan desain yang menjadi identitas perusahaannya. Karena itu biasanya mereka tidak asal membuat desain, misalnya minta tolong sama teman agar bisa mendapatkan karya desain gratis nan menawan. Tidak juga dengan mencomot desain yang bertebaran di internet lalu menjiplaknya.
Diperlukan sebuah design agency atau apalah namanya. Yang jelas pelaku bisnis yang serius akan menyerahkan urusan corporate identity kepada orang-orang yang ahli dalam menyelesaikan pekerjaan itu. Bagi pelaku bisnis baru yang sadar akan pentingnya sebuah desain ditangani oleh ahlinya, biasanya dalam melihat desain/iklan bukan hanya karya desainnya, tetapi siapa yang membuatnya. Ia akan mengontak pembuat desain/iklan tersebut.
Ini terbukti oleh temanku Arie Fabian, yang sudah beberapa tahun fokus dalam melayani berbagai perusahaan untuk pekerjaan desain. Ia membangun usahanya dari kecil di sebuah ruang yang menyatu dengan dapur dan kamar mandi. Karena berkarakter sebagai pembelajar, tekun, dan konsisten dalam dunianya, kini usahanya telah memiliki kantor yang layak kunjungan. Seperti yang aku tulis pada paragraph sebelumnya, Fabian Design sering mendapatkan pesanan dari orang-orang yang bahkan belum pernah ditemuinya. Mereka datang dan memakai jasa Fabian Design, yang berkantor di Jl.Martaib No.30 Arteri Raya Pos Pengumben, Jakarta Barat, karena diperkenalkan oleh karya yang dipajang di ruang publik.

Bisa kubilang, sebuah desain yang baik, memiliki kekuatan untuk menarik customer baru. Dan yang tak perlu diungkap lagi adalah, desain yang “introduced to involve” akan meninggikan derajat brand yang tertera dalam desain tersebut. Karena itu, mulailah berani menyerahkan urusan desain perusahaan anda kepada para ahlinya.