<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>gimme some truth</title>
	<atom:link href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mataharitimoer.blogdetik.com</link>
	<description>http://mataharitimoer.blogdetik.com</description>
	<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 02:30:41 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Suramadu bukan Jembatan</title>
		<link>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/02/09/suramadu-bukan-jembatan/</link>
		<comments>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/02/09/suramadu-bukan-jembatan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 02:30:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MT</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[KONYOL!!!]]></category>

		<category><![CDATA[suramadu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mataharitimoer.blogdetik.com/?p=872</guid>
		<description><![CDATA[Aku sedang ingin menulis yang ringan dan sepele saja. Kali ini adalah catatan perjalanan ke Bangkalan, melintasi Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura).
Sebelum sampai di mulut jembatan, Kang Haji yang menjadi ketua rombongan mengisyaratkan, agar kami hanya menyebut “suramadu” saja, tanpa “jembatan”. Soalnya, Nenek-nenek yang kami bawa dalam rombongan, sejak dari Malang, tak berani menyebrang jembatan. Mungkin yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Aku sedang ingin menulis yang ringan dan sepele saja. Kali ini adalah catatan perjalanan ke Bangkalan, melintasi Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura).</em></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-873" src="http://mataharitimoer.blogdetik.com/files/2010/02/suramadu-01.jpg" alt="suramadu-01" width="302" height="239" />Sebelum sampai di mulut jembatan, Kang Haji yang menjadi ketua rombongan mengisyaratkan, agar kami hanya menyebut “suramadu” saja, tanpa “jembatan”. Soalnya, Nenek-nenek yang kami bawa dalam rombongan, sejak dari Malang, tak berani menyebrang jembatan. Mungkin yang ada dalam bayangannya adalah jembatan dari kayu atau jembatan gantung.</p>
<p>Setelah membayar di loket, mobil melaju melintasi Suramadu. Sang Nenek, nyeletuk, “Kita lewat tol ya?” Yang lain tak mengiyakan, malah mengalihkan perhatian dengan menikmati pemandangan laut dan pulau Madura di ujung sana.</p>
<p>Singkat cerita, dengan selamat kami mengantarpulang sang Nenek kepada Suaminya di Cakung, Jakarta Timur. Suaminya menyambut dengan riang, “Wah sampe juga lu pada ke Madura. Nyebrang jembatan Suramadu dong?”</p>
<p>“Jembatan? Udah kagak ada, bang!” Jawab istrinya, sang Nenek.</p>
<p>“Lha? Kagak ada?” Sang suami garuk-garuk kepala</p>
<p>“Lha iya, jembatannye udah kagak ada! Udah diganti sama jalan aspal, tol! Bagus banget dah!”</p>
<p>Tak tahan menyaksikan obrolan kocak, kamipun ngakak berjamaah. Kang Haji menyatakan, “kalo tadi siang gue bilang jembatan, nenek-nenek mane mao ikut nyebrang, bisa gagal rencana kite ke Madura….”</p>
<p>Hahaha…. cerdas juga kang Haji…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/02/09/suramadu-bukan-jembatan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bundel Balada Si Roy karya Gol A Gong</title>
		<link>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/02/06/bundel-balada-si-roy-karya-gol-a-gong/</link>
		<comments>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/02/06/bundel-balada-si-roy-karya-gol-a-gong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 13:30:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MT</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sepele]]></category>

		<category><![CDATA[balada si roy]]></category>

		<category><![CDATA[bundel]]></category>

		<category><![CDATA[gol a gong]]></category>

		<category><![CDATA[gola gong]]></category>

		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mataharitimoer.blogdetik.com/?p=878</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Lelaki harus pergi, tetapi juga harus pulang, karena ada yang mengasihi dan dikasihi.&#8221; (Roy, 17 tahun, Balada Si Roy)
Begitulah remaja Roy pernah merasuki pembaca negeri ini di era 80-an. Pernyataan atau pendapatnya tentang bagaimana seharusnya mnejadi lelaki; jujur, berani, saying kepada ibu, menghargai perempuan, ternyata menjadi ideology berseberangan dengan remaja mapan pada umumnya di Jakarta. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><em>&#8220;Lelaki harus pergi, tetapi juga harus pulang, karena ada yang mengasihi dan dikasihi.&#8221; (Roy, 17 tahun, Balada Si Roy)</em></h3>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-879" src="http://mataharitimoer.blogdetik.com/files/2010/02/baladasiroy.jpg" alt="baladasiroy" width="294" height="337" />Begitulah remaja Roy pernah merasuki pembaca negeri ini di era 80-an. Pernyataan atau pendapatnya tentang bagaimana seharusnya mnejadi lelaki; jujur, berani, saying kepada ibu, menghargai perempuan, ternyata menjadi ideology berseberangan dengan remaja mapan pada umumnya di Jakarta. Roy menjadi represntasi remaja Indonesia kebanyakn pada masa itu. Farhan, presenter &#8220;Tatap Muka&#8221; di TV One menyatakan, &#8220;Roy itu antitesa dari &#8216;Catatan Si Boy&#8217;. Roy melabrak kemapanan yang diwakili tokoh Boy!&#8221;</p>
<p><strong>PEMBACA DILIBATKAN</strong><br />
Kalau kamu termasuk pembaca novel serial &#8220;Balada Si Roy&#8221; karya Gol A Gong dan ingin kembali mengoleksi atau untuk diwariskan ke anak, adik, dan orang yang dikasihi, &#8220;Balada Si Roy&#8221; yang awalnya diterbitkan sepuluh buku oleh Gramedia Pustaka Utama (1988 - 94), kini akan diterbitkan dalam bentuk bundel 1 buku seperti Musashi. Tebal (estimasi) 450 hlm, ukuran buku : 15 x 23 cm, Kertas : HVS 70 gram, dan warna cetak isi hitam-putih.</p>
<p>Apakah ada yang baru di buku &#8220;Balada Si Roy&#8221; edisi bundel ini? &#8220;Ya,&#8221; kata Gol A Gong. Yaitu, tentang bagaimana proses kreatif &#8220;Balada Si Roy&#8221; tercipta. Gong menceritakan bagaimana ide awal muncul, juga siapa sebetulnya pra tokoh di &#8220;Balada Si Roy&#8221; seperti Andi, Dewi Venus, Toni, dan Dullah. Juga ada bonus stiker dan pin.</p>
<p>Selain itu Gong juga akan memuat 10 essay atau tulisan terbaik dari para pembaca &#8220;Balada Si Roy&#8221;. Siapa saja boleh mengirimkan pendapatnya tentang tokoh &#8220;Si Roy&#8221; ke email &nbsp;<a href="mailto:balada.siroy@yahoo.com" title="mailto:balada.siroy@yahoo.com">balada.siroy at yahoo.com</a>. Juga untuk cover, jika ada pembaca yang ingin menyumbangkan kepiawaiannya melukis, silahkan saja. &#8220;Dulu Mas Wedha. Tapi, saya mau mncoba mengajar pembaca terlibat, karena ini atas desakan pembaca juga.&#8221; Maka, silahkan kirim gambar/ilustrasinya. Sedangkan gambar-gambar Mas Wedha akan disertakan di dalam untuk cover masing-masing episode, sebagai pembatas.</p>
<p><strong>HARGA TERJANGKAU<br />
</strong>Kalau dulu harga satuan &#8220;Balada Si Roy&#8221; berkisar dari Rp. 3500,- (1988) hingga Rp. 15.000,- (1994), kini harga bundelnya Rp. 100.000,- plus ongkos kirim untuk Jawa 15.000. jadi total Rp. 115.000,- Untuk luar Jawa Rp. 100.000,- plus ongkos kirim Rp. 25.000,- jadi Rp. 125.000,-. Keuntungan 25% akan disumbangkan ke Rumah Dunia, komunitas baca yang didikan Gol A Gong &nbsp;<a href="http://www.rumhadunia.com" title="http://www.rumhadunia.(" target="_blank">www.rumhadunia.com</a> dan&nbsp;<a href="http://www.rumahdunia.net" title="http://www.rumahdunia. " target="_blank">www.rumahdunia.net</a>). Buku akan dicetak (print on demand) setelah minimal terkumpul 1000 pemesan.</p>
<p>Apakah mahal? Beberapa pembaca menyatakan tidak. Anggit Wicaksono dari Karanganyar Solo berpndapat, &#8220;Siapa, Mas! Nggak rugi!&#8221; Begitu juga Ochan dari Makasar, &#8220;Saya pesen, Mas! Harga segitu kejangkau!&#8221; Di <a href="http://www.facebook.com/topic.php?topic=13158&amp;post=56046&amp;uid=44831457829#!/group.php?gid=44831457829" target="_blank"><strong>facebook</strong></a> juga sudah banyak yang menanti edisi khusus ini. Mereka semua menginginkan menkoleksi buku &#8220;Balada Si Roy&#8221; dalam bundel 1 buku, karena koleksi mereka sudah berceceran.</p>
<p>Bagi yang berminat langsung transfer ke BCA Serang, norek 245 1790 121 atas nama Heri Hendrayana. Jawa Rp. 115.000,- dan luar Jawa Rp. 125.000,- <em>Confirm </em>setelah transfer ke &nbsp;<a href="mailto:balada.siroy@yahoo.com" title="mailto:balada.siroy@yahoo.com">balada.siroy at yahoo.com</a> . Tulis nama lengkap, alamat, no hp. Terima kasih atas supportnya. Tetap semangat membeli buku sambil menyumbang ke Rumah Dunia! (Jang RuDun)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/02/06/bundel-balada-si-roy-karya-gol-a-gong/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>10 Juta Lenyap Sudah</title>
		<link>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/02/05/10-juta-lenyap-sudah/</link>
		<comments>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/02/05/10-juta-lenyap-sudah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 08:39:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MT</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serial TnT]]></category>

		<category><![CDATA[10 juta]]></category>

		<category><![CDATA[Tuginem]]></category>

		<category><![CDATA[Tugino]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mataharitimoer.blogdetik.com/?p=875</guid>
		<description><![CDATA[Tugino pulang kerja dengan riang gembira. Ini masih jam 4 sore. Mestinya ia belum jam pulang kerja, tapi karena Ngkoh Cin Lung sedang tak ada di kantor, kepada bagian HRD, Tugino beralasan anaknya sakit dan mau membawanya ke dokter. Padahal, sebenarnya ia tak sabar setelah mendapatkan sms dari dari calo tanah tadi pagi.
“No! Uang bagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-876" src="http://mataharitimoer.blogdetik.com/files/2010/02/uang.jpg" alt="uang" width="303" height="201" /><strong>Tugino pulang kerja dengan riang gembira. Ini masih jam 4 sore. Mestinya ia belum jam pulang kerja, tapi karena <a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/2009/07/10/rumah-dinas/" target="_blank">Ngkoh Cin Lung</a></strong> sedang tak ada di kantor, kepada bagian HRD, Tugino beralasan anaknya sakit dan mau membawanya ke dokter. Padahal, sebenarnya ia tak sabar setelah mendapatkan sms dari dari calo tanah tadi pagi.</p>
<blockquote><p><strong>“No! Uang bagian kamu sudah saya titipkan istrimu, pas kamu berangkat kerja tadi. Lumayan, 10 juta! semoga bermanfaat ya, No!”</strong></p></blockquote>
<p>Begitu isi sms dari rekannya sesama calo tanah. Gara-gara SMS itu, Tugino tak betah berlama-lama di kantor. Seragam Satpam yang ia kenakan terasa sempit. 10 juta! hanya itu yang ada di kepalanya. Belum pernah seumur-umur ia mendapatkan uang sebanyak itu. Dan baru kali ini ia berhasil mencalokan tanah di sekitar Cikarang, setelah puluhan kali bersengketa karena kasus 3 in 1 : 3 sertifikat asli untuk 1 kavling <img src='http://mataharitimoer.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tergesa-gesa Tugino melompat dari angkot, menelusuri jalan aspal bolong-bolong di pinggir kali Tegal Gede, belok ke gang buntu, dan membuka pintu rumahnya dengan salam, “Nem, tadi bang Japra nitipkan uang kan?”</p>
<p><a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/2008/11/02/mengingat-menimbang-memperhatikan-tuginem/" target="_blank">Tuginem</a> – istri resmi Tugino -  terkejut. Kehadiran suaminya telah mengganggu keasyikannya menikmati aksi Shah Ruk Khan, bintang film India pujaannya. “Kalo datang jangan ngagetin dong, mas!” seraya menekan tombol pause pada remote control DVD Player. Otomatis gambar bintang pujaannya mematung dengan mulut monyong. Jelas sekali detil wajah sang bintang karena tampil pada TV 29” dengan resolusi tinggi.</p>
<p>Tugino gantian terkesima, “Hah? TV dari mana tuh, Nem? Hah? DVD baru, nem?!!!”</p>
<p>“Ya iya lah, mas. Tadi kan bang Japra ngasih uang seamplop coklat. Masih ada lebel banknya, 10 juta, mas!” jawab Tuginem, innocent.</p>
<p>“Itu uang titipan, nem?!” Tugino marah. Ia bergegas duduk di depan istrinya.</p>
<p>“Bang Japra nggak bilang nitip. Dia cuma bilang, ini hak kalian, semoga bermanfaat! cuma itu.</p>
<p>“Duuh, Nem! Itu uang udah ada rencana pengeluarannya! kamu jangan seenaknya pake gitu aja. Gimana sih kamu! Malah kamu belikan barang-barang nggak berguna gitu!!!”</p>
<p>“Lha, mas ini bagaimana tokh? Barang bagus begini dibilang nggak berguna?! Jaman sekarang sudah tak pantas pakai VCD Player, mas! Semua orang sudah pakai DVD! Lagipula, TV kita yang 14” sudah tak muat buat memunculkan gambar DVD yang bagus-bagus, mas! Gimana sih kamu ini. Kalau tak ada hiburan, aku mau ngapain lagi di rumah? kerja nggak boleh!!!” mulut Tuginem makin monyong, itulah indikator kedongkolannya.</p>
<p>“Tapi itu bukan cuma uang aku, Nem! Aku mesti bagi-bagi sama teman-teman yang berjasa jualin tanah! Lagipula aku sudah rencana mau nyumbang 1 juta ke Panti Asuhan, Duuuh, Nem…. Mana sisanya?”</p>
<p>“nih!” Tuginem memberikan amplop coklat dengan tatapan tetap pada wajah bintang pujaannya di TV barunya.</p>
<p>“Haaaah?? tinggal sejuta, nem?!” Tugino mangap. Matanya memelototi wajah sang istri yang sedang fokus melanjutkan film favoritnya.</p>
<p>“Emang tinggal segitu, mau diapain lagi? Kwitansinya ada semua koq. Ngapain sih aku ngentit uang kamu! Memangnya kamu, yang sering ngentit uangku waktu aku masih kerja …&#8221; jawab Tuginem, santai. “Katanya mau nyumbang Panti Asuhan 1 juta. Ya, pas kan?!”</p>
<p>“Anak-anak kamu belikan apa?” tanya Tugino tentang nasib ketiga anaknya yang biasanya, kebutuhannya sering dilupakan oleh ibu kandungnya itu.</p>
<p>“Uang 10 juta mana cukup buat beli kebutuhan anak-anak, mas! Piye tho?” Tuginem cemberut.</p>
<p>Tugino berjalan lunglai dan merebahkan tubuhnya di atas meubel panjang. Lemas. Kepalanya mendongak beralaskan pinggiran meubel, menatap ke langit-langit rumah yang blang-blentong. Tangannya masih menggenggam uang sejuta.</p>
<p>Pupus sudah rencana Tugino terkait uang 10 juta. Terutama rencananya <a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/2009/03/20/tuginos-affair/" target="_blank">mengunjungi Inah</a>, selingkuhan Ngkoh Cin Lung, atasannya, yang merangkap sebagai selingkuhannya juga… Padahal Tugino berencana memanjakan Inah dari sebagian harta yang ia punya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/02/05/10-juta-lenyap-sudah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Cinta Bang Namun kepada Mpok Geboy</title>
		<link>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/02/04/surat-cinta-bang-namun-kepada-mpok-geboy/</link>
		<comments>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/02/04/surat-cinta-bang-namun-kepada-mpok-geboy/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 03:28:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MT</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Betawi Begaye]]></category>

		<category><![CDATA[bang namun]]></category>

		<category><![CDATA[mpok geboy]]></category>

		<category><![CDATA[surat cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mataharitimoer.blogdetik.com/?p=870</guid>
		<description><![CDATA[memeriahkan event yang digelar oleh idana dan julie, aku menuliskan kisah yang agak sulit mendapatkan datanya. Maklum, kedua tokohku ini memiliki kemampuan menjaga rahasia tingkat tinggi, yaitu : Lupa, menaruh dimana surat-surat cintanya semasa remaja. Tapi beruntung, masih ada selembar sobekan kertas bergaris tipis tebal dengan warna tak lagi putih. inilah surat cinta itu … [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>memeriahkan event yang digelar oleh <a href="http://idana.blogdetik.com/2010/01/31/berbagi-cinta/#comments" target="_blank">idana</a> dan <a href="http://gerhanacoklat.wordpress.com/2010/02/02/aku-cinta-padamu-dan-kau-pun-tau/" target="_blank">julie</a>, aku menuliskan kisah yang agak sulit mendapatkan datanya. Maklum, kedua tokohku ini memiliki kemampuan menjaga rahasia tingkat tinggi, yaitu : <strong>Lupa</strong>, menaruh dimana surat-surat cintanya semasa remaja. Tapi beruntung, masih ada selembar sobekan kertas bergaris tipis tebal dengan warna tak lagi putih. inilah surat cinta itu … eng ing eng&#8230;..</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center"><img class="size-full wp-image-871 aligncenter" src="http://mataharitimoer.blogdetik.com/files/2010/02/suratcintabangnamun-copy.jpg" alt="suratcintabangnamun-copy" width="305" height="461" /></p>
<p style="text-align: center">kembang sepatoe berwarne djingga<br />
dipetik bocah pake bamboe<br />
hatikoe soedah rasakan tjinta<br />
sedjak bertemoe dengan dirimoe</p>
<p style="text-align: center">Naik sado ke kemajoran<br />
kudenye ngantoek kepingin tidoer<br />
gerangan adek jadi pikiran<br />
abang gelisah nggak bisa tidoer</p>
<p style="text-align: center">dipoekoel mandor kakikoe memar<br />
bore&#8217;in caplang si obat gosok<br />
djikalo adek siap dilamar<br />
abang &#8216;kan dateng gak nunggu besok</p>
<p style="text-align: center"><em>abang nunggu di depan mesjid<br />
boeat dapet djawaban adek</em></p></blockquote>
<p>yach begitulah, semoga terhibur <img src='http://mataharitimoer.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/02/04/surat-cinta-bang-namun-kepada-mpok-geboy/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Buku Gratis dari MT</title>
		<link>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/02/01/buku-gratis-dari-mt/</link>
		<comments>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/02/01/buku-gratis-dari-mt/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 02:30:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MT</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sepele]]></category>

		<category><![CDATA[buku]]></category>

		<category><![CDATA[gratis]]></category>

		<category><![CDATA[guru kehidupan]]></category>

		<category><![CDATA[mataharitimoer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mataharitimoer.blogdetik.com/?p=868</guid>
		<description><![CDATA[Banyak guru kehidupan di sekitar kita. Anda bisa menemukannya hanya beberapa langkah dari tempat anda duduk. Bisa jadi mereka ada di dekat rumah, kantor, sekolah, kampus, dan lain tempat dimana anda sering keluyuran.
Tak perlu membeli buku GK untuk mengikuti event ini. Karena ada 5 buku Guru Kehidupan yang kami sediakan bagi blogger yang terpilih. Caranya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-869" src="http://mataharitimoer.blogdetik.com/files/2010/01/gkbook.jpg" alt="gkbook" width="261" height="377" />Banyak guru kehidupan di sekitar kita. Anda bisa menemukannya hanya beberapa langkah dari tempat anda duduk. Bisa jadi mereka ada di dekat rumah, kantor, sekolah, kampus, dan lain tempat dimana anda sering keluyuran.</p>
<p>Tak perlu membeli buku GK untuk mengikuti event ini. Karena ada 5 buku Guru Kehidupan yang kami sediakan bagi blogger yang terpilih. Caranya, buat sebuah tulisan di blog anda dengan tag &#8220;<span style="color: #ff0000">guru kehidupan</span>&#8220;. Lebih jelas, silakan ikuti cara mainnya :</p>
<ol>
<li>Tulisan berisi tentang sosok guru kehidupan yang anda temukan. Gaya tulisan boleh seperti penulisan dalam buku Guru Kehidupan karya MT. Boleh juga dengan gaya anda sendiri.</li>
<li>Lengkapi postingan tersebut dengan potret sang guru kehidupan yang anda wawancarai.</li>
<li> Tulisan harus karya anda sendiri, bukan ciplakan karya orang lain.</li>
<li>Tulisan merupakan postingan yang anda publish setelah pengumuman ini dipublish. Jadi bukan tulisan lama yang telah anda posting sebelumnya.</li>
<li>Tulisan bersifat inspiratif, tidak mengandung SARA, pornografi, kekerasan, dan disintegrasi nasional.</li>
<li>Sertakan TAG &#8220;guru kehidupan&#8221; pada tulisan anda.</li>
<li>Setiap orang bebas menulis lebih dari satu postingan tentang guru kehidupan yang berbeda.</li>
<li>Pendaftaran gampang. Tuliskan informasi pada kolom komentar pada pengumuman ini, seperti :<br />
<em><strong>Nama</strong> : nama anda<br />
<strong>URL Blog</strong> : alamat blog anda<br />
<strong>Link</strong> : alamat (url) link postingan pada blog anda, yang anda ikutkan dalam event ini.</em></li>
<li>Anda mengizinkan postingan tersebut kami re-post pada blog <strong><a href="http://gurukehidupan.co.nr" target="_blank">Guru Kehidupan </a></strong>dengan tetap menyertakan link ke blog anda.</li>
<li>Sebagai pelengkap, pasang banner Guru Kehidupan pada blog anda. <em>copy/paste</em> kode banner di bawah postingan ini.</li>
<li>Event ini terbuka bagi siapapun, tak hanya untuk <a href="http://dblogger.blogdetik.com/2010/01/29/remind-berbagi-bersama-anak-panti-asuhan-dan-jompo/" target="_blank">dblogger</a>, (komunitas blogger <a href="http://blogdetik.com" target="_blank">blogdetik</a>)</li>
<li>Event ini dibuka sejak dipublikasikan dan ditutup pada 27 Pebruari 2010.</li>
<li>Pengumuman 5 blogger yang mendapatkan 5 buku GK, 06 Maret 2010.</li>
</ol>
<p><strong>Ini kode bannernya</strong> :</p>
<blockquote><p>&lt;a href=&#8221;http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/&#8221;&gt;&lt;img src=&#8221;http://mataharitimoer.blogdetik.com/files/2010/01/banner-gk.jpg&#8221; border=&#8221;0&#8243; alt=&#8221;gurukehidupan&#8221;&gt;&lt;/a&gt;</p></blockquote>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S2Rx4XuHQ7I/AAAAAAAAA7Q/gWe3iDxh67Y/s1600-h/banner+GK.jpg"><img class="alignleft" style="border: 0pt none" src="http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S2Rx4XuHQ7I/AAAAAAAAA7Q/gWe3iDxh67Y/s320/banner+GK.jpg" border="0" alt="" width="193" height="161" /></a></p>
<p>[<em>re-post from <a href="http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/01/guru-kehidupan-di-sekitar-kita.html" target="_blank">blog guru kehidupan</a></em>]</p>
<p>Jabat erat!</p>
<p>MT</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/02/01/buku-gratis-dari-mt/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Terarah ke Gunung Kawi</title>
		<link>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/01/27/terarah-ke-gunung-kawi/</link>
		<comments>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/01/27/terarah-ke-gunung-kawi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 04:40:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MT</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Trip]]></category>

		<category><![CDATA[gunung kawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mataharitimoer.blogdetik.com/?p=864</guid>
		<description><![CDATA[Di luar rencana, perjalananku bersama teman-teman mengarahkan kami ke Gunung Kawi. Seorang yang kami sambangi di rumahnya, di Temboro, Jawa Timur ternyata sedang &#8220;nginep&#8221; di Gunung Kawi.
Mendengar &#8220;Gunung Kawi&#8221; lantas semua pikiran bermuara pada satu kesimpulan : tempat pesugihan, penyembahan atas kekuasan selain Tuhan demi kejayaan dunia. Tapi kami tak mau berdebat tentang kesimpulan tersebut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-865" src="http://mataharitimoer.blogdetik.com/files/2010/01/img0041a.jpg" alt="img0041a" width="293" height="219" />Di luar rencana, perjalananku bersama teman-teman mengarahkan kami ke Gunung Kawi. Seorang yang kami sambangi di rumahnya, di Temboro, Jawa Timur ternyata sedang &#8220;nginep&#8221; di Gunung Kawi.</p>
<p>Mendengar &#8220;Gunung Kawi&#8221; lantas semua pikiran bermuara pada satu kesimpulan : tempat pesugihan, penyembahan atas kekuasan selain Tuhan demi kejayaan dunia. Tapi kami tak mau berdebat tentang kesimpulan tersebut. Malam itu kami lanjutkan dengan tetap mengejar orang yang kami cari ke Gunung Kawi.</p>
<p>Perjalanan ke sana dari Temboro mampir di Jombang, lanjut ke Malang. Dari Malang langsung ke Kepanjen dan masuk dari kecamatan Wonosari, Gunung Kawi. Sudah pas tengah malam, kami sururi gelap menuju ketinggian di puncak Gunung Kawi. Berharap ada manusia yang lewat, agar membantu arah yang kami tuju. baru, pada sebuah ketinggian, seseorang yang kami temui di tengah hutan mengarahkan kami dengan petunjuk singkat, ke kiri dua kali, lalu ke kanan&#8230;</p>
<p>Terbayang sudah&#8230; kamipun nyasar. Mungkin karena kesungguhan untuk bertemu dengan orang yang kami cari, akhirnya Tuhan menerangkan jalan. Sampailah kami ke lokasi dengan bantuan seorang tukang ojeg yang membimbing perjalanan di depan Terios kami.</p>
<p>Ada kejutan&#8230; tapi nanti saja kuceritakan, sebab waktuku tak sempat untuk melanjutkan tulisan ini. Masih harus melanjutkan perjalanan ke kota-kota berikutnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/01/27/terarah-ke-gunung-kawi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>STOP Penyiksaan di Tibet!</title>
		<link>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/01/23/stop-penyiksaan-di-tibet/</link>
		<comments>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/01/23/stop-penyiksaan-di-tibet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 14:59:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MT</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kontradiksi]]></category>

		<category><![CDATA[freetibet.org]]></category>

		<category><![CDATA[tibet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mataharitimoer.blogdetik.com/?p=862</guid>
		<description><![CDATA[Penyiksaan adalah realitas sehari-hari di Tibet. Penyiksaan digunakan oleh penguasa Cina sebagai senjata untuk melawan pembangkangan, menciptakan iklim ketakutan. Donasi Anda dapat membantu kami mengakhiri penyiksaan di Tibet.
Menyoroti meluasnya penyiksaan di Tibet, aktor Inggris telah memberikan suara mereka untuk Tibet karena mereka (korban penyiksaan di Tibet) tidak dapat berbicara untuk diri mereka sendiri.
Di bawah ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.freetibet.org"><img class="alignleft size-full wp-image-863" src="http://mataharitimoer.blogdetik.com/files/2010/01/freetibet.jpg" alt="freetibet" width="210" height="502" /></a>Penyiksaan adalah realitas sehari-hari di Tibet. Penyiksaan digunakan oleh penguasa Cina sebagai senjata untuk melawan pembangkangan, menciptakan iklim ketakutan. <a href="http://www.freetibet.org/node/1258" target="_blank"><strong>Donasi Anda</strong></a> dapat membantu kami mengakhiri penyiksaan di Tibet.</p>
<p>Menyoroti meluasnya penyiksaan di Tibet, aktor Inggris telah memberikan suara mereka untuk Tibet karena mereka (korban penyiksaan di Tibet) tidak dapat berbicara untuk diri mereka sendiri.</p>
<p>Di bawah ini Anda dapat menonton video &#8216;The Wire&#8217; Dominic West, tentang  kesaksian <strong>Lhamo Kyab</strong>, salah satu dari banyak orang Tibet yang telah menderita karena penyiksaan yang mengerikan.</p>
<p>Silakan lihat <a href="http://www.freetibet.org/pages/dom.html" target="_blank"><strong>di sini</strong></a></p>
<p>Mari kita bantu upaya <a href="http://freetibet.org" target="_blank">freetibet.org</a> maupun <a href="http://www.tibetjustice.org" target="_self">tibetjustice</a>, dalam menyetop penyiksaan di Tibet.</p>
<p>Dengan bantuan Anda, Free Tibet dapat menyebarkan penyiksaan di Tibet, memberikan perlindungan kepada mereka yang menghadapi risiko dengan menghalangi penyiksaan.</p>
<p>Dengan dukungan Anda, kami berhasil berkampanye untuk membantu mengamankan pembebasan dua biarawan, Jigme Gyatso dan Golog Jigme, yang ditahan di penjara-penjara Cina. Setelah pembebasan mereka, mereka melaporkan bahwa penyiksaan mereka berakhir ketika berkampanye mereka mulai.</p>
<h2>Terima kasih atas dukungan penting ini.</h2>
<p>Klik di sini untuk memberikan <a href="http://www.freetibet.org/node/1258" target="_blank"><strong>sumbangan </strong></a>dan membantu kami menuntut penyiksaan di Tibet.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/01/23/stop-penyiksaan-di-tibet/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Rantang dengan Taste</title>
		<link>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/01/21/menikmati-rantang-dengan-taste/</link>
		<comments>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/01/21/menikmati-rantang-dengan-taste/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 15:48:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MT</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serial TnT]]></category>

		<category><![CDATA[rantang]]></category>

		<category><![CDATA[taste]]></category>

		<category><![CDATA[TnT]]></category>

		<category><![CDATA[Tugino]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mataharitimoer.blogdetik.com/?p=860</guid>
		<description><![CDATA[Di luar pekerjaannya sebagai Satpam Koh Cin Lung, Tugino sering menerima pekerjaan tambahan. Apapun ia kerjakan asal bisa dapat tambahan penghasilan. Kali ini ia mendapatkan proyek membuat lubang sampah dari toko sebelah.
Tugino membuka rantang jatah makannya. Siang ini berbeda dengan siang sebelumnya. Siang ini ia harus menyelesaikan penggalian lubang sampah. Sedangkan siang-siang sebelumnya ia tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lengking.blogspot.com/2009/04/road-to-dieng.html"><img class="alignleft size-full wp-image-861" src="http://mataharitimoer.blogdetik.com/files/2010/01/z1.jpg" alt="z1" width="206" height="154" /></a>Di luar pekerjaannya sebagai Satpam Koh Cin Lung, Tugino sering menerima pekerjaan tambahan. Apapun ia kerjakan asal bisa dapat tambahan penghasilan. Kali ini ia mendapatkan proyek membuat lubang sampah dari toko sebelah.</p>
<p>Tugino membuka rantang jatah makannya. Siang ini berbeda dengan siang sebelumnya. Siang ini ia harus menyelesaikan penggalian lubang sampah. Sedangkan siang-siang sebelumnya ia tetap bertugas sebagai Satpam di kantor milik Koh Cin Lung.</p>
<p>Tugimin juga begitu. Sama seperti  temannya, Tugino. Mereka berdua memang selalu bekerja bersama. Jika salah satunya dapat borongan kerjaan, selalu dikerjakan berdua. Hasilnya, ya dibagi dua. Ketika melihat nasi dan lauk-pauk pada rantang pemberian pemilik proyek, wajahnya sumringah. Terlihat mereka sedang makan berdua di bawah pohon.</p>
<p>Tugimin :  Alhamdulillah, lagi laper gini, ada makanan.<br />
Tugino    :  Makanan apaan! Siang-siang gini makan ikan teri!<br />
Tugimin :  Walaupun ikan teri, kan ada mie juga. Yang penting bisa kenyang.<br />
Tugino    :  Kita kerja keras seperti ini, mestinya dapat ikan kakap! Minimal tongkol lah!<br />
Tugimin :  Ikan teri pakai sambel ijo ini juga bisa bikin nafsu makan kok.<br />
Tugino    :  Gak Napsu!!</p>
<p>Tugino langsung bergegas ke tempat istirahatnya di bawah pohon. Biasanya setelah makan siang, ia ngantuk dan harus tiduran. Tugimin tersenyum saja ketika melihat isi rantang Tugino sudah habis. Rupanya saking tidak sukanya dengan ikan teri sambel ijo, Tugino melahap cepat, sedangkan Tugimin masih asyik menikmati <em>taste</em>* ikan teri sambel ijo.</p>
<p><em>*kata taste biasa dipakai oleh seorang dblogger, <a href="http://anjari.blogdetik.com/taste-blog-award/" target="_blank">eyang anjari.</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/01/21/menikmati-rantang-dengan-taste/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Alternatif Selain Pansus</title>
		<link>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/01/21/857/</link>
		<comments>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/01/21/857/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 18:50:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MT</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[KONYOL!!!]]></category>

		<category><![CDATA[bansus]]></category>

		<category><![CDATA[bosan]]></category>

		<category><![CDATA[pansus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mataharitimoer.blogdetik.com/?p=857</guid>
		<description><![CDATA[Dua orang lelaki berkantong pas-pasan, di pinggir jalan di tengah malam sehabis gerimis&#8230;

A : Aku bosan
B : Kenapa?
A : Teman-temanku tak mengerti aku
B : Kamu mengerti mereka?
A : Ng&#8230;.
B : Hm&#8230;
A : Koq kamu jawab begitu?
B : Karena kamu tanya begitu
A : Ah kamu
B : Ih kamu
A : Aku harus ngapain?
B : Tidur!
A : Gak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dua orang lelaki berkantong pas-pasan, di pinggir jalan di tengah malam sehabis gerimis&#8230;<br />
</em></p>
<blockquote><p>A : Aku bosan<br />
B : Kenapa?<br />
A : Teman-temanku tak mengerti aku<br />
B : Kamu mengerti mereka?<br />
A : Ng&#8230;.<br />
B : Hm&#8230;<br />
A : Koq kamu jawab begitu?<br />
B : Karena kamu tanya begitu<br />
A : Ah kamu<br />
B : Ih kamu<br />
A : Aku harus ngapain?<br />
B : Tidur!<br />
A : Gak bisa&#8230;<br />
B : Makan!<br />
A : Gak lapar&#8230;<br />
B : Main!<br />
A : Main apa?<br />
B : Apa aja yang kamu suka<br />
A : Aku bosan&#8230;<br />
B : Nyanyi saja!<br />
A : Lagi males&#8230;<br />
B : Kamu maunya apa?<br />
A : Ng&#8230;&#8230;<br />
B : Setel TV ah&#8230;<br />
A : Huh <strong>Pansus </strong>melulu, bosan!!!<br />
B : Nah!<br />
A : Apa?<br />
B : Mending kita ke air mancur, nyeruput pansus!<br />
A : Bansus, maksudmu?<br />
B : He he he&#8230;. ya bansus!<br />
A : Oke!</p></blockquote>
<p style="text-align: center">
<a href="http://meok.detik.com/readfoto/2009/06/12/170839/1147024/484/7/"><img class="size-full wp-image-858" src="http://mataharitimoer.blogdetik.com/files/2010/01/bansus2.jpg" alt="Bansus adalah minuman mix dari bandrex campur susu, bisa juga ditambah kelapa muda, seperti gambar ini. foto : http://meok.detik.com" width="450" height="483" /></a>
<blockquote></blockquote>
<div class="mceTemp">
<dl> </dl>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/01/21/857/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sijampang Hidup Kembali</title>
		<link>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/01/19/sijampang-hidup-kembali/</link>
		<comments>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/01/19/sijampang-hidup-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 05:31:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MT</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Catatan Lepas]]></category>

		<category><![CDATA[banjir]]></category>

		<category><![CDATA[genangan]]></category>

		<category><![CDATA[hujan]]></category>

		<category><![CDATA[sijampang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mataharitimoer.blogdetik.com/?p=853</guid>
		<description><![CDATA[Obrolan tentang kekhawatiran Pemda DKI Jakarta tentang banjir 2010 memang penting untuk disikapi. Di tengah sibuknya orang-orang penting ngurusin kasus Century, aku lebih suka mengikuti perkembangan hujan, genangan, dan ancaman banjir di beberapa kota, terutama di Ibukota negara kita yang makin sempit : Jakarta.
Si Jampang adalah sosok pendekar Betawi yang terkenal keberaniannya, setelah zaman si [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Obrolan tentang kekhawatiran Pemda DKI Jakarta tentang banjir 2010 memang penting untuk disikapi. Di tengah sibuknya orang-orang penting ngurusin kasus Century, aku lebih suka mengikuti perkembangan hujan, genangan, dan ancaman banjir di beberapa kota, terutama di Ibukota negara kita yang makin sempit : Jakarta.</p>
<p>Si Jampang adalah sosok pendekar Betawi yang terkenal keberaniannya, setelah zaman si Pitung. Kini sang pendekar (si Jampang) hidup kembali dan bereinkarnasi dalam wujud lain, yaitu teknologi. Jika Jampang masa lalu berwujud sebagai pendekar yang memiliki kesaktian, Sijampang abad ini tidak mengandalkan kesaktian, tetapi pencerahan.</p>
<p>Lebih jelas tentang Sijampang bisa anda lihat pada <a href="http://sijampang.wordpress.com/about/" target="_blank">blog SIJAMPANG</a>. Tapi untuk ilustrasi, sedikit saja saya kutip di sini :</p>
<blockquote><p>Sijampang merupakan aplikasi sistem informasi mengenai hujan dan genangan air berbasis keruangan. Daerah yang terliput adalah daerah dalam radius 110 KM dari lokasi radar yang terletak di PUSPITEK Serpong, Tangerang. Kota-kota besar yang termasuk dalam area ini adalah Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi, Bandung, dan Serang.</p>
<p>Tujuan aplikasi ini adalah untuk memverifikasi data curah hujan yang dihasilkan oleh radar cuaca HARIMAU terhadap kondisi sebenarnya.Verifikasi ini diperlukan untuk mengetahui tingkat presisi ataupun koreksi yang diperlukan terhadap data radar.</p></blockquote>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-854" src="http://mataharitimoer.blogdetik.com/files/2010/01/sijampang.jpg" alt="sijampang" width="609" height="454" /><br />
Sistem informasi ini yang diperkenalkan oleh <a href="http://www.facebook.com/httsan" target="_blank">Hartanto Sanjaya</a> ini dapat dimanfaatkan oleh siapapun dan siapapun bisa bergabung menjadi <a href="http://sijampang.wordpress.com/kontributor/" target="_blank">kontributor</a>. Peduli kota anda dari ancaman banjir? Gabung saja!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/01/19/sijampang-hidup-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.201 seconds -->
<!-- Cached page served by WP-Cache -->
