Garis Kuning, Impian Bocah Naif

Semalam aku baru ngeh kalau jumlah loket tol di KM 18 Jagorawi ada 18 loket. Ini memang tulisan sepele. Hanya temuan nggak sengaja itu yang utamanya ingin kusampaikan. Tetapi lebih dari itu, ada perasaan khusus padaku tentang jalan Tol Jagorawi. Sebuah jalan yang pernah kuimpikan untuk melintas di atasnya ketika masih kecil dulu. (more…)

Kopi untuk Pejantan

Saatnya ngomongin kopi lagi. Kebetulan kemarin malam aku mendapatkan kesempatan mencicipi oleh-oleh dari teman Warga Negara Singapura. Dia bawa hadiah berupa kopi yang merupakan produk negeri serumpun, Malaysia. Seperti biasa, semua kopi cinderamata yang kudapatkan, selalu kubandingkan dengan kopi asli dari Bogor, Kopi Liong Bulan. (more…)

Anak Negara, Saran buat Lagu SBY

Tulisan kali ini merupakan lanjutan yang tak terkait langsung dengan tulisan Profesor Sjafri Mangkuprawira. Disebut lanjutan karena tulisan kami merupakan bagian dari program Rantai Cerita (Chainposting) Blogor (Komunitas Blogger Bogor) dengan topik Bogor. Program ini membagi 2 kelompok dengan masing-masing berjumlah 10 blogger. Sang admin menjerumuskanku dalam kelompok yang menulis sisi hitam Bogor. Pak Profesor sudah memulai lebih cepat dari dugaan (6/12). Sebagai urutan ke-2 dari 10 blogger, kutulislah topik ini. (more…)

Crot: Manovara Jatuh Cinta Lagi

Cerita ini adalah bagian terakhir dari Rantai Cerita bertopik Crot. Yang namanya rantai cerita, atau kalau bahasa kulonnya Chainposting, tentu kurang mantap kalau tidak dibaca dari 5 cerita sebelumnya. Karena itu saya sarankan untuk mengunjungi kelima blog yang tergabung dalam penulisan Crot ini. (more…)

Internet Sehat Roadshow 2012

Sebelum melaporkan hasil pertemuan semalam, aku ucapkan dulu selamat merayakan Hari Blogger Nasional, yang jatuh pada hari ini, Kamis, 27 Oktober 2011. Semoga hari ini menjadi momentum yang baik untuk meningkatkan kualitas kita sebagai blogger Indonesia.

Semalam aku bersama teman-teman dari Blogger Bogor dan Relawan TIK ngobrol santai. Kami mematangkan rencana yang pernah didiskusikan beberapa bulan sebelumnya, yaitu mengadakan Sosialisasi dan Pelatihan Internet Sehat di Sekolah dan Kampus di Bogor.
Hadir dalam perbincangan semalam, @echaimutenan dan @wkf2010 dari Blogor, @erfanonalakiano blogger bogor yang baru saja terpilih sebagai pengurus baru komunitas blogger blogdetik (dblogger), @unggulcenter blogger bogor yang aktif sebagai @RelawanTIK, dan penggagas awal, mas @banyumurti ketua @relawanTIK Indonesia yang juga aktif sebagai relawan di @internetsehat.

Perbincangan semalam menyepakati rencana kegiatan roadshow Internet Sehat ke sekolah yang ada di Kota maupun Kabupaten Bogor. Kenapa kami memilih Internet Sehat sebagai topik roadshow?

Perkembangan teknologi internet yang begitu pesat semakin memudahkan kita dalam melakukan berbagai aktivitas. Di lingkungan sekolah, teknologi ini dapat mempermudah murid maupun guru untuk mencari referensi pembelajaran karena internet merupakan perpustakaan yang sangat besar. Internet juga menyediakan media berbagi dan alat komunikasi yang beragam. Selain surat elektronik (e-mail), instant mesengger dan sebagainya, saat ini media untuk bersosialisasi juga berkembang di internet seperti jejaring sosial (Facebook), blog, situs berbagi video (Youtube), micro-blogging (Twitter) dan masih banyak aplikasi-aplikasi lainnya.

Akan tetapi, selain banyaknya manfaat positif yang diberikan oleh internet, kita juga menyadari beberapa dampak negatif yang muncul, seperti: pencurian data, cyber-bullying, pornografi, penipuan dan sebagainya. Lalu bagaimana caranya agar kita dapat memaksimalkan manfaat positif dan meminimalkan dampak negatif dari internet?

internetsehatroadshow

Karena itu, @BloggerBogor  www.blogor.org) bekerja sama dengan @RelawanTIK Indonesia dan @internetsehat bermaksud mengadakan roadshow sosialisasi “INTERNET SEHAT” di lingkungan sekolah di Kota dan Kabupaten Bogor.

Sasaran kegiatan ini adalah murid, guru, maupun orang tua murid. Tujuannya tak muluk-muluk.

  • Untuk murid
    Mengoptimalkan manfaat internet untuk pembelajaran dan meminimalisasi dampak negatif yang dapat ditimbulkan.
  • Untuk Guru
    Menggunakan internet untuk fungsi pendidikan, termasuk proses belajar mengajar, serta dapat memahami dan mengawasi tingkah laku anak didiknya di dunia internet.
  • Untuk orang tua murid
    Memanfaatkan internet sebagai sarana komunikasi dengan anak dan bagaimana melakukan pengawasan terhadap tingkah laku anaknya di dunia maya

Sosialisasi untuk murid, guru serta orang tua murid ini dilaksanakan terpisah tergantung prioritas kebutuhan yang dirasakan oleh pihak sekolah.

Kegiatan ini kami rencanakan BEBAS BIAYA. Kami melakukannya sebagai salah satu misi komunitas dan organisasi dalam membantu meningkatkan pemanfaatan internet secara aman, nyaman dan bertanggung jawab di masyarakat. Pihak sekolah hanya perlu mempersiapkan ruangan, soundsystem dan peserta sosialisasi, serta konsumsi jika memang dirasa cukup pantas untuk disediakan.

Sebagai permulaan, kami berencana akan menyelenggarakan kegiatan ini di 5 Sekolah berbeda karakter di Bogor. Selanjutnya, dalam tahun 2012, kami menargetkan semua sekolah bisa mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah kegiatan ini. 5 Sekolah yang akan memelopori kegiatan permulaan ini rencananya di Pesantren Daarul Uluum (tingkat MTs/MA), Sekolah Alam Bogor (SD/SMP), SMPN 1, SDIT At-Taufiq, dan Bogor EduCare, sebuah kampus yang 100% menggratiskan biaya pendidikan untuk mahasiswanya.

Bagi sekolah-sekolah yang berminat untuk menggelar Internet Sehat Roadshow 2012, juga bagi perusahaan yang tertarik untuk mensponsori kegiatan positif ini, dapat menghubungi MT ( mataharitimoer at gmail.com/ @mataharitimoer) dan atau @bloggerbogor.

Rumah Kata Komunitas dengan Misi Kebudayaan dan Kesenian

Kali ini aku mengangkat kembali komunitas Rumah Kata Bogor, yang diundang wawancara oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Bogor. Berikut adalah profil Rumah Kata Bogor (RKB) yang menjadi awal perbincangan yang dipandu oleh mbak Dita dari RRI. Di Rumah Kata inilah akhirnya aku menemukan “dunia” yang cukup lama kutinggalkan, dan kini aku kembali menggeliat di dalamnya. (more…)

Bantu Turis dengan Informasi

Seringkali aku bertemu dengan Turis Asing di Kereta Pakuan Ekspress menuju Bogor. Kadang mereka memulai obrolan dengan berbagai pertanyaan seputar obyek wisata yang ada di Bogor. Pernah suatu ketika, satu rombongan bule dengan sopan bertanya kepadaku, selepas kami meninggalkan peron di Stasiun Bogor. (more…)

Haus? Di Bogor Ada Air Minum Gratis

Sepulang dari Jakarta, aku janjian dengan kang Chandra Iman yg punya I Love Bogor. Jalanlah kami dari Stasiun Bogor menuju depan Istana Bogor, menuju tempat mangkalku di Pesantren Daarul Uluum.

Berjalan kaki sambil cerita sana-sini membuat kami haus. Kang Chandra mengajak untuk melewati kompleks kantor Walikota Bogor. Ada satu hal yang belum kukutahui, dan baru kutahu ketika kang Chandra menceritakannya, yaitu tentang air minum gratis.

bila lihat bangunan sederhana seperti ini, hampirilah. minumlah sekedar melenyapkan dahaga.

bila lihat bangunan sederhana seperti ini, hampirilah. minumlah sekedar melenyapkan dahaga

PDAM Tirta Pakuan, Bogor menyediakan air minum gratis bagi siapapun. Tinggal datang saja ke pos Air Minum Gratis Tirta Pakuan, tekan tombol, lalu nikmati air dari PAM yang bisa langsung diminum. Buat dimasukkan ke travel-bottle juga boleh.

Meskipun pos ini tidak berada pada tempat yang strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat, namun sebagai sebuah pelayanan, baguslah. Apalagi mengingat sikap masyarakat kita yang belum bisa dijamin untuk merawat barang-barang milik publik. Mungkin melihat kasus terabaikannya fasilitas telepon umum, yang tak terjaga dengan baik oleh masyarakat.

Semoga fasilitas air minum gratis seperti ini juga dapat disediakan oleh pemerintah daerah lainnya. Terutama di kota-kota besar yang lalulalang masyarakatnya cukup padat. Tapi terutama lagi adalah, fasilitas air minum di daerah-daerah yang memang sering kekeringan. Semoga!

Blogor, Komunitas Blogger Bogor

“Dewasa berjiwa muda, muda bersikap dewasa…”

Slogan di atas pernah menjadi spirit radio elshinta zaman dulu kala. Namun slogan tersebut nyatanya masih bernyawa dalam sebuah komunitas blogger di Bogor. Blogor namanya.

blogor

Dalam usianya yang sudah setahun, aku melihat keakraban dan kebersatuan antara blogger tua dan muda. Orang-orang tua yang kusebut dewasa diwakili oleh pak Sjafrie Mangkuprawira, seorang guru besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB, pak Prasabri Pesti, seorang GM Telkom Bogor, pak Matri Soni, seorang guru dan staf ahli di sekolah Dwi Warna Boarding School, Bogor, dan masih banyak tokoh dewasa lainnya dari berbagai dunia yang beragam.

Kaum mudanya diwakili oleh mahasiswa, sarjana, pelajar SMA, pengusaha muda, maupun para penulis yang memiliki keterikatan emosi dengan Bogor. Sebut saja seorang Baban Sarbana, yang telah menulis beberapa buku, terutama Lebah Cerdas. Non Adita, blogger yang namanya tak asing lagi di tataran blogger indonesia. Hartanto Sanjaya, aktifis lingkungan (Badak Indonesia). Hanggadamai, sarjana muda ketua Blogor, yang berternak lele. Kang Achoey, pengusaha muda Mie Janda. Akhdian, Candra Iman yang bikin web ilovebogor, Alif sang ontohod designer plus ketua harian blogor, dan masih banyak lagi para pemuda enerjik yang layak disebut namun tak banyak ruang untuk menuliskan nama-nama mereka.

Perpaduan kamu muda dan orang tua yang dewasa dan bijaksana menjadi kekuatan komunitas yang dibentuk pada 24 Agustus 2008 ini. Dalam beberapa kali pertemuan (kopdar) aku merasakan mereka saling mendukung dan membimbing. Yang muda penuh dengan ide segar, yang dewasa penuh dengan kebijaksanaan dalam bimbingan.

Program yang telah dilakukan oleh Blogor merupakan perpaduan gagasan dari mereka. Pelatihan blog untuk guru pernah dilakukan. begitupun untuk siswa dengan tujuan mengarahkan kegiatan berinternet anak muda agar lebih berarti dan bertanggungjawab. Program sosial juga telah dilakukan, dengan memberikan santunan kepada anak-anak yatim dan kaum dhu’afa. Bahkan pelatihan berupa keterampilan memasak juga pernah diberikan kepada kaum perempuan Bogor.

Sebuah program yang bisa dibilang fenomenal adalah ketika blogor memperingati ulang tahun kota Bogor. Saat itu blogor menggelar Gerakan Sapu Bersih. Apa yang disapu? Koruptor? Bukan! Program Sapu Bersih adalah menyebarkan kekuatan barudak Blogor untuk turun ke jalan membawa sapu dan tong sampah. Mereka bersama-sama menyapu sepanjang jalan di Kota Bogor. Mereka berharap gerakan tersebut dapat menginspirasi orang lain untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan hidupnya.

Di akhir tahun ini, Blogor akan menyelenggarakan kopdar paling santai dan akrab bagi semua anggotanya. Kopdar ini merupakan kopdar jilid III, yang pada jilid I dan II banyak diminati oleh barudak Blogor. Kopdar Mancing jilid III namanya. 20 Desember 2009, kopdar mancing kembali digelar di tempat yang sama, yaitu pemancingan milik pak Sjafrie. Siapapun anda, blogor ataupun bukan, boleh datang ke acara akhir tahun yang santai, akrab, menyenangkan, dan tetap berisi.

tulisan ini dipublikasikan untuk kompasiana dan pastinya, blogdetik.

Arus Kali Ciliwung Menderas

ciliwung-251109

Pagi ini - 25 November 2009 - Kali Ciliwung di depan rumahku meluap. Deru suara arusnya lebih tinggi dari biasanya. Hujan semalaman kukira menjadi penyebab meluapnya kali/sungai yang menjadi indikator kewaspadaan Jakarta terhadap banjir.

Rumahku berada setelah bendungan Katulampa, Bogor. Posisinya tepat di pinggir kali. Jadi, kondisi kali hampir setiap hari selalu kuperhatikan. Karena hanya itulah pemandangan terindah ketika aku duduk santai di depan rumah.

Satu hal yang kuperhatikan dari derasnya arus kali adalah, banyak sekali sampah plastik yang hanyut. Ini membuktikan masih banyak manusia yang membuang sampah ke kali. Apakah mereka (warga Bogor) tak sadar, jika ulah semaunya itu dapat menyebabkan kesengsaraan bagi saudara sebangsa di DKI Jakarta?

Jika kita menganggap sampah yang kita buang tak seberapa dibanding arus sungai - misalnya hanya sebungkus sampah plastik berisi sisa makanan busuk atau apapun - cobalah anda bayangkan jika ulah itu kita lakukan berulang kali. Untuk lebih sadar, cobalah sekali-sekali kita buang sampah plastik itu di depan rumah saja. Belum seminggu, pasti kita sudah tersiksa dengan kebusukan yang menyiksa. Karena itu, please orang bogor! Tolong ingatkan saudara-saudara kita agar tidak membuang sampah ke kali. Buang saja sampah anda ke saluran aspirasi rakyat (DPR/MPR) tempat sampah yang ada di sekitar rumah.